logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Jangan Panik, Lakukan Cara Ini untuk Pertolongan Pertama Dipatil Lele

open-summary

Patil lele mengandung racun yang membuat kulit bengkak kemerahan, nyeri, dan kebas atau kesemutan. Bagaimana cara mengatasinya jika Anda dipatil lele?


close-summary

3.66

(32)

14 Nov 2019

| Annisa Amalia Ikhsania

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

cara mengatasi mengobati racun patil ikan lele

Terkena patil lele dapat menyebabkan kulit merah membengkak dan nyeri

Table of Content

  • Apa itu patil ikan lele?
  • Apa efek bahaya dari terkena patil lele?
  • Pertolongan pertama dan cara mengobati dipatil lele
  • Kapan harus ke dokter?

Memancing ikan lele menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi beberapa orang. Bahkan, tak sedikit warga di pemukiman tertentu menyelenggarakan lomba memancing ikan lele sebagai ajang rekreasi atau refreshing. Namun, salah-salah Anda bisa dipatil lele. Bagaimana pertolongan pertama apabila terkena patil lele?

Advertisement

Apa itu patil ikan lele?

Ikan lele adalah salah satu spesies ikan air tawar yang banyak dikembangbiakkan di Indonesia. Ikan lele dapat ditemukan di aliran sungai, danau, dan di pantai perairan tropis, subtropis, dan subtropis.

Bentuk khas dari ikan ini adalah tubuhnya memanjang, licin, dan memiliki empat pasang “kumis” di ujung mulutnya.

Mulut ikan lele melebar pada bagian ujungnya. Ikan lele memiliki lima bagian sirip, yaitu sirip dada (terdapat patil), sirip punggung, sirip perut, sirip anus, dan sirip ekor.

Patil ikan lele adalah alat penyengat berupa tiga duri tajam tipis yang berada di bagian sirip dada. Panjang patil lele dapat mencapai 400 mm.

Apa efek bahaya dari terkena patil lele?

Semua jenis spesies ikan lele, baik air asin dan air tawar, tergolong berbahaya. Meski begitu, lele sebetulnya bukan jenis ikan yang agresif.

Ikan lele baru akan menyerang menggunakan patilnya apabila merasa terganggu. 

Seseorang dapat terkena racun ikan lele saat bersentuhan langsung dengan patil ikan lele yang masih hidup. Orang-orang mungkin saja terkena patil lele ketika melakukan kontak langsung dengan lele saat mandi, memancing, atau tak sengaja menginjaknya.

Patil lele mengandung racun disebut crinotoksin yang berbahaya bagi manusia.

Dalam jumlah kecil, racun ini akan langsung menyebabkan nyeri, kebas, kemerahan, kesemutan, dan bengkak pada area kulit yang terkena.

Jika toksin masuk ke dalam tubuh dalam jumlah banyak, besar kemungkinan akan muncul gejala alergi berat seperti tekanan darah menurun drastis, lemas, bahkan kehilangan kesadaran.

Racun paling banyak terdapat pada patil ikan lele remaja dan mulai berkurang pada ikan lele yang sudah tua. 

Umumnya, tangan adalah bagian anggota tubuh yang kerap dipatil lele. Kontak singkat dengan ikan lele dapat menyebabkan nyeri yang luar biasa. Meski sebagian besar tergolong tidak berbahaya, terkena patil lele dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang parah. 

Pertolongan pertama dan cara mengobati dipatil lele

Banyak yang menganggap bahwa cara terbaik untuk mengobati racun akibat patil lele adalah dengan mengaliri luka dengan urin (air seni) sendiri.

Ada pula yang percaya bahwa luka akibat dipatil lele dapat disembuhkan dengan mengoleskan getah biji jambu mete atau ampas seduhan kopi.

Meski demikian, cara-cara pengobatan tradisional ini belum dapat dibuktikan ampuh dan aman secara medis.

Daripada coba-coba, berikut adalah panduan pertolongan pertama menangani luka akibat patil lele yang perlu Anda perhatikan baik-baik.

  • Rendam area tubuh atau kulit yang dipatil lele dalam wadah berisi air hangat. Langkah ini bertujuan untuk meringankan rasa nyeri akibat “sengatan”.
  • Kemudian, periksa bagian tubuh atau area kulit tersebut secara seksama. Jika ada serpihan duri kecil yang menancap di kulit, lepaskan secara perlahan. Anda dapat melepaskannya menggunakan pinset.
  • Jika sudah berhasil mencabut duri lele, segera bilas air area kulit yang terkena “sengatan” menggunakan sabun dan air bersih.
  • Perlu diingat, jangan menutup area kulit yang terkena “sengatan” dengan plester luka.

Untuk mengurangi rasa nyeri akibat dipatil lele, Anda dapat minum obat pereda nyeri, seperti Ibuprofen dan paracetamol.

Untuk obat ibuprofen, Anda bisa minum 1-2 tablet atau kapsul setiap empat jam. Jika menggunakan paracetamol, Anda bisa minum 1-2 tablet atau kapsul setiap enam hingga delapan jam.

Kapan harus ke dokter?

Jika pertolongan pertama dipatil lele tidak dapat meredakan rasa nyeri, bahkan dapat menyebabkan gejala tertentu, seperti sulit bernapas, segera konsultasikan dengan dokter.

Saat menemui dokter, ia akan bertanya mengenai “sengatan” tersebut, seperti kapan terjadi dan gejala yang ditimbulkan. Dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk melakukan suntikan tetanus.

Apabila “sengatan” menyebabkan infeksi yang tak kunjung reda selama lima hari, dokter mungkin akan memberikan obat antibiotik. Obat antibiotik berguna untuk meringankan “sengatan” akibat terkena patil lele.

Advertisement

penahan nyerihidup sehatpola hidup sehatpertolongan pertama

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved