Mandi secara teratur dapat membantu mengatasi jerawat di dada
Makan makanan manis secara berlebihan bisa menyebabkan jerawat di dada

Jerawat menjadi masalah kulit yang dialami oleh banyak orang. Bukan hanya di wajah, jerawat juga dapat tumbuh di mana saja, baik leher, bahu, pantat, punggung, kemaluan, hingga dada.

Meski umumnya tertutup oleh pakaian, namun jerawat di dada juga bisa membuat Anda terganggu. Tak hanya itu, kepercayaan diri Anda juga dapat berkurang ketika harus membuka pakaian. Lantas, apa penyebab jerawat di dada?

Penyebab jerawat di dada

Jerawat umumnya terjadi pada remaja dan dewasa muda, namun dapat pula terjadi pada orang yang lebih tua. Orang yang bermasalah dengan jerawat mungkin memiliki bekas jerawat yang gelap, jaringan parut, kepercayaan diri rendah, dan depresi. Terdapat berbagai penyebab jerawat di dada yang potensial, di antaranya:

  • Perubahan hormon

Perubahan hormon dapat mendorong timbulnya jerawat di dada. Ketika hormon androgen mengalami peningkatan, produksi minyak tubuh pun menjadi lebih tinggi sehingga memicu jerawat muncul.

  • Dehidrasi

Tidak mendapat cukup cairan dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh, termasuk kulit. Ketika mengalami dehidrasi, kulit cenderung lebih kering dan bersisik. 

Tubuh pun meningkatkan produksi minyak untuk melembapkan kulit. Namun, kotoran-kotoran yang ada dapat tersangkut di pori-pori kulit yang terlalu berminyak sehingga menimbulkan jerawat, termasuk di dada.

  • Pemakaian parfum

Memakai parfum dapat mengiritasi kulit sehingga memicu munculnya jerawat. Ketika dipakaikan di dada, jerawat pun dapat timbul di area tersebut. Tak hanya itu, mengaplikasikan riasan di dada, seperti bedak, juga berpotensi menyumbat pori-pori yang menyebabkan jerawat timbul.

  • Berolahraga

Meski menyehatkan, berolahraga juga dapat menyebabkan jerawat di dada pada sebagian orang. Gesekan antara kulit yang berkeringat dan pakaian yang dikenakannya dapat memicu munculnya jerawat pada dadanya. 

  • Mengonsumsi makanan manis berlebih

Mengonsumsi makanan manis dapat membuat gula darah melonjak dengan cepat. Tubuh pun akan meningkatkan insulin yang dapat memicu produksi minyak di kulit menjadi lebih banyak. Hal ini tentu bisa menyebabkan timbulnya jerawat di dada maupun bagian tubuh lain yang rentan terkena jerawat.

Hal ini bisa dijelaskan secara medis, karena ketika tubuh mengonsumsi makanan manis secara berlebihan, hormon androgen akan ikut meningkat untuk menstabilkan kadar gula berlebih pada darah, akibatnya jerawat juga akan muncul seiring dengan peningkatan androgen.

  • Penggunaan pelembap

Pelembap dapat membantu mengatasi kulit kering dan pecah-pecah. Namun, bagi sebagian orang, menggunakan pelembap yang mengandung minyak (losion) dapat menyebabkan dada berjerawat karena terjadi penyumbatan pori-pori akibat kotoran dan bakteri.

  • Paparan sinar matahari

Paparan sinar matahari dapat menyebabkan dehidrasi dan membuat kulit semakin kering. Hal ini memicu tubuh memproduksi lebih banyak minyak untuk merehidrasi kulit, sehingga memicu terbentuknya jerawat termasuk di dada.

  • Penggunaan deterjen tertentu

Memakai pakaian yang bersih bisa membantu Anda terhindar dari jerawat karena mampu mencegah kotoran tersumbat di pori-pori. Namun, pada sebagian orang, menggunakan deterjen tertentu, terutama yang mengandung pewarna atau parfum, bisa menyebabkan timbulnya jerawat di dada. 

Cara mengatasi jerawat di dada

Ketika memiliki jerawat di dada, tentu Anda ingin segera menghilangkannya, apalagi jika jumlahnya banyak. Dalam mengatasi jerawat di dada, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, yaitu:

  • Mandi secara teratur

Dalam mengatasi jerawat di dada, rutinlah mandi setiap hari. Mandi secara teratur dapat membantu menghilangkan penyumbat pori-pori sehingga jerawat di dada bisa lebih cepat hilang. Tak hanya itu, tubuh pun akan terasa lebih segar dan nyaman.

  • Gunakan sabun penghilang jerawat

Asam salisilat adalah bahan yang dapat mengobati jerawat dengan cara mengeringkannya. Oleh sebab itu, menggunakan sabun yang mengandung asam salisilat dapat membantu menghilangkan jerawat di dada. 

  • Menggunakan pakaian yang longgar

Menggunakan pakaian yang longgar dapat membantu kulit Anda bernapas, serta terhindar dari iritasi sehingga tak memperburuk kondisi jerawat yang Anda miliki. Cobalah kenakan pakaian yang berbahan katun dan hindari yang berbahan wol, nilon, serta spandex.

  • Tetap terhidrasi

Tetap terhidrasi dengan minum air putih dengan cukup, akan membantu mengurangi jerawat di dada dan membuat kulit menjadi lebih sehat. Selain itu, hindari pula mengonsumsi makanan yang mengandung gula secara berlebihan karena dapat memperburuk jerawat.

  • Mengoleskan losion nonkomedogenik (tidak menyumbat pori)

Ketika dioleskan ke dada, losion nonkomedogenik dapat membantu melembapkan kulit tanpa memperburuk atau menimbulkan jerawat baru. Bahkan beberapa losion mengandung asam salisilat yang dapat membantu menghilangkan jerawat.

  • Melakukan eksfoliasi (pengelupasan kulit)

Eksfoliasi atau pengelupasan kulit dapat membantu menghilangkan sel kulit mati sehingga tidak menyumbat pori-pori. Selain itu, sel-sel kulit baru pun akan muncul dan membuat kulit terasa lebih halus. Lakukanlah seminggu sekali karena jika terlalu sering dapat mengiritasi kulit.

  • Menggunakan obat jerawat

Anda dapat menggunakan obat oles yang berbahan asam salisilat atau benzoil peroksida untuk mengatasi jerawat di dada. Ini dapat membantu mengecilkan jerawat dan menyembuhkan peradangan yang terjadi. 

Selain itu, Anda juga dapat mencoba bahan alami, seperti minyak tea tree oil atau madu dan lemon, untuk diaplikasikan pada kulit. Namun, pastikan menggunakannya dengan benar dan kondisi Anda mendukung.

Jika jerawat di dada yang Anda miliki tak kunjung hilang atau semakin memburuk, sebaiknya konsultasikan pada dokter kulit. Dokter kulit akan membantu Anda mengatasi masalah jerawat yang mengganggu.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320973.php#is-it-acne-or-folliculitis
Diakses pada 10 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/chest-acne#see-your-specialist
Diakses pada 10 Desember 2019

Artikel Terkait