Jangan Asal, Pengobatan TBC Mesti Disesuaikan dengan Jenisnya

(0)
02 Oct 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pengobatan TBC perlu dijalani hingga tuntasPengobatan TBC harus sesuai anjuran dokter
TBC atau tuberkulosis adalah penyakit akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis dan biasanya menyerang paru-paru. Penyakit ini sangat menular dan dapat memicu beragam komplikasi bila tidak diobati. Jadi sangat penting untuk tahu langkah pengobatan TBC yang benar.Secara umum, penderita TBC dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu aktif dan laten. TBC aktif saat orang yang terinfeksi mengalami gejala. Sementara TBC laten ketika orang tersebut sudah terinfeksi bakteri, namun tidak bergejala dan tidak menularkannya pada orang lain.TBC aktif umumnya berkembang dari TBC laten. Dari data WHO, diperkirakan bahwa sepertiga dari populasi dunia mengalami TBC laten. Karena itu, penyakit ini sangat perlu diwaspadai dan ditangani dengan saksama.

Macam-macam pengobatan TBC

Pengobatan TBC yang utama adalah antibiotik
Cara mengobati TBC bisa dilakukan dengan obat-obatan antibiotik
Meski cukup serius dan menular, tuberkulosis umumnya dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Apa sajakah cara mengobati TBC berdasarkan jenis tuberkulosis?

1. Pengobatan TBC laten

TBC laten berpotensi untuk berkembang menjadi TBC aktif yang menimbulkan gejala dan menular, sehingga perlu diobati.Pengobatan TBC laten bertujuan membasmi bakteri M.tuberculosis yang tidak aktif di dalam tubuh penderita. Berikut tiga pilihan obat antibiotik untuk mengatasi jenis TBC ini:
  • Isoniazid

Isoniazid merupakan obat antibiotik yang paling umum diresepkan dalam terapi pengobatan TBC laten. Pasien biasa perlu mengonsumsi isoniazid setiap hari selama sembilan bulan.
  • Rifampin

Rifampin atau rifampicin perlu dikonsumsi setiap hari selama empat bulan. Obat ini bisa menjadi pilihan bila pasien tidak dapat mengonsumsi isoniazid.
  • Isoniazid dan rifapentine

Isoniazid dan rifapentine bisa dikonsumsi secara bersamaan. Dosis konsumsi kedua obat ini umumnya satu kali seminggu selama tiga bulan.

2. Pengobatan TBC aktif

Penderita TBC aktif perlu mengonsumsi sejumlah antibiotik selama enam sampai sembilan bulan untuk mengobati kondisinya. Berikut jenis obat yang perlu dikonsumsi oleh penderita dalam durasi waktu tersebut:Namun untuk memilih obat mana yang cocok bagi pasien, dokter mungkin perlu melakukan tes terlebih dahulu. Tes ini bertujuan mengetahui jenis bakteri tuberkulosis yang ada di tubuh pasien.Berdasarkan hasil tes, pasien mungkin akan diberi 3-4 jenis obat yang perlu dikonsumsi selama dua bulan. Selanjutnya, jumlah obat akan dikurangi menjadi dua jenis saja dan harus dikonsumsi selama 4-7 bulan berikutnya.Pengobatan TBC aktif hanya boleh dihentikan atas izin dokter. Pasalnya, pasien bisa saja merasa lebih baik dalam beberapa minggu pertama mengonsumsi obat. Tapi perbaikan kondisi ini bukan berarti tuberkulosis yang diderita sudah tidak menular.

3. Pengobatan TBC akibat resistensi antibiotik

Jika pasien menderita jenis tuberkulosis yang tidak bisa disembuhkan dengan obat-obatan umum untuk TBC, ia dikatakan mengidap TBC resisten terhadap obat, atau juga disebut resistensi antibiotik.Ini berarti, pasien perlu ditangani dengan kombinasi obat-obatan lain, yang mungkin kurang efektif. Durasi pengobatan juga bisa lebih lama, yaitu 20 hingga 30 bulan.Jenis obat-obatan yang biasa diberikan pada penderita TBC resisten obat meliputi:
  • Antibiotik fluoroquinolone
  • Antibiotik suntik, seperti amikacin, capreomycin, dan kanamycin
  • Antibiotik lain, seperti bedaquiline, ethionamide, dan asam salisilat para-amino.

Angka keberhasilan pengobatan TBC

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, angka kesembuhan TBC bisa mencapai 85 persen dengan pengobatan yang tepat. Namun angka ini mungkin lebih kecil pada kondisi TBC resisten obat yang berat alias extensively drug-resistant TB (XDR TB) atau multidrug-resistant tuberculosis (MDR TB).Menurut laporan dari CDC, angka kesembuhan TBC resisten obat tingkat berat tercatat hanya sekitar 30-50 persen dari keseluruhan kasus.Persentase kesembuhan tersebut sangat bergantung pada beberapa faktor. Mulai dari tingkat keparahan resistensi obat dan kondisi TBC, sistem kekebalan tubuh pasien, hingga kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat.

Tips mencegah penularan TBC pada orang lain

selain menjalani pengobatan TBC, penderita juga harus memakai masker
enderita harus memakai masker untuk mencegah penularan TBC pada orang lain
TBC, khususnya TBC aktif, bisa ditularkan lewat percikan cairan tubuh penderita saat ia batuk atau bersin. Oleh karena itu, penderita TBC aktif perlu melakukan sejumlah hal agar tidak menulari orang-orang di sekitarnya dan cepat sembuh. Hal-hal tersebut dapat berupa:
  • Minum obat dengan teratur dan jangan berhenti tanpa petunjuk dokter

Jika sudah mengonsumsi obat TBC selama dua minggu, keluhan TBC biasanya akan berkurang secara signifikan. Namun jangan menganggap bahwa Anda sudah sembuh.Obat TBC harus dikonsumsi setidaknya enam bulan, sesuai dengan petunjuk dokter. Apabila konsumsi Anda hentikan sebelum waktu yang disarankan, pengobatan TBC harus diulang.Dokter bahkan bisa menggganti terapi penanganan dengan durasi pemberian obat selama minimal dua tahun.
  • Tinggal di rumah

Jangan pergi bekerja atau ke sekolah, maupun tidur sekamar dengan orang lain selama beberapa minggu pertama pengobatan untuk TBC aktif.
  • Perluas ventilasi ruangan tempat tinggal

Anda bisa membuka jendela atau menggunakan kipas angin. Pasalnya, bakteri dapat lebih mudah menyebar dalam ruangan tertutup, di mana udara tidak bergerak.
  • Dapatkan udara segar dan cahaya matahari

Pastikan ruangan tempat tinggal cukup udara segar dan sinar matahari. Tidak lupa, jemur kasur dan bantal secara teratur, terutama di pagi hari.
  • Hindari terpapar udara dingin

Anda perlu menjauhi paparan udara dingin, seperti udara di malam hari.
  • Gunakan masker

Pakailah masker untuk menutup hidung dan mulut, khususnya saat berkomunikasi langsung dengan orang lain. Jangan lupa juga untuk mengganti masker secara teratur.
  • Jangan berbagi barang pribadi

Penderita tidak boleh menggunakan barang pribadi bersama dengan orang lain, misalnya alat makan, handuk, dan lainnya. Cuci juga barang-barang tersebut secara terpisah.
  • Tingkatkan asupan karbohidrat dan protein

Penderita perlu memperbanyak konsumsi makanan tinggi yang karbohidrat dan protein selama masa penyembuhan.Pengobatan TBC perlu dilakukan sedini mungkin untuk mencegah risiko penularan dan komplikasi. Oleh sebab itu, bila Anda berpotensi atau mengalami gejala TBC (seperti batuk tak sembuh-sembuh selama lebih dari tiga minggu), sebaiknya segera konsultasi ke dokter.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar pengobatan TBC, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play 
tbcantibiotiktuberkulosis
Kementerian Kesehatan RI. http://promkes.kemkes.go.id/?p=7439
Diakses pada 2 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250
Diakses pada 2 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/lung/understanding-tuberculosis-treatment
Diakses pada 2 Oktober 2020
World Health Organization. https://www.who.int/westernpacific/news/q-a-detail/what-is-tb-how-is-it-treated
Diakses pada 2 Oktober 2020
CDC. https://www.cdc.gov/tb/publications/factsheets/drtb/xdrtb.htm
Diakses pada 2 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait