Jangan Panik, Ini yang Bisa Dilakukan Orangtua Saat Bayi Tersedak


Orangtua perlu tahu bagaimana ciri-ciri bayi tersedak serta pertolongan pertama untuk mengatasinya seperti melakukan pukulan punggung agar tidak berakibat fatal.

(0)
11 Apr 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bayi tersedak dapat diatasi melalui beberapa langkah pertolongan pertamaPertolongan pertama saat bayi tersedak yang bisa Anda lakukan salah satunya adalah melakukan pukulan punggung
Percaya atau tidak, bayi tersedak saat menyusu merupakan salah satu kecelakaan yang sering terjadi pada si Kecil. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, namun pada beberapa kasus tertentu dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian. Tak pelak, penting bagi orangtua untuk mengetahui ciri-ciri bayi tersedak serta pertolongan pertama apa yang dapat dilakukan agar tidak berakibat fatal. 

Penyebab bayi tersedak

Jalan napas bayi masih sangat kecil sehingga benda-benda yang terlihat tidak berbahaya bagi orang dewasa justru bisa menutup saluran napasnya. Beberapa benda yang dapat membuat si Kecil di antaranya seperti gumpalan susu, lendir, potongan makanan hingga mainan bayi yang berukuran kecil.Normalnya, pada orang dewasa, mereka akan terbatuk-batuk saat ada benda asing yang mengganggu jalan napas sehingga mendorong objek tersebut keluar dari tubuh. Namun pada bayi, batuk mereka tidak cukup kuat untuk mendorong objek keluar dari jalan napas sehingga muncul gejala tersedak.Beberapa bayi memiliki risiko tersedak yang lebih besar dikarenakan ada masalah kesehatan yang menyertai. Masalah kesehatan tersebut meliputi gangguan menelan, kelainan saraf, maupun trauma pada otak.

Ciri-ciri bayi tersedak

Melihat bayi yang tersedak ASI bisa jadi mimpi buruk bagi orangtua mana pun, apalagi jika objek yang membuat bayi tersedak itu menutup sepenuhnya jalan napas. Agar bisa cepat mengambil langkah pertolongan pertama, kenali dahulu ciri-ciri bayi tersedak yang butuh pertolongan segera seperti berikut:
  • Bayi terlihat tidak bisa bernapas
  • Bayi seperti sesak napas atau mengeluarkan bunyi ngik-ngik
  • Bayi tidak bisa berbicara, menangis, atau mengluarkan suara apapun
  • Wajahnya mulai membiru
  • Bayi memegangi lehernya atau melambaikan tangan sambil terlihat panik
  • Lemas atau pingsan.
Ciri-ciri di atas merupakan tanda kondisi tersedak yang darurat. Tidak jarang, orangtua hanya punya waktu beberapa menit untuk mengeluarkan objek yang mengganggu jalan napas tersebut sebelum bayi kehabisan oksigen.

Cara mengatasi bayi tersedak

Mengatasi bayi tersedak saat menyusu atau disebabkan oleh hal lain tidak boleh sembarangan dilakukan agar kondisi si Kecil tidak semakin parah. Berikut cara mengatasi bayi saat tersedak secara umum yang harus dipahami orangtua:
  • Jika Anda tidak melihat benda yang membuat tersedak, jangan masukkan tangan ke mulut bayi dan meraba-raba tenggorokannya. Hal ini justru berpotensi membuat objek tersebut kian masuk ke saluran napas bayi dan mengakibatkan komplikasi yang serius.
  • Jika bayi batuk-batuk, biarkan ia terus melakukannya di bawah pengawasan orangtua hingga objek keluar dari saluran napas.
  • Jika batuk bayi tidak efektif mengeluarkan objek yang dimaksud, lakukan prosedur pukulan punggung (back blows).
  • Jika Anda langkah di atas tidak juga menyelesaikan masalah, larikan bayi ke pusat kesehatan terdekat atau telepon 119 untuk mendapatkan bantuan dari Kementerian Kesehatan.
Selain cara di atas, Palang Merah Inggris juga mencontohkan cara mengatasi bayi tersedak dengan dua langkah, yaitu:

1. Pukulan punggung

Pegang bayi menghadap ke bawah di sepanjang paha dengan kepala lebih rendah dari bokong. Pukul mereka dengan memberi tekanan di punggung, terutama di antara bilah bahu, hingga lima kali.Pastikan Anda memegang kepala bayi dengan kuat selama melakukan prosedur ini. Jika pukulan punggung tidak menghilangkan penyumbatan, lanjutkan ke  kedua.

2. Tekanan dada

Balikkan tubuh bayi sehingga mereka menghadap ke atas. Letakkan dua jari di tengah dada tepat di bawah puting, kemudian lakukan dorongan tajam ke bawah hingga lima kali dengan tujuan menekan udara dari dada agar naik ke kerongkongan dengan harapan dapat mengeluarkan benda asing yang menutup jalan napas bayi.Tetap terus melakukan kedua cara tersebut hingga sumbatan yang membuat tersedak terlepas. Segera hubungi dokter atau meminta pertolongan jika bayi menjadi tidak responsif.

Pesan dari SehatQ

Mencegah daripada mengobati, begitu pula untuk kasus tersedak pada bayi. Ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh orangtua sebagai langkah pencegahan, misalnya memperkenalkan tekstur makanan sesuai dengan usia bayi, selalu mengawasinya saat makan, memilihkan mainan yang ukurannya tidak terlalu kecil, hingga memperhatikan bagaimana posisi menyusui yang benar agar bayi tidak tersedak.Selain itu, tidak ada salahnya bila orangtua juga membekali diri dengan mengikuti kelas pertolongan pertama untuk mengatasi kondisi bayi yang tersedak. Bila Anda menggunakan babysitter untuk mengawasi bayi, pastikan ia juga memahami cara melakukan pertolongan pertama saat bayi mengalami kondisi tersedak.
merawat bayi
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/infant-choking/art-20044661
Diakses pada 28 Maret 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/choking.html
Diakses pada 28 Maret 2020
Red Cross UK. https://www.redcross.org.uk/first-aid/learn-first-aid-for-babies-and-children/choking-baby
Diakses pada 28 Maret 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/helping-choking-baby/
Diakses pada 28 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait