logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

5 Cara Mengatasi Kepala Bayi Peyang, Ketahui Juga Penyebabnya!

open-summary

Kepala bayi peyang adalah bagian belakang kepala terlihat datar yang tidak berbahaya. Penyebabnya bisa karena posisi tidur telentang, kurang tengkurap, dan lain-lain. Simak penjelasannya di sini.


close-summary

15 Feb 2022

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Kepala bayi peyang adalah bagian belakang kepala terlihat datar

Kepala bayi peyang dapat disebabkan karena tekanan yang berlebihan akibat posisi tidur telentang

Table of Content

  • Penyebab kepala bayi peyang
  • Risiko kepala bayi peyang
  • Cara mengatasi kepala peyang pada bayi
  • Pencegahan kepala peyang pada bayi
  • Kapan harus ke dokter?
  • Apakah kepala peyang memengaruhi kecerdasan?
  • Catatan dari SehatQ

Saat menggendong buah hati, coba Anda perhatikan bentuk kepalanya. Apakah bagian belakang kepala bayi datar atau peyang? Jika iya, mungkin Anda dapat mencoba mengatasinya yang bisa dilakukan sendiri maupun oleh dokter.

Advertisement

Tenang, kondisi ini tidaklah berbahaya. Hanya saja, bagi sebagian orangtua bentuk kepala bayi baru lahir yang peyang dianggap kurang baik secara estetika.

Dalam istilah medis, kepala datar disebut juga plagiocephaly. Kondisi ini bisa membuat kepala bayi terlihat tidak simetris, terutama apabila dilihat dari atas.

Penyebab kepala bayi peyang

Tulang kepala atau tengkorak tersusun dari lima lempeng tulang yang saling menyatu. Namun saat bayi baru lahir, tulang tersebut belum menyatu dan masih dibatasi oleh jaringan lunak.

Tekstur tulang pun belum benar-benar keras. Akibatnya, jika kepala bayi mendapatkan tekanan, bentuknya bisa berubah. Tulang kepala bayi baru akan menyatu dan mengeras beberapa bulan setelah kelahiran.

Mengutip Cleveland Clinic, sindrom kepala peyang atau datar pada bayi biasanya terjadi di satu sisi kepala. Akan tetapi, bisa juga terjadi di kedua sisi atau di belakang (brachycephaly).

Beberapa kondisi di bawah ini, bisa memberikan tekanan berlebih pada kepala bayi, sehingga menjadi penyebab kepalanya peyang:

1. Posisi tidur selalu telentang

Bayi memang disarankan untuk tidur terlentang karena posisi tidur ini bisa membantu mengurangi risiko kematian bayi mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS). 

Akan tetapi, tidur telentang bisa menjadi penyebab bentuk kepala peyang pada bayi.

Tentu risiko kepala peyang tidak seberapa jika dibandingkan dengan mengurangi risiko SIDS. Anda tetap perlu memposisikan bayi untuk tidur terlentang, meski berisiko kepala bayi jadi peyang.

Agar tekanan di kepala bayi berkurang saat tidur telentang, perbanyak waktu menggendongnya, sehingga ia tidak perlu terus-terusan berada pada posisi tidur terlentang.

Menaruh bayi di bouncer atau baby seat juga bisa mengurangi risiko terbentuknya kepala peyang.

2. Kurangnya tummy time

Saat bayi sedang terbangun, jangan selalu posisikan ia seperti sedang tidur.

Ingatlah bahwa bayi juga perlu tummy time atau berada di posisi tengkurap. Ini bermanfaat untuk melatih kekuatan otot leher serta otot lainnya yang dibutuhkan untuk merangkak, duduk, dan berdiri.

3. Sempitnya ruang janin karena bayi kembar

Bayi kembar harus berbagi satu rahim bersama-sama sehingga ruang yang tersedia pun jadi lebih sempit. Hal ini meningkatkan kemungkinan kepala bayi mendapatkan tekanan, sehingga menyebabkan peyang.

4. Penggunaan alat vacuum atau forcep saat proses persalinan

Pada saat-saat tertentu, ada alat pembantu yang digunakan pada proses persalinan, seperti vacuum dan forcep. Saat digunakan, alat ini akan memberikan tekanan pada tulang kepala bayi.

Tidak hanya tekanan yang berlebihan, penyebab kepala bayi peyang salah satunya adalah adanya gangguan pada otot leher. Kondisi ini biasanya bisa terjadi akibat rahim yang sempit atau posisi bayi yang sungsang.

5. Bayi lahir prematur

Bayi yang lahir prematur juga lebih berisiko memiliki bentuk kepala yang peyang. Pasalnya, saat lahir, tulang tengkorak mereka lebih lunak dibandingkan bayi lahir sesuai waktunya.

Selain itu, bayi prematur juga mempunyai kecenderungan untuk tidak banyak mengubah posisi kepala. Hal tersebut terjadi karena ia masih kesulitan untuk melakukannya.

Risiko kepala bayi peyang

Meskipun bentuk kepala peyang  tidaklah berbahaya, tetap saja ada risiko yang mungkin muncul akibat kondisi ini.

Jika kepala peyang bayi terbentuk akibat adanya kelainan pada otot leher, maka bayi akan sulit untuk mengangkat kepalanya. Kalau terus dibiarkan, maka lama kelamaan otot di area tersebut akan mengalami gangguan.

Ini bisa berisiko pertumbuhan otot lehernya terhambat, lalu kekuatan otot pun akan berkurang.

Akibatnya, bayi akan berada di posisi yang sama secara terus menerus. Bukan tidak mungkin, otot bayi bisa memendek secara permanen. Pada kondisi terparah, perdarahan di otot bisa terjadi.

Baca Juga

  • Mengenal Komplikasi Bayi Prematur dan Persentase Harapan Hidupnya
  • Ini Cara Memulai MPASI Bayi yang Tepat dengan Pilihan Menu Makanannya
  • Cara Menghangatkan MPASI dengan Benar dan Aman

Cara mengatasi kepala peyang pada bayi

Ada beberapa cara yang bisa orangtua lakukan untuk mengatasi kepala peyang sesuai rekomendasi dokter. Perlu Anda pahami pula bahwa dokter akan melakukan perawatan sesuai usia bayi serta tingkat keparahan kondisinya.

Secara umum, berikut adalah pilihan perawatan dan cara memperbaiki agar bentuk kepala bayi tidak peyang, seperti:

1. Perbanyak tummy time

Perbanyak tummy time bayi di siang hari saat ia terbangun, tetapi tentunya tetap dengan pengawasan. Sebagai contoh, mulailah 3-5 menit setiap sesi. Lakukan 2-3 kali dalam sehari.

Dengan mengistirahatkan kepala bayi dari posisi bersandar, bentuk kepala bayi berangsur-angsur akan berubah.

2. Ganti posisi tidur bayi secara berkala

Saat bayi tidur telentang, sering-seringlah mengubah posisi kepalanya, bergantian dari kiri ke kanan dan sebaliknya. Anda juga dapat mengganti letak bayi di tempat tidur. Cara ini berguna untuk mengurangi peyang pada kepala bayi.

Sebagai contoh, hari ini bayi ditaruh di sisi tempat tidur yang menghadap ke tembok. Lalu di lain hari, ia ditaruh di sisi tempat tidur yang menghadap ke ruangan tidur.

3. Sering menggendong Si Kecil

Menggendong bayi akan mengurangi waktu yang ia habiskan dalam posisi telentang sehingga tekanan di kepala dapat berkurang. Saat menggendong, ubahlah posisinya menjadi lebih bervariasi seperti menghadap ke punggung Anda dan lainnya.

4. Penggunaan helm khusus

Dokter juga dapat memberikan rekomendasi agar bayi menggunakan helm terapi yang khusus dibuat untuk mengatasi kondisi kepala bayi peyang. Helm ini dirancang untuk mencegah sisi kepala yang normal tidak kembali tumbuh, sehingga sisi kepala yang peyang mengisi ruang tumbuhnya.

5. Terapi fisik

Terapi fisik berfungsi agar kepala peyang pada bayi kembali dalam bentuk normal sekaligus mengatasi gangguan otot leher yang mungkin timbul. Terapi ini dilakukan agar otot leher memanjang dan leher menjadi lebih kuat.

Pencegahan kepala peyang pada bayi

Kemungkinan, orangtua tidak bisa mencegah sindrom kepala bayi datar secara keseluruhan.

Namun, Anda bisa mencoba untuk rutin melakukan reposisi. Mengubah posisi adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah bentuk kepala peyang.

  • Ubah posisi tidur secara konsisten. Misalnya, hari ini kepala menghadap kiri dan besok ke kanan.
  • Sesekali lakukan tummy time atau tengkurap dengan jangka waktu tertentu.
  • Ubah posisi menyusui secara rutin.

Kapan harus ke dokter?

Tanda-tanda kepala peyang umumnya muncul ketika bayi berusia sekitar 6 hingga 8 minggu. Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika mendapati kondisi-kondisi seperti:

  • Banyak sisi kepala yang terlihat datar.
  • Salah satu sisi kepala terlihat miring.
  • Mata dan telinga terlihat tidak sejajar.
  • Muncul tonjolan keras pada kepala.

Tak hanya kepala peyang, kondisi di atas dapat jadi pertanda kelainan tulang tengkorak bayi Anda.

Konsultasi dengan dokter bermanfaat untuk mencari tahu penyebabnya secara pasti. Penangan sedini mungkin membantu mencegah kondisinya bertambah parah.

Apakah kepala peyang memengaruhi kecerdasan?

Menjadi hal yang wajar saat Anda merasa khawatir dengan sindrom kepala datar pada bayi. Namun, ketahuilah bahwa kondisi ini akan membaik seiring berjalannya waktu dan perkembangan bayi.

Maka dari itu, bentuk kepala peyang pada bayi tidak mempengaruhi perkembangan otak serta kecerdasannya. Saat bayi tumbuh, mereka mulai bisa mengubah posisi tidur.

Jadi, kemungkinan kepalanya tidak mendapatkan tekanan dalam waktu yang lama, karena posisi tidur pun berubah dengan sendirinya.

Lalu, seiring pertumbuhan dan perkembangan tengkorak, kepala peyang atau datar akan membaik, bahkan dalam kasus yang parah.

Catatan dari SehatQ

Kepala bayi peyang bukanlah hal yang harus terlalu dikhawatirkan. Bentuk kepala peyang pada bayi bisa kembali normal dan membaik seiring berjalannya waktu. Saat bayi bisa duduk sendiri, ia akan mampu mengubah posisi kepalanya dan kemudian selama berbulan-bulan hingga tahunan kondisi kepala peyang bayi akan membaik. 

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai kepala peyang pada bayi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

tumbuh kembang bayisindrom kematian mendadak pada bayikepala bayibayi & menyusuimerawat bayi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved