Jangan Lengah, Ini Tanda-tanda Kista Bartholin yang Harus Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda kista Bartholin sangatlah penting agar penanganan bisa segera dilakukan
Kista bartholin tumbuh pada kelenjar Bartholin yang berada di bibir vagina

Istilah kista Bartholin mungkin masih asing di telinga Anda. Namun fakta menyebutkan bahwa dua di antara 10 wanita berpotensi mengidap masalah kesehatan ini.

Oleh karenanya, penting untuk mengetahui tanda-tanda kista Bartholin agar Anda bisa segera memeriksakan diri ke dokter dan mendapat penanganan terbaik.

Apa itu kista bartholin?

Kelenjar Bartholin terletak di setiap sisi mulut vagina dan berukuran sangat kecil. Karena itu, keberadaannya kerap tidak teraba atau terasa jika dalam kondisi normal.

Kelenjar Bartholin bertugas memproduksi cairan tersebut yang akan mengalir ke vagina melalui saluran tertentu. Fungsi cairan ini adalah melembapkan vagina, serta bertindak sebagai pelumas ketika Anda melakukan hubungan seksual.

Ketika saluran tersebut tersumbat, cairan akan kembali ke kelenjar Bartholin. Sebagai akibatnya, pembengkakan berupa kista bisa terjadi di kelenjar Bartholin. 

Kista tersebut dikenal dengan istilah kista Bartholin, dan paling sering dialami oleh wanita berusia 20 hingga 30-an, yang aktif berhubungan seks.

Kista Bartholin biasanya tidak terjadi pada anak-anak karena kelenjar Bartholin yang belum aktif. Sedangkan pada wanita yang sudah memasuki masa menopause, kista ini bisa menyusut dengan sendirinya.

Kemunculan kista Bartholin bisa disebabkan oleh bakteri yang memicu penyakit menular seksual, seperti gonore dan klamidia. Namun berbeda dengan penyakit tersebut, kista Bartholin tidak menular, sekalipun lewat hubungan seksual.

Kista Bartholin tidak selalu berbahaya

Jangan langsung panik ketika menemukan benjolan di bibir vagina (labia) Anda. Pasalnya, tidak semua kista Bartholin mengganggu aktivitas sehari-hari dan membutuhkan penanganan medis. 

Tanda-tanda kista Bartholin yang tidak membutuhkan pemeriksaan ke dokter meliputi:

  • Benjolan relatif kecil, lunak, dan tidak menyakitkan.
  • Ketika melakukan hubungan seksual, kehadiran benjolan tidak membuat Anda merasa sakit.

Meski begitu, Anda sebaiknya tetap perlu memeriksakannya ke dokter agar mendapatkan diagnosis yang tepat.

Ini tanda-tanda kista Bartholin yang berbahaya

Keberadaan kista Bartholin biasanya memang baru disadari oleh wanita ketika ukuran kista membesar atau terinfeksi. Tanda-tanda kista Bartholin yang sudah terinfeksi adalah sebagai berikut:

1. Bentuk benjolan

Ketika mengalami infeksi, kista Bartholin akan semakin besar hingga seukuran bola golf. Isinya bisa penuh dengan cairan maupun gas. Jika kista tumbuh di salah satu labia, satu sisi dari bibir vagina Anda akan tampak menggantung lebih rendah dari sisi bibir yang lain.

2. Rasa nyeri

Kista Bartholin yang semakin besar dapat menimbulkan nyeri, terutama ketika Anda melakukan hubungan intim atau saat melakukan rutinitas sederhana, seperti duduk dan berjalan.

3. Muncul abses

Saat infeksi tidak segera ditangani, kista Bartholin bisa membentuk abses (benjolan berisi nanah). Abses ini dapat berkembang dengan sangat cepat dan terasa sangat menyakitkan. 

Tanda-tanda kista Bartholin yang sudah mengalami abses ialah kulit di sekitarnya menjadi kemerahan, serta sakit dan hangat ketika disentuh. Penderita juga bisa mengalami demam hingga di atas 38 derajat Celcius, maupun keluarnya cairan abnormal dari vagina.

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

Jika Anda merasakan kemunculan tanda-tanda kista Bartholin, baik yang normal maupun terinfeksi, langsung periksakan diri ke dokter. Pada dasarnya, setiap benjolan yang tumbuh di area genital harus segera diperiksakan untuk mengetahui apakah berpotensi sebagai gejala kanker atau tidak.

Hanya dokter yang bisa menegakkan diagnosis kista Bartholin. Biasanya, dokter sudah bisa mengambil kesimpulan berdasarkan pemeriksaan fisik pada vagina Anda.

Untuk mengetahui secara pasti mengenai pemicu timbulnya kista Bartholin, dokter akan merekomendasikan Anda untuk menjalani pemeriksaan urine maupun mengambil sampel lendir atau nanah dari kista yang terinfeksi.

Bila Anda sudah berusia 40 tahun, tapi masih mengalami tanda-tanda kista Bartholin, dokter akan mengambil sampel jaringan (biopsi) dari kista. Langkah ini bertujuan memastikan apakah kista tersebut mengandung sel-sel kanker atau tidak.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ada sel-sel kanker, Anda bisa bernapas lega. Kista Bartholin bisa diobati, tapi juga bisa kambuh sewaktu-waktu. Yang jelas, kista Bartholin bisa membuat Anda tidak nyaman meski bukan tergolong sebagai penyakit mematikan.

WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/bartholins-gland-cyst#1
Diakses pada 2 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/185022.php
Diakses pada 2 Juli 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bartholins-cyst/
Diakses pada 2 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed