8 Salep Luka Bakar dan Obat Luka Bakar Alami Agar Cepat Sembuh


Idealnya, mengatasi luka bakar harus disesuaikan dengan tingkat keparahan dan luasnya. Beragam salep luka bakar dan obat luka bakar alami bisa dijadikan pilihan untuk mengatasi luka bakar ringan.

0,0
29 Dec 2021|Atifa Adlina
Cermat memilih salep luka bakar agar cepat sembuhJangan sembarangan menggunakan salep untuk mengatasi luka bakar
Luka bakar adalah kerusakan jaringan yang penyebabnya seperti terkena minyak panas, paparan sinar matahari atau radiasi berlebihan, hingga kontak kimia. Salah satu cara paling ampuh untuk mengobati luka bakar adalah dengan mengoleskan salep tepat di area luka.
Selain salep yang bisa dibeli di apotek, Anda juga bisa menggunakan obat rumahan dari bahan alami untuk mengobati luka bakar. Namun, cara alami ini tentu harus sesuai dengan rekomendasi dokter.Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.

Rekomendasi salep luka bakar di apotik

Luka bakar menjadi salah satu jenis cedera yang paling umum terjadi pada orang dewasa serta anak-anak.Mengutip dari Mayo Clinic, perawatan luka bakar idealnya tergantung pada lokasi, tingkat keparahan, dan juga kerusakan kulit. Jadi, Anda perlu memahami bagaimana cara mengobati luka bakar yang tepat.Ada beberapa tingkatan luka bakar, yaitu tingkat (derajat) 1, tingkat 2, dan juga tingkat tiga. Berdasarkan tingkat keparahannya, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menggunakan salep luka bakar.Berikut adalah beberapa jenis obat salep untuk luka bakar di apotek:

1. Salep bacitracin

Salep bacitracin adalah salep antibiotik yang berfungsi mencegah infeksi bakteri pada luka bakar sekaligus untuk membantu mengobati luka bakar melepuh.Salep bacitracin umumnya digunakan untuk mengatasi luka bakar ringan atau luka bakar derajat 1.Oleskan salep 2-3 kali sehari atau sesuai kebutuhan. Setelah mengoleskan salep, sebaiknya tutupi lepuhan yang masih terbuka dengan perban.Namun sebelum menggunakannya, berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter agar lebih aman. 

2. Salep silver sulfadiazine

Salep silver sulfadiazine dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi pada penderita luka bakar derajat dua sampai tiga.Obat luka bakar ini mengandung antibiotik, sehingga membantu penyembuhan luka dengan cara membunuh bakteri atau mencegah pertumbuhannya agar tidak menyebar.Gunakanlah salep silver sulfadiazine sesuai anjuran dokter sampai berangsur membaik. Jadi, sebaiknya jangan mengoleskannya terlalu sering kalau bukan rekomendasi dari dokter.Selain itu, salep silver sulfadiazine juga bisa menyebabkan area kulit tersebut jadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jadi, Anda disarankan untuk melindungi area luka bakar dari paparan sinar matahari setelah mengoleskan salep ini.Hindari pula penggunaan salep pada area mata, hidung, atau mulut.

3. Salep nanocrystalline silver

Salep nanocrystalline silver mengandung antimikroba yang diklaim efektif untuk mengobati luka bakar melepuh.Salep luka bakar apotik ini berfungsi mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan pada kulit Anda. Selain itu, obat yang mengandung nanocrystalline silver juga dapat mengurangi rasa nyeri akibat luka bakar.

4. Salep mafenide acetate

Salep ini berguna untuk mengobati infeksi luka bakar parah atau luka bakar derajat 3. Salep mafenide acetate dapat digunakan secara tunggal atau bersamaan dengan obat lainnya. Salep mafenide acetate bekerja membunuh bakteri dan mencegah risiko bakteri menyebar ke kulit di sekitarnya atau ke aliran darah. Dengan kata lain, jenis salep ini membantu mencegah dan mengobati infeksi pada luka bakar yang parah.

Rekomendasi obat luka bakar alami

Umumnya, luka bakar ringan membutuhkan waktu sekitar 1-2 minggu untuk sembuh total. Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi rasa sakit, mencegah infeksi, serta menyembuhkan kulit.Tak hanya dengan salep, Anda juga bisa mengobati luka bakar tingkat pertama dan tingkat kedua dengan menggunakan obat luka bakar alami.

1. Aliran air

Pertolongan pertama untuk mengatasi luka bakar ringan yang harus Anda lakukan adalah membasahi area kulit dengan air mengalir selama 20 menit.Anda juga bisa mengompres dengan menggunakan kain yang sudah dibasahi air selama 5-15 menit.Cara tersebut bertujuan untuk meredakan rasa nyeri dan pembengkakan. Namun perlu diingat, jangan terlalu lama mengompres luka bakar dengan air karena dapat memicu iritasi.

2. Lidah buaya

Lidah buaya menjadi obat alami yang diklaim ampuh mengatasi luka bakar dan mempercepat penyembuhan.Ini karena kandungannya memiliki zat anti radang, melancarkan sirkulasi darah, dan memperlambat perkembangbiakkan bakteri.Bahkan, beberapa studi membuktikan bahwa lidah buaya efektif dalam mengobati luka bakar melepuh, seperti tingkat pertama dan kedua.Anda dapat mengoleskan gel lidah buaya segar langsung dari tanamannya ke area kulit yang mengalami luka bakar.Jika tidak ada, Anda bisa mengoleskan produk salep gel lidah buaya murni. Pastikan kandungan lidah buaya cukup tinggi, tidak mengandung pewangi apalagi alkohol.

3. Madu

Obat alami lainnya yang bisa Anda gunakan untuk mengobati luka bakar ringan adalah madu.Anda bisa oleskan madu tipis-tipis pada kulit setelah  terkena air atau minyak panas. Satu hal yang perlu diingat, obat luka bakar alami ini hanya ampuh untuk mengobati area yang cukup kecil dan tidak terasa sakit.Madu mempunyai kandungan zat anti radang, antijamur, dan antibakteri. Ini bermanfaat untuk membantu mensterilkan area luka, menenangkan kulit, dan mencegah infeksi.Meski demikian, tetap perlu penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas obat alami luka bakar ini.

4. Petroleum jelly

Kebanyakan kasus luka bakar ringan sebetulnya tidak memerlukan salep antibiotik. Luka bakar ringan derajat satu umumnya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan dari dokter.Anda cukup menggunakan obat luka bakar alami seperti salep petroleum jelly. Oleskan pada area luka bakar sebanyak dua hingga tiga kali dalam sehari.Namun, apabila lukanya tergolong luas, atau yang mengalaminya adalah bayi atau orang tua, segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan tepat.

Pantangan yang harus dihindari saat mengobati luka bakar

Jika ingin menggunakan obat luka bakar alami, sebaiknya Anda perlu berhati-hati. Pasalnya, sembarangan pakai obat bukannya mempercepat kesembuhan luka bakar, tapi malah mungkin memperburuknya.Oleh karena itu, Anda juga perlu tahu beberapa pantangan dalam mengobati luka bakar:

1. Mengoleskan pasta gigi

Banyak orang yang menjadikan pasta gigi sebagai salep luka bakar. Alasannya karena pasta gigi dapat memberikan efek dingin dan mengeringkan luka. Padahal belum ada hasil penelitian yang menyatakan hal tersebut.Mengoleskan pasta gigi justru berisiko dapat membuat luka bakar menjadi iritasi hingga infeksi. Sebab, pasta gigi mengandung banyak bahan kimia yang mungkin tidak cocok buat kulit yang sedang trauma.

2. Menggunakan mentega atau margarin

Belum ada studi yang mendukung efektivitas mentega atau margarin sebagai obat luka bakar alami.Mengoleskan mentega secara langsung pada kulit dapat memperparah kondisi luka bakar. Selain itu, cara tersebut juga dikhawatirkan dapat menimbulkan infeksi pada kulit.

3. Mengoleskan minyak esensial

Sebetulnya, minyak esensial lavender pernah diteliti potensinya untuk menyembuhkan luka bakar.Namun, belum ada cukup penelitian yang benar-benar membolehkan penggunaan minyak esensial langsung pada kulit yang bermasalah.Maka, minyak esensial, seperti minyak kelapa, minyak zaitun, atau lainnya, sebaiknya jangan Anda gunakan untuk menyembuhkan luka bakar.Mengoleskan minyak esensial secara langsung pada kulit kemungkinan besar justru dapat memperburuk kondisi luka.

4. Menggunakan putih telur

Menjadikan putih telur sebagai salep obat luka bakar alami juga sebaiknya Anda hindari.Mengoleskan putih telur pada luka bakar secara langsung dapat menimbulkan infeksi.Sebab, bukan tidak mungkin putih telur mentah masih mengandung bakteri. Tak hanya itu saja, telur juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit beberapa orang.

5. Menempelkan es batu

Dilarang menggunakan es batu secara langsung pada area luka bakar. Pasalnya hal ini dapat menyebabkan kulit menjadi iritasi.Solusi lainnya, Anda sebaiknya membasahi area luka bakar dengan air mengalir atau mengompresnya selama beberapa menit.

6. Melepaskan pakaian yang menempel pada kulit

Jangan melepaskan pakaian yang menempel pada kulit.Alasannya, hal tersebut bisa mengakibatkan kerusakan kulit dan memicu luka semakin terbuka. Selain itu, kondisi ini pun membuat kulit yang luka lebih rentan mengalami infeksi.Hal ini hanya boleh dilakukan dalam pengawasan tenaga medis.

7. Jangan memecahkan luka bakar melepuh

Beberapa saat setelah mengalami luka bakar, di kulit bisa timbul lepuhan berupa gelembung yang berisi air .Sebisa mungkin, jangan memecahkan lepuhan itu meski rasanya sakit atau gatal. Memecahkan lepuhan kulit bisa mengakibatkan infeksi.Apabila lepuhan luka bakar tak sengaja pecah, Anda cukup bersihkan area luka dengan air bersih dan sabun berbahan ringan. Kemudian, keringkan luka secara perlahan dan jangan menggosoknya.Jika Anda merasa khawatir, sebaiknya periksakan diri ke dokter spesialis kulit.

Kapan harus menemui dokter?

Anda perlu segera mendapatkan perawatan medis  jika kondisi luka bakar makin parah atau Anda tidak bisa melakukan perawatan mandiri.Hal ini semata-mata untuk mempercepat penyembuhan dan untuk mencegah risiko komplikasi.Secara umum,  Anda juga perlu mencari bantuan medis apabila:
  • Mengalami demam.
  • Luka bakar meluas ke area kulit lainnya.
  • Terjadi pada area wajah, tangan, bokong, atau selangkangan.
  • Timbul rasa sakit yang teramat sangat, bahkan bau tidak sedap.
  • Tingkatan luka bakar meningkat menjadi luka bakar tingkat ketiga.
Ingatlah, menghindari atau menunda pengobatan luka bakar dapat menyebabkan kondisi serius. Oleh sebab itu, segera lakukan dapatkan salep atau obat luka bakar, sesuai rekomendasi dokter.Ingin mengetahui lebih banyak mengenai salep dan obat alami apabila mengalami luka bakar? Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.
penyakitluka bakarhidup sehatpenyembuhan luka
Healthline. https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-burns. Diakses pada 24 Desember 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/burns#_noHeaderPrefixedContent. Diakses pada 24 Desember 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/burns/diagnosis-treatment/drc-20370545. Diakses pada 24 Desember 2021Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319768. Diakses pada 24 Desember 2021American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/everyday-care/injured-skin/burns/treat-minor-burns. Diakses pada 24 Desember 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait