Yogurt untuk Bayi, Ini 5 Syarat yang Harus Dipenuhi


Yogurt untuk bayi aman diberikan jika anak sudah berusia 9 hingga 10 bulan. Sebelum memberikan produk olahan susu ini, pastikan yogurt tidak mengandung gula tambahan agar giginya tidak keropos dan mengurangi risiko obesitas.

(0)
20 Dec 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Yogurt untuk bayi aman untuk bayi usia 9 hingga 10 bulanYogurt untuk bayi aman diberikan jika usia buah hati mencapai 9 hingga 10 bulan
Yogurt untuk bayi aman diberikan ketika bayi berusia 9 hingga 10 bulan. Saat ingin memberikan produk olahan susu ini, yogurt yang aman untuk bayi adalah yogurt tawar (plain) tanpa tambahan pemanis, kaya akan lemak, mengandung prebiotik, dan telah diproses dengan cara pasteurisasi.Sebagian ibu mungkin merasa ragu memberi yogurt untuk bayi karena khawatir akan mengganggu pencernaannya. Lantas, bagaimanakah cara tepat untuk memberikannya pada buah hati?

Keamanan yogurt untuk bayi

Yogurt untuk bayi aman diberikan pada usia 9 hingga 10 bulan
Sebenarnya, boleh-boleh saja memberi yogurt pada bayi. Pasalnya, sebagian besar bayi mulai dapat mengonsumsi yogurt setelah diperkenalkan pada makanan pendamping ASI (MPASI) di sekitar usia 6 bulan.Meski begitu, banyak dokter yang menyarankan pemberian yogurt pada bayi dilakukan ketika usianya sudah menginjak 9 atau 10 bulan.Yogurt menjadi pilihan asupan yang sangat baik bagi bayi karena mengandung beragam nutrisi penting. Mulai dari protein, kalsium, hingga vitamin. Namun, jangan sembarangan membeli dan memberikan produk yogurt pada Si Kecil.

Perhatikan ini saat memberikan yogurt pada buah hati

Ada beberapa syarat yang sebaiknya dipenuhi oleh orang tua ketika memberikan yogurt untuk buah hatinya. Apa sajakah syarat tersebut?

1. Pilihlah plain yoghurt

Plain yogurt tanpa tambahan gula lebih aman sebagai yogurt untuk bayi
Jenis yogurt harus tanpa rasa dan tambahan gula, alias plain yoghurt. Pada dasarnya, yogurt telah mengandung gula alami dalam bentuk laktosa. Penambahan gula dalam yogurt bisa saja memicu terjadinya kerusakan gigi dan obesitas pada bayi.Oleh sebab itu, Anda harus memeriksa ada atau tidaknya kandungan gula tambahan pada komposisi nilai gizi. Informasi ini umumnya tertera pada kemasan.Bila tercantum tambahan gula dengan nama sirup jagung, tetes tebu atau tebu kristal, pemanis jagung, fruktosa, dekstrosa, madu, konsentrat jus buah, molase, sukrosa, maltosa, sirup malt, atau glukosa pada kemasan, orang tua juga sebaiknya tidak memberikannya pada bayi. 

2. Gunakan pemanis alami

Tambahkan buah halus sebagai pemanis alami yogurt untuk bayi
Sebagai tambahan pemanis pada yogurt untuk bayi, Anda dapat menambahkan buah yang telah dihaluskan.Namun, jika bayi sudah terbiasa melahap makanan padat, tambahkanlah potongan buah atau sayuran yang lunak dalam sajian yogurt. 

3. Awasi penggunaan madu

Madu sebagai pemanis yogurt untuk bayi tidak boleh diberikan
Hindari memberi madu sebagai pemanis bila bayi berusia di bawah 1 tahun. Pasalnya, madu mengandung bakteri yang bisa menyebabkan botulisme.

4. Jangan memberikan yogurt tanpa lemak

Berikan yogurt untuk bayi kaya lemak untuk membantu pertumbuhan
Pada bayi berusia di bawah 2 tahun, hindari memberikan yogurt tanpa lemak. Pasalnya, bayi membutuhkan kalori dan lemak dalam susu untuk pertumbuhannya.

5. Pastikan yogurt memenuhi syarat berikut

Pastikan yogurt untuk bayi terbuat dari susu murni
Pastikan bahwa yogurt yang aman untuk bayi telah melalui proses pasteurisasi, terbuat dari susu murni, dan mengandung probiotik.Sebelum memberikan yogurt, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter. Langkah ini akan membantu Anda untuk mengetahui apakah Si Kecil memiliki alergi susu atau alergi makanan tertentu.Dengan ini, pemberian yogurt untuk bayi bisa dilakukan dengan aman dan manfaatnya bisa didapat secara optimal. 

Manfaat yogurt untuk bayi

Yogurt mengandung beragam nutrisi penting yang baik untuk tumbuh kembang bayi. Protein, vitamin, kalsium, lemak, dan probiotik yang ada di dalamnya berguna pula dalam menunjang kesehatan bayi. Mari simak penjelasannya di bawah ini:

1. Meningkatkan kesehatan pencernaan

Probiotik pada yogurt untuk bayi baik untuk pencernaan
Probiotik (bakteri baik) dalam yogurt dapat memperlancar fungsi sistem pencernaan bayi dengan meningkatkan kesehatannya. Contoh bakteri baik ini adalah Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium lactis.Lactobacillus acidophilus bisa membantu dalam mengurangi gejala intoleransi laktosa. Sementara Bifidobacterium lactis dapat mencegah sembelit dan menurunkan frekuensi serangan irritable bowel syndrome (IBS).Tak hanya itu, yogurt yang mengandung bakteri Streptococcus thermophilus juga mampu mengurangi rasa kembung dan kram perut yang mungkin dirasakan oleh bayi.

2. Meredakan diare

Gejala dan durasi diare berkurang setelah konsumsi yogurt untuk bayi
Suatu penelitian dalam Nutrition Research Journal menunjukkan bahwa yogurt dapat mengurangi gejala dan durasi diare pada bayi.Manfaat yogurt untuk bayi ini muncul karena yogurt dapat memelihara bakteri baik di saluran pencernaan sehingga mampu mengurangi infeksi bakteri dan frekuensi diare.Banyak pula penelitian mengungkap bahwa yogurt mampu melindungi infeksi saluran cerna yang disebabkan oleh bakteri Salmonella, E.Coli, Shigella, dan Rotavirus.

3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Probiotik dan asam laktat pada yogurt untuk bayi kuatkan imun bayi
Probiotik dan asam laktat dalam yogurt dapat membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi secara keseluruhan. Kandungan vitamin A dan D di dalamnya juga mampu menjaga sistem imun bayi

4. Mengoptimalkan kesehatan tulang

Tulang menjadi kuat berkat yogurt untuk bayi
Yogurt kaya akan nutrisi yang baik untuk tulang, seperti kalsium, protein, fosfor, magnesium, dan vitamin D.Protein pengikat zat besi dan laktoferin dalam yogurt juga mampu meningkatkan aktivitas sel osteoblas yang membangun tulang dan mengurangi aktivitas sel osteoklas yang berfungsi melerai tulang.Karena itulah, pemberian yogurt anak-anak dan bayi juga dianggap dapat mengoptimalkan massa tulang dan menurunkan risiko osteoporosis di kemudian hari.

5. Membantu dalam mengatasi insomnia

Tidur lebih nyenyak berkat triptofin dan vitamin B kompleks pada yogurt untuk bayi
Sebagian bayi sulit tidur di malam hari. Untuk mengatasi kondisi ini, vitamin B kompleks dan tripofin dalam yogurt mungkin dapat membantu.Vitamin B kompleks dan tripofin akan merangsang produksi serotonin, yaitu neurotransmiter yang mengendalikan pola tidur. Selain itu, kandungan magnesium dalam fermentasi susu ini pun memiliki efek menenangkan sehingga bisa memicu bayi untuk tidur.

6. Mengurangi risiko infeksi saluran kemih (ISK)

Probiotik pada yogurt untuk bayi bantu atasi infeksi saluran kemih
Kandungan probiotik pada yogurt rupanya membantu melindungi bayi dari bakteri penyebab infeksi saluran kemih (ISK). Hal ini pun dibuktikan pada penelitian yang diterbitkan pada Iranian Journal of Pediatrics.Riset ini menemukan, dibanding penggunaan antibiotik saja, kombinasi antibiotik dan probiotik pada yogurt untuk bayi lebih manjur untuk mengobati demam dan bakteri yang sudah kebal (resisten).Riset lain dari Clinical Interventions in Aging juga menemukan, probiotik pada yogurt untuk bayi mampu mengaktifkan kekebalan tubuh untuk melawan bakteri penyebab ISK.

Resep olahan yogurt untuk bayi

Tambahkan yogurt untuk bayi ke dalam resep smoothie sebagai MPASI
Agar tidak membosankan, yogurt untuk bayi bisa disajikan ke dalam berbagai olahan. Karena masih belajar mencerna makanan pertama bayi yang lebih padat, sajian yogurt dan buah yang telah dilumatkan pun bisa menjadi pilihan.Salah satu olahan yogurt untuk bayi yang cocok adalah smoothies yogurt. Persiapkan bahan dan cara pengolahannya berikut ini:Bahan-bahan:
  • 2 buah pisang.
  • 100 gram stroberi beku.
  • 300 ml yogurt tawar.
Cara pengolahan:
  • Masukkan semua bahan ke dalam blender.
  • Lumat hingga tekstur sesuai yang diinginkan.
  • Tuangkan smoothies ke mangkuk.
  • Jika ada sisa stroberi dan pisang, potong-potong, lalu tambahkan ke dalam smoothie yang sudah diblender.

Catatan dari SehatQ

Yogurt untuk bayi menawarkan banyak manfaat. Mulai dari baik untuk pencernaan, menyehatkan, hingga membantu buah hati tidur.Meski demikian, perhatikan syarat-syarat sebelum memberikan produk olahan susu ini. Misalnya, usia Si Kecil dan jenis yogurt yang dipilih.Jangan lupa pula untuk memastikan bahwa anak Anda tidak memiliki alergi terhadap susu sebelum memberikan yogurt.Jika buah hati menunjukkan gejala seperti muntah, gatal-gatal, serta pembengkakan di sekitar bibir atau mata, segera hubungi dokter anak melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ dan bawa ia ke dokter. Keluhan-keluhan ini bisa saja menandakan reaksi alergi.Apabila Anda ingin mendapatkan keperluan bayi dan ibu menyusui, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuimpasimakanan bayiresep mpasi
Baby Center. https://www.babycenter.com/404_when-can-my-baby-eat-yogurt_1368506.bc
Diakses pada 20 Desember 2019
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/when-can-babies-eat-yogurt-284243
Diakses pada 20 Desember 2019
Medindia. https://www.medindia.net/patients/lifestyleandwellness/top-5-health-benefits-of-yogurt-for-babies.htm
Diakses pada 20 Desember 2019
Nutrition Research Journal. https://academic.oup.com/ajcn/article/71/4/861/4729065
Diakses pada 28 November 2020
Iranian Journal of Pediatrics. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3883373/
Diakses pada 28 November 2020
Clinical Interventions in Aging. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5557113/
Diakses pada 28 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait