Kurangnya asupan cairan tubuh dapat memicu terjadinya kram otot
Kontraksi otot yang terjadi tanpa Anda pikirkan kerap terjadi yang umum dikenal dengan sebutan kram otot

Dalam melakukan aktivitas sehari-hari, kontraksi dan pergerakan otot biasanya terjadi karena adanya perintah dari otak.  Meskipun begitu, ada beberapa kondisi yang membuat otot-otot dapat bergerak dan berkontraksi dengan sendirinya tanpa perlu ada perintah dari otak.

Kontraksi ini dapat berupa denyutan, kedutan, dan kejang. Biasanya kondisi ini terjadi pada tubuh bagian paha, betis, tangan, lengan, perut, tulang rusuk, dan lengkungan telapak kaki. Kondisi ini lebih umum dikenal dengan sebutan kram.

Meskipun para dokter tidak selalu yakin dengan penyebab kram otot terjadi, ada beberapa pemicu dan penyebab umum yang dapat mengakibatkan kram.

1. Rendah Elektrolit

Otot-otot Anda dapat berfungsi dan bekerja dengan adanya asupan mineral, seperti kalium dan magnesium. Jika Anda kekurangan asupan mineral, otot-otot dalam tubuh Anda akan memberikan pesan dengan menunjukkan kram dan kejang.

Kekurangan mineral atau elektrolit dapat terjadi setelah Anda berkeringat atau berolahraga. Selain itu, kondisi tubuh yang kurang fit dengan serangan diare atau muntah-muntah juga dapat menjadi menyebab rendahnya elektrolit dalam tubuh.

2. Kurangnya Asupan Cairan Tubuh

Apabila Anda merasakan kram tanpa penyebab pasti, cobalah periksa apakah Anda sudah mendapat cukup minum? Pasalnya, tubuh yang kekurangan air dapat menyebabkan otot Anda berkedut dan kejang.

Yang perlu Anda pahami, kurangnya air ini juga berpengaruh pada hilangnya elektrolit dan mineral. Pasalnya saat Anda berkeringat dan banyak mengeluarkan cairan tubuh, air dan elektrolit tubuh akan mengalami penyusutan. Jadi, cobalah untuk memperbanyak asupan air jika Anda kerap merasa kram.

3. Tingkat Stres

Saat Anda sedang mengalami banyak tekanan, baik itu dari kantor, kampus, atau rumah, Anda akan merasakan dampaknya langsung pada kebugaran tubuh. Tidak heran, sakit kepala dan insomnia kerap muncul pada seseorang yang mengalami stres.

Selain itu, stres dan tekanan juga dapat memicu timbulnya ketegangan dan rasa sakit pada otot-otot tubuh. Untuk itu, cobalah untuk melakukan teknik relaksasi seperti dengan melakukan pijat dan meditasi.

4. Terlalu Banyak Kafein

Terlalu banyak mengonsumsi kafein juga dapat memicu terjadinya kram pada otot-otot tubuh. Pasalnya, kafein yang terlalu banyak dapat memicu kontraksi dan ketegangan pada otot-otot.

Gejala yang muncul lebih pada otot yang bergetar atau berkedut. Selain kafein, asupan stimulan seperti amfetamin juga memberikan gejala dan efek yang sama.

5. Kurang Tidur dan Kelelahan

Apabila Anda sedang melakukan beragam aktivitas berat, jangan khawatir jika otot Anda terasa berkedut atau kejang. Hal ini terjadi sebagai salah satu cara tubuh memberikan sinyal bahwa Anda membutuhkan istirahat.

Jadi, pastikan untuk segera beristirahat, khususnya berikan waktu otot-otot tertentu untuk relaksasi.

6. Konsumsi Obat

Apabila Anda memiliki penyakit darah tinggi atau jantung, Anda akan mendapatkan obat dengan kandungan air tinggi atau yang juga populer dengan sebutan diuretik. Obat-obatan ini akan membuat Anda lebih banyak buang air kecil.

Inilah yang mengakibatkan penurunan jumlah kalium dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan kejang otot.

Obat-obatan lain, seperti beberapa antidepresan juga memiliki efek samping berupa kejang dan kedutan pada otot, serta beberapa obat epilepsi dan psikosis juga dapat menimbulkan efek berupa kedutan pada kelopak mata.

Itulah beberapa penyebab kram otot yang terjadi sehari-hari. Pastikan untuk selalu menjaga asupan cairan tubuh, mineral, vitamin, serta mengatur jadwal ideal beraktivitas dan istirahat untuk menghindari kram otot terjadi.

WebMD. https://www.webmd.com/brain/ss/slideshow-twitches-spasms-causes
Diakses pada Oktober 2018

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/muscle-cramps-1745410
Diakses pada Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed