Jangan Geli Dulu, Ini Sederet Manfaat Cacing Tanah untuk Kesehatan

Tak hanya berfungsi untuk menyuburkan tanah, ternyata manfaat cacing tanah untuk kesehatan juga tak kalah banyak
Kandungan protein cacing tanah sangat tinggi, belum lagi zat besi dan asam amino

Tak hanya berfungsi untuk menyuburkan tanah, ternyata manfaat cacing tanah untuk kesehatan juga tak kalah banyak. Sebut saja obat cacing yang dianggap banyak orang ampuh mengatasi penyakit demam tifoid. Manfaat cacing tanah ini tak lepas dari kandungannya seperti protein dan asam amino.

Mungkin Anda masih asing membayangkan cacing tanah sebagai menu makanan sehari-hari. Di Venezuela, suku Ye’kuana terbiasa mengolah cacing tanah dengan merebus sebelum mengonsumsinya. Siapa tahu, suatu hari nanti Indonesia akan melakukan hal serupa?

Manfaat cacing tanah untuk kesehatan

Menurut profesor antropologi dari University of Colorado-Boulder, cacing tanah bisa dimakan dan merupakan bagian dari bahan makanan, sama halnya seperti ayam. Kandungan proteinnya sangat tinggi, belum lagi zat besi dan asam amino.

Apa saja manfaat cacing tanah untuk kesehatan?

1. Mengatasi diare

Bagi yang sedang mengalami diare, tak ada salahnya mencoba manfaat cacing tanah yang bisa melawan bakteri penyebab diare seperti bakteri E. coli.

2. Obat tipes atau demam tifoid    

Obat cacing untuk tipes sudah bukan hal asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Ekstrak cacing tanah ini diletakkan dalam kapsul dan direkomendasikan dikonsumsi penderita demam tifoid. Lagi-lagi, manfaat cacing tanah datang dari kandungan antibakteri di dalamnya.

3. Atasi peradangan

Peradangan kerap terjadi ketika tubuh sedang tidak dalam kondisi fit. Kabar baiknya, cacing tanah dapat mengatasi peradangan. Senyawa organik dalam cacing tanah yang bernama lumbrokinase membantu mengurangi peradangan di tubuh seseorang.

4. Mengatasi konstipasi

Tak hanya mengatasi diare, cacing tanah juga bisa mengatasi konstipasi. Cacing tanah mengandung nutrisi yang baik untuk sistem pencernaan seseorang. Dengan demikian, proses penyerapan makanan juga berjalan lebih baik.

5. Kaya nutrisi

Cacing tanah juga mengandung protein yang bahkan lebih tinggi ketimbang ikan dan daging. Tak hanya itu, asam amino cacing tanah juga tinggi, salah satu sumber nutrisi yang diperlukan tubuh.

Jika belum cukup, hitung pula kandungan cacing tanah berupa vitamin, zat besi, dan juga kalsium. Bisa dibilang, cacing tanah adalah salah satu makanan yang kaya nutrisi.

6. Mengendalikan gula darah

Penderita diabetes juga tak perlu ragu mengonsumsi cacing tanah. Justru, cacing tanah bisa membantu mengendalikan kadar gula darah sehingga tetap terkendali.

7. Sumber kalsium

Alasan mengapa cacing tanah kerap dikonsumsi suku-suku di beberapa negara adalah karena inilah sumber kalsium yang tersedia. Apalagi, tidak semua daerah memiliki sumber kalsium seperti dari sapi dan produk olahan susu lainnya.

Walau demikian, mengonsumsi cacing tanah hanya merupakan terapi alternatif saja, bukan sebagai pilihan pengobatan yang utama.

Masih banyak manfaat cacing tanah bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berkala. Sangat wajar jika sekarang mayoritas orang masih merasa jijik atau tidak biasa membayangkan mengonsumsi cacing tanah.

Jika terpikir untuk mengonsumsi cacing tanah, pastikan diperoleh dari sumber yang benar-benar bersih dan tanahnya tidak terkontaminasi. Kemudian, olah dengan merebusnya beberapa kali untuk menghilangkan lendir dari cacing tanah.

Setelah itu, rebusan cacing tanah bisa diolah menjadi makanan seperti bakso, ditumis dengan bawang, atau dikonsumsi bersama dengan daging sapi. Apapun itu, pilihan ada di tangan Anda.

NPR. https://www.npr.org/sections/goatsandsoda/2016/08/10/489302134/should-we-make-room-for-worms-on-our-dinner-plate
Diakses 21 Februari 2020

The Guardian. https://www.theguardian.com/lifeandstyle/2016/feb/08/why-a-diet-of-worms-could-be-good-for-you
Diakses 21 Februari 2020

Daily Mail. https://www.dailymail.co.uk/health/article-300536/Eating-worms-good-you.html
Diakses 21 Februari 2020

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/the-benefits-of-lumbrokinase-89608
Diakses 21 Februari 2020

Artikel Terkait