logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
Forum
Hidup Sehat

Jangan Kaget, Kalori Pizza per Potong Ternyata Sangat Tinggi

open-summary

Kalori satu potong pizza yang tidak menggunakan topping apapun sudah bisa mencapai 300 kalori. Sementara jika menggunakan topping, kalorinya akan bertambah. Tingginya kalori dalam sepotong pizza dapat memicu berbagai gangguan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.


close-summary

Ditinjau secara medis oleh dr. Reni Utari

11 Jul 2020

Kalori pizza dengan toping daging bisa capai 500 kalori per potongnya

Kalori pizza sangat besar yaitu sekitar 300-700 kalori per potong

Table of Content

  • Membedah lebih lanjut soal kalori pizza
  • Tips untuk membatasi kalori pizza
  • Bahaya kesehatan yang terkandung dalam sepotong pizza
  • Pesan dari SehatQ

Sadarkah Anda jika kalori pizza sebenarnya sangat tinggi? Tergantung dari topping, saus, maupun ketebalan rotinya. Kalori 1 slice pizza berukuran sedang saja bisa menyumbangkan sekitar 200-300 kalori. Sementara itu jika ukurannya besar dan memiliki banyak topping, kalori sepotong pizza bisa mencapai 400-700 kalori.

Advertisement

Jika Anda mengonsumsi lebih dari satu potong pizza dalam sekali makan, maka sudah hampir bisa dipastikan kalori akan menumpuk di tubuh. Seperti yang kita tahu, terlalu banyak kalori akan disimpan tubuh dalam bentuk lemak yang bisa memicu kenaikan berat badan dan berbagai penyakit berbahaya, mulai dari penyakit jantung hingga diabetes.

Baca Juga

  • Benarkah Makanan Gosong Bisa Menyebabkan Kanker?
  • Arti Simbol Kode Segitiga Pada Kemasan Plastik
  • Ini Hubungan Covid-19 Dan Obesitas Yang Perlu Diwaspadai

Membedah lebih lanjut soal kalori pizza

Pizza adalah makanan yang fleksibel. Sebab mulai dari topping, saus, hingga ketebalan rotinya bisa dimodifikasi sesuai keinginan. Jenis pizza yang paling standar adalah pizza keju dengan saus tomat dan roti dengan ketebalan sedang tanpa tambahan daging ataupun sayuran lain.

Dalam bentuk paling sederhananya tersebut, kandungan nutrisi dalam pizza adalah sebagai berikut.

  • Kalori: 285
  • Lemak: 10,4 gram
  • Sodium: 640 mg
  • Karbohidrat: 35,7 gram
  • Serat: 2,5 gram
  • Gula: 3,8 gram
  • Protein: 12,2 gram

Sementara jika mengambil contoh pizza dengan topping pepperoni yang banyak tersedia di gerai pizza cepat saji, satu potong ukuran sedang bisa mengandung nutrisi kurang lebih seperti berikut ini:

  • Kalori: 460
  • Lemak: 26 gram
  • Karbohidrat: 37 gram
  • Gula: 1 gram
  • Sodium: 900 mg

Jumlah kalori tersebut barulah untuk satu potong. Sementara biasanya, dalam satu kali makan satu orang bisa menghabiskan 2-3 potong pizza, ditambah minuman bersoda, serta makanan pendamping lain seperti roti bawang, pasta, kentang goreng, atau makanan penutup seperti es krim dan gelato.

Sehingga jumlah kalori yang masuk ke tubuh dalam satu kali makan bisa saja hampir memenuhi kebutuhan kalori harian. Padahal dalam satu hari, seseorang perlu makan dua hingga tiga kali.

Untuk itu, bagi yang sedang menjaga asupan kalori maupun berusaha untuk menurunkan berat badan, makanlah pizza secukupnya saja. Anda hanya perlu membatasi jumlahnya agar kalorinya tidak melebihi kebutuhan kalori harian.

Untuk wanita, 2.000 kalori adalah jumlah yang disarankan untuk dikonsumsi per hari. Sementara itu untuk pria adalah 2.500 kalori. Namun kebutuhan jumlah kalori setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, metabolisme, serta aktivitas fisik sehari-hari.

Baca juga: Cara Membakar Kalori Tak Hanya Olahraga

Tips untuk membatasi kalori pizza

Selain membatasi jumlah konsumsi, ada beberapa trik lain yang bisa Anda lakukan untuk membantu membatasi kalori saat mengonsumsi pizza, seperti berikut ini.

1. Membuat pizza sendiri di rumah

Membuat pizza sendiri di rumah membuat Anda bisa lebih mengontrol bahan-bahan yang akan digunakan, sehingga jadi lebih mudah untuk membatasi kalori.

Anda bisa memodifikasi pizza buatan sendiri dengan mengganti tepung terigu untuk membuat rotinya menjadi tepung tanpa gluten atau tepung gandum. Untuk pilihan yang lebih sehat lagi, Anda bahkan bisa membuat roti pizza dari kembang kol atau tepung kacang.

2. Memilih topping yang lebih sehat

Saat membuat pizza sendiri, Anda juga bisa menambahkan topping yang lebih sehat seperti jamur, ayam panggang, dan brokoli, dibanding dengan daging olahan seperti pepperoni atau sosis.

Apabila Anda membeli pizza pun, biasanya akan tersedia berbagai topping yang bisa dipilih, mulai dari yang banyak sayurannya hingga yang berisi banyak daging olahan. Untuk opsi yang lebih sehat, pilihlah jenis yang pertama.

3. Mengontrol porsi saat makan pizza

Terlalu banyak makan, meski itu adalah pizza yang dibuat dengan bahan-bahan yang sehat, tetap bisa memicu kenaikan berat badan. Sehingga, pastikan Anda menahan diri untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Jika biasanya Anda makan 3 potong pizza, maka kali ini konsumsilah 1 potong saja. Agar lebih kenyang, imbangi asupan dengan mengonsumsi salad atau buah setelah atau sebelum mengonsumsi pizza.

4. Memperhatikan makanan dan minuman pendamping saat makan pizza

Kalori pizza juga bisa lebih terkendali jika Anda mengonsumsinya dengan tidak menambahkan makanan tinggi karbohidrat lainnya. Saus tomat dan sambal botolan, taburan keju parmesan bubuk , atau garlic bread yang biasa tersaji bersama dengan pizza juga dapat menyumbangkan kalori berlebih untuk tubuh.

5. Memilih pizza yang rotinya tipis

Roti pizza atau crust juga menyumbangkan cukup banyak kalori pada sepotong pizza. Semakin tebal rotinya, maka kalorinya pun semakin banyak. Sehingga saat memesan, pilihlah jenis pizza yang rotinya lebih tipis.

Jika memungkinkan, pilih juga roti pizza yang terbuat dari gandum dan bukan yang terbuat dari tepung terigu. Dengan memilih roti gandum sebagai dasar untuk topping pizza, Anda tidak hanya membatasi kalori, tapi juga sudah menambah asupan serat untuk tubuh.

Bahaya kesehatan yang terkandung dalam sepotong pizza

Kandungan kalorinya yang tinggi dalam sepotong pizza bisa menimbulkan sejumlah efek samping. Bukan hanya karena tinggi kalori, dikutip dari beberapa penelitian, banyak dari pizza yang mengandung MSG. 

Pizza cepat saji misalnya, akan mengandung lebih banyak bahan MSG, pewarna buatan, hingga sirup jagung yang tinggi fruktosa. Akibatnya, sejumlah kandungan ini akan berdampak negatif untuk kesehatan.

Beberapa risiko kesehatan yang perlu diwaspadai di antaranya adalah:

  • Membuat perut buncit
  • Meningkatkan kolesterol
  • Meningkatkan risiko hipertensi
  • Meningkatkan kadar gula darah
  • Memicu risiko penyakit diabetes

Untuk menghindari segala risiko kesehatan di atas, Anda bisa mengonsumsi pizza sehat untuk dimakan. Cara bikin pizza yang sehat adalah dengan menambahkan toping yang lebih bergizi.

Salah satu rekomendasi isian pizza yang sehat adalah aneka sayuran, seperti brokoli hingga jamur. Selain itu, Anda mungkin bisa memilih jenis tepung yang lebih rendah kalori untuk memasak pizza yang sehat.

Baca juga: 10 Makanan Tinggi Kalori untuk Membantu Menambah Berat Badan

Pesan dari SehatQ

Kalori pizza dalam satu kali penyajian cukup besar, sehingga Anda disarankan untuk membatasi konsumsinya. Jika Anda ingin makan pizza, pastikan kalorinya tidak melebihi dari jumlah yang akan Anda bakar, untuk mencegah kenaikan berat badan.

Jika ingin berkonsultasi langsung seputar makanan sehat lainnya, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

makanan tidak sehatmakanan penyebab jerawatmembakar kalorikelebihan berat badan

Ditulis oleh Nina Hertiwi Putri

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq
    FacebookTwitterInstagramYoutubeLinkedin

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Perusahaan

Dukungan

Butuh Bantuan?

Jam operasional:
07:00 - 20:00 WIB

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved