Jangan Dijilat! Ini Cara Menghilangkan Luka di Bibir Berdarah yang Efektif


Ada banyak orang mudah mengalami bibir berdarah. Cara menghilangkan luka di bibir harus sesuai dengan penyebabnya, tidak bisa sembarangan.

(0)
01 Jan 2021|Azelia Trifiana
Cara mengobati bibir berdarahBibir berdarah menyebabkan rasa tak nyaman di mulut
Bibir termasuk bagian tubuh yang paling tipis dan lembut. Itulah sebabnya, banyak orang mudah mengalami bibir berdarah. Cara menghilangkan luka di bibir harus sesuai dengan penyebabnya, tidak bisa sembarangan.Kabar baiknya, sebagian besar kondisi bibir berdarah bukan indikasi masalah serius. Kenali penyebabnya untuk tahu bagaimana cara mengatasinya dengan efektif.

Penyebab bibir berdarah

Bibir rentan menjadi kering, pecah-pecah, hingga berdarah karena tidak ada perlindungan seperti bagian kulit lainnya. Selain itu, bibir juga tidak bisa memproduksi zat yang bisa melembapkan permukaannya.Terkadang, masalah pada bibir terjadi secara bertahap. Itu sebabnya sulit menentukan penyebab pasti bibir menjadi pecah-pecah atau berdarah. Beberapa faktor yang bisa memicu bibir berdarah di antaranya:

1. Bibir pecah-pecah

bibir pecah-pecah
Gunakan lip balm agar mencegah bibir pecah-pecah
Kondisi bibir pecah-pecah terjadi karena ada peradangan dan iritasi kulit. Bibir kering bisa terjadi kapan saja, pemicunya pun beragam. Contohnya seperti faktor lingkungan. Cuaca yang terlalu dingin, udara kering, atau berangin.Jika sudut bibir yang mengalami peradangan cukup parah, istilahnya adalah angular cheilitis. Biasanya, luka muncul di bagian sudut bibir.

2. Paparan sinar matahari

Bukan hanya untuk melindungi kulit saja, tabir surya juga penting untuk melindungi bibir dari paparan sinar UV yang berbahaya. Bibir yang tidak terlindungi dan terkena sinar matahari langsung, rentan mengalami peradangan.Jika paparan ini terjadi dalam jangka panjang, bibir menjadi kaku dan kering. Akibatnya, bisa menyebabkan bibir pecah-pecah.

3. Cedera

Penyebab bibir berdarah lainnya adalah cedera. Bentuknya bisa berupa hantaman atau pukulan pada bibir, terjatuh, tergigit, atau terkena goresan pinggir kertas (paper cut). Selain pecah, juga bisa menimbulkan bibir berdarah dan bengkak.

4. Dehidrasi

dehidrasi
Pastikan konsumsi air agar bibir tidak pecah akibat dehidrasi
Jika orangtua menyuruh sering minum agar bibir tidak pecah-pecah, itu bukan sekadar mitos. Dehidrasi bisa menyebabkan bibir menjadi kering. Pemicunya sebenarnya bukan hanya kurang minum, namun juga kondisi lain seperti berkeringat, diare, muntah, atau sedang sakit.

5. Kekurangan vitamin dan mineral

Orang yang kekurangan vitamin B bisa mengalami masalah pada kulit. Alasannya, vitamin B berperan dalam metabolisme, sumber energi, melawan penyakit, dan juga membuat kulit menjadi sehat.Kekurangan vitamin B akan menimbulkan berbagai masalah pada kulit mulai dari jerawat, ruam, hingga bibir pecah-pecah.Selain vitamin, kekurangan mineral seperti zinc dan zat besi juga bisa menimbulkan konsekuensi serupa, terutama di bagian sudut mulut.

6. Reaksi alergi

Mencoba produk baru seperti pasta gigi, lipstick, pelembap bibir, atau apapun yang diaplikasikan di sekitar mulut juga bisa menyebabkan reaksi alergi. Biasanya, reaksi alergi ini disertai dengan gejala selain bibir berdarah yaitu bibir kering, iritasi, gatal, serta munculnya ruam di sekitar mulut.Apabila ini terjadi setelah mencoba produk baru, segera hentikan penggunaannya. Lihat apakah ada perbaikan setelah menghentikannya.

Cara menghilangkan luka di bibir

Mengalami luka di bibir bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk makan dan juga minum. Beberapa cara untuk menghilangkannya bisa dengan:

1. Beri perlindungan

Sangat penting memastikan bibir terlindungi dari paparan cuaca dingin, udara kering, angin, dan juga matahari karena bisa menyebabkan bibir kering. Aplikasikan lip balm atau petroleum jelly sebelum pergi keluar rumah. Dengan demikian, bibir akan terlindungi dan tetap lembap.

2. Jangan menjilat bibir

Ketika kondisi bibir kering, keinginan untuk membasahinya dengan cara dijilat tentu sering muncul. Namun, sebisa mungkin hindari menjilat bibir yang kering. Ini hanya akan membuat kondisinya memburuk.Alasannya, saat air liur atau saliva menguap, kelembapan dari bibir akan ikut hilang. Artinya, bibir akan semakin rentan terpapar kondisi lingkungan.

3. Minum cairan

Memastikan tubuh terhidrasi dengan baik sangatlah penting. Pilih cairan yang bermanfaat untuk tubuh seperti air putih, jus buah tanpa gula, atau air kelapa. Hindari minuman yang mengandung kafein karena bersifat diuretik yaitu merangsang buang air kecil.Tak hanya itu, batasi pula konsumsi alkohol karena bisa menyebabkan muntah dan diare. Kondisi ini bisa memicu terjadinya dehidrasi.

4. Kompres es batu

Cara menghilangkan luka di bibir juga bisa dengan mengaplikasikan kompres dingin. Ini efektif terutama jika bibir mengalami luka atau bengkak akibat cedera.Jika terlihat ada luka terbuka di sekitar bibir, segera periksakan ke dokter. Ini bisa menjadi tanda infeksi virus atau bakteri. Dokter akan memberikan obat untuk mengatasinya setelah melakukan pemeriksaan darah atau urine.Lewat beberapa cara di atas, masalah bibir berdarah bisa teratasi dalam beberapa hari. Namun, jangan sepelekan kondisi ini apabila ada gejala lain yang menyertai seperti dehidrasi, sakit kepala, atau frekuensi buang air kecil bertambah.Tak hanya itu, masalah pada bibir yang disertai dengan penurunan daya ingat, sensasi kebas, dan juga tubuh lesu bisa mengindikasikan kekurangan vitamin B.

Luka di bibir, berbahayakah?

Selain beberapa penyebab di atas, luka di bibir atau oral blood blister juga bisa terjadi. Ini adalah munculnya luka di bagian mulut manapun, seperti pipi bagian dalam, lidah, dan bibir bagian dalam.Penyebabnya beragam, seperti:
  • Trauma
  • Alergi makanan asam
  • Jumlah trombosit rendah
  • Angina bullosa hemorrhagica (penyakit langka)
  • Radiasi
  • Obat-obatan kemoterapi
Sebagian besar kondisi luka di bibir bisa sembuh dalam waktu singkat. Jika diperlukan, konsumsi obat pereda nyeri atau kompres dingin untuk mengurangi rasa sakit.

Selain itu, hindari konsumsi makanan yang bisa menyebabkan iritasi pada luka seperti makanan panas, pedas, atau terlalu asin. Jangan pula memecahkan luka karena dapat meningkatkan risiko infeksiUntuk berdiskusi lebih lanjut kapan harus memeriksakan diri saat ada luka di bibir, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kulit dan kecantikanhidup sehatbibir kering
Healthline. https://www.healthline.com/health/split-lip#_noHeaderPrefixedContent
Diakses pada 18 Desember 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/blood-blister-in-mouth
Diakses pada 18 Desember 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327180
Diakses pada 18 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait