Jangan Marahi Bayi Main Ludah, Kebiasaan Ini Ada Manfaatnya

(0)
03 Mar 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bayi main ludah bisa membantu melatih perkembangan bicaranyaBayi senang bermain ludah di usia 4 sampai 6 bulan
Seiring bertambahnya usia, bayi menjadi semakin pintar. Mulai banyak keterampilan yang  bisa ditunjukkannya, seperti tersenyum, tertawa, menyentuh, hingga menggenggam. Namun, ada satu keterampilan yang sering dianggap aneh oleh orangtua, yaitu memainkan ludah. Biasanya, bayi main ludah dengan membuat gelembung-gelembung dari air liur di mulutnya.Akan tetapi, tidak sedikit orangtua yang memberikan respons buruk terhadap kebiasaan ini. Padahal, tahukah Anda bahwa kebiasaan bayi main ludah memiliki manfaat bagi tumbuh kembangnya? Penting bagi orangtua memahami kebiasaan ini.

Manfaat kebiasaan bayi main ludah 

Kebiasaan bayi main ludah umumnya dimulai pada usia 4-6 bulan. Namun, bisa juga terjadi lebih dini pada usia sekitar 3 bulan. Kebiasaan ini memiliki sejumlah manfaat bagi Si Kecil, di antaranya:
  • Melatih perkembangan bicara

Bermain ludah menjadi cara bayi mempelajari percakapan
Bermain ludah berkaitan dengan perkembangan bicara. Para ahli percaya bahwa memainkan liur merupakan cara bayi belajar tentang percakapan. Kebiasaan bayi main ludah biasanya dilakukan saat ia mulai memahami bahwa bibirnya dapat bersatu untuk membuat suara. Ini menjadi kesempatan bagi Si Kecil untuk bereksperimen dengan mulut, suara, dan intonasinya.
  • Mengembangkan cara berkomunikasi baru bagi bayi

Main ludah juga menjadi cara bayi untuk mulai berkomunikasi dengan gerakan wajah dan mulut yang dapat ia lakukan. Tentu saja ia menunggu reaksi dari Anda. Apalagi jika Anda tertawa, maka Si Kecil akan mengulanginya lagi.
  • Aktivitas yang menyenangkan untuk bayi

Kebiasaan bayi main ludah dilakukan karena menyenangkan bagi Si Kecil. Biasanya, ia akan tertawa dan terhibur karena aksinya tersebut ia anggap lucu. Sensasi menggelitik yang muncul di bibir saat bergetar karena meniup air liur membuat Si Kecil senang melakukannya. 
  • Memperkuat ikatan antara Anda dan bayi

Ikatan kuat antara ibu dan bayi
Merespons bayi yang sedang memainkan ludahnya bisa memperkuat ikatan antara Anda dan Si Kecil. Hal ini bisa mendorong pelepasan oksitosin (hormon cinta) yang membuat Anda dan bayi saling terikat satu sama lain.
  • Memperkuat otot wajah

Kebiasaan bayi meniup ludah dapat membantu memperkuat otot wajahnya. Selain itu, kebiasana ini juga membantunya mengembangkan kontrol atas lidah, bibir, dan pipi secara bersamaan yang penting untuk ia berbicara nantinya.Setelah membuat gelembung dari air liur di mulutnya, Si Kecil juga biasanya mulai bisa berceloteh, misalnya “ma-ma” atau “ba-ba”. Bahkan seiring bertambahnya usia, ia juga mulai memahami dan mengekspresikan nada dengan menggemaskan.

Apa yang harus dilakukan orangtua saat bayi main ludah?

Jika bayi membuat gelembung dari air liurnya, lakukanlah hal yang sama. Hal ini bisa mendorong interaksi dengan bayi dan dapat menjadi kesempatan untuk berkomunikasi dua arah sebagai dasar percakapan.Bonding dengan Si Kecil pun semakin terjalin melalui kontak mata dan aktivitas menyenangkan tersebut. Selain menirunya bermain ludah, Anda juga bisa melakukan beberapa hal berikut untuk mendorongnya berinteraksi:
  • Menirukan suara bayi untuk merangsang perkembangan bicaranya dan menstimulasi percakapan.
  • Mengajaknya mengobrol untuk mendorongnya berkomunikasi dan mengembangkan kekuatan otot wajahnya saat ia berekspresi.
  • Menyanyikan lagu untuk membantu Si Kecil mendengar suara baru, mempelajari kata-kata baru, dan membuatnya merasa bahagia.
  • Membacakan buku untuk bayi guna mengajarkannya berkomunikasi dan memperkenalkan konsep, seperti warna, bentuk, angka, dan huruf.
Bayi yang tidak memainkan ludahnya bisa menyiratkan bahwa ia mengalami kesulitan bicara. Akan tetapi, sebagian bayi melewatkan hal tersebut tanpa adanya masalah. Sehingga, Anda tak perlu khawatir berlebihan dan konsultasikan kepada dokter anak untuk memastikan kondisinya.Di samping itu, pastikan tumbuh kembang bayi berjalan dengan baik. Asah berbagai keterampilan yang dimilikinya dan ajarkan ia keterampilan-keterampilan baru. Jangan lupa juga untuk memberinya asupan bergizi.Jika Anda ingin bertanya lebih lanjut seputar tumbuh kembang bayi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bayi & menyusuitumbuh kembang bayiperkembangan bayi
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/baby-blowing-raspberries#concerns
Diakses pada 17 Februari 2021
Parenting First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/baby-blowing-raspberries-a-developmental-milestone/
Diakses pada 17 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait