Jangan Asal Pakai, Ini Deretan Obat Luka Bakar Alami Yang Dianjurkan dan Dilarang

Cermat memilih obat luka bakar agar sehat
Jangan sembarangan menggunakan obat untuk atasi luka bakar

Luka bakar adalah salah satu jenis cedera paling umum yang dialami oleh sebagian besar orang, tak terkecuali pada anak-anak.

Beberapa contoh luka bakar yang sering terjadi adalah terkena cipratan minyak saat memasak, ketumpahan teh atau kopi panas, terkena panas yang berasal dari setrika, tersenggol knalpot motor, hingga terlalu lama terpapar sinar matahari.

Luka bakar ditandai dengan kerusakan kulit yang parah sehingga menyebabkan sel-sel kulit yang terinfeksi menjadi mati. Oleh karena itu, segera obati kulit yang luka dengan obat luka bakar alami berikut ini.

Pilihan mengobati luka bakar dengan obat luka bakar alami

Luka bakar dapat dibagi menjadi tiga tingkatan berbeda, yakni tingkat pertama, kedua, dan ketiga tergantung dari tingkat kedalaman kulit yang terkena. Untuk luka bakar tingkat pertama yang ringan harus diobati guna mengurangi rasa nyeri, mencegah infeksi, dan menyembuhkan kulit lebih cepat.

Proses pemulihan luka bakar ringan biasanya hanya memakan waktu sekitar 1-2 minggu dan tidak menyebabkan jaringan parut. Jika Anda mengalami luka bakar tingkat pertama dan tergolong ringan, maka dapat diobati dengan obat luka bakar alami berikut ini.

1. Aliri dengan air

Langkah pertama yang harus Anda lakukan saat mengalami luka bakar ringan adalah aliri dengan air dingin selama 20 menit.

Anda juga bisa mengompres luka bakar menggunakan kain yang sudah dibasahi air dingin selama 5-15 menit. Cara tersebut bertujuan untuk meredakan rasa nyeri dan pembengkakan.

Namun perlu diingat, jangan terlalu sering atau terlalu lama mengompres luka bakar dengan air dingin karena dapat menyebabkan luka bakar menjadi iritasi.

2. Oleskan lidah buaya

Lidah buaya adalah salah satu bahan alami yang diyakini ampuh dalam mengatasi luka bakar. Hal ini karena lidah buaya memiliki zat antiradang, melancarkan sirkulasi darah, dan memperlambat perkembangbiakkan bakteri.

Bahkan, beberapa studi membuktikan bahwa lidah buaya efektif dalam mengobati luka bakar tingkat pertama dan kedua. Anda dapat mengoleskan gel lidah buaya segar langsung dari tanamannya ke area kulit yang mengalami luka bakar.

Akan tetapi, bila tanaman aloe vera tidak tersedia, Anda bisa mengoleskan produk gel yang terbuat dari lidah buaya murni. Pastikan kandungan lidah buayanya setinggi mungkin dan tidak mengandung zat wewangian.

3. Oleskan madu

Madu ternyata dipercaya dalam membantu menyembuhkan luka bakar ringan. Ini karena kandungan zat antiradang, antijamur, dan antibakteri yang terdapat di dalamnya.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, Anda cukup mengoleskannya pada area kulit yang mengalami luka bakar.

4. Hindari paparan sinar matahari

Area kulit yang mengalami luka bakar umumnya akan sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari. Oleh sebab itu, hindari melakukan aktivitas di bawah paparan sinar matahari. Atau Anda dapat melapisinya menggunakan pakaian yang berlengan panjang.

5. Oleskan salep antibiotik

Obat salep antibiotik dapat membantu mencegah terjadinya infeksi. Anda dapat mengoleskan salep antibakteri, seperti bacitracin atau neosporin, ke area luka bakar. Kemudian, segera tutupi dengan perban.

6. Jangan memecahkan gelembung kulit yang melepuh

Beberapa waktu setelah mengalami luka bakar, lepuhan berupa gelembung akan timbul. Sebisa mungkin jangan tergoda untuk memecahkan gelembung luka bakar yang melepuh pada kulit Anda. Memecahkan lepuhan luka bakar dengan sengaja dapat menyebabkan infeksi.

Jika Anda merasa khawatir dengan lepuhan luka bakar yang timbul, sebaiknya periksakan diri ke dokter spesialis kulit.

Namun, apabila lepuhan kulit luka bakar tak sengaja pecah, Anda cukup membersihkan area luka dengan air bersih dan sabun berbahan ringan. Kemudian, keringkan luka secara perlahan dan jangan digosok.

Ketika luka sudah kering, Anda bisa mengoleskan salep antibiotik pada luka dan menutupnya dengan perban. Pastikan Anda menggunakan perban dan plester antilengket agar mudah untuk dibuka nantinya.

7. Minum obat pereda nyeri

Jika mengalami keluhan rasa nyeri, Anda dapat minum obat untuk meredakan rasa sakit di apotek, seperti ibuprofen atau naproxen.

Jenis obat luka bakar alami yang harus dihindari

Jika ingin menggunakan obat luka bakar alami, sebaiknya Anda perlu berhati-hati. Perlu diingat, jangan percaya pada mitos atau omongan orang yang mengatakan apabila luka bakar dapat sembuh dengan mengoleskan bahan alami ini atau itu.

Pasalnya, bukannya menjadi sembuh, luka bakar bisa saja menjadi bertambah parah atau infeksi. Oleh karena itu, ketahui pantangan menggunakan obat luka bakar alami ini.

1. Pasta gigi

Banyak orang yang mengoleskan pasta gigi sesaat mengalami luka bakar di kulit yang dianggap dapat memberi efek mendinginkan dan menenangkan.

Padahal belum ada hasil penelitian yang mengemukakan hal tersebut. Sebaliknya, mengoleskan pasta gigi dapat membuat luka bakar menjadi iritasi hingga infeksi.

2. Mentega atau margarin

Belum ada hasil studi yang mendukung keefektivitasan mentega atau margarin sebagai obat luka bakar. Mengoleskan mentega secara langsung pada kulit dapat memperparah kondisi luka bakar.

Selain itu, cara tersebut juga dikhawatirkan dapat menimbulkan infeksi pada kulit yang terbakar.

3. Minyak esensial

Beberapa jenis minyak esensial, seperti minyak kelapa, minyak zaitun, atau lainnya, sebaiknya tidak disarankan untuk menyembuhkan luka bakar. Mengoleskan minyak esensial secara langsung pada area luka bakar dapat memperburuk kondisi luka.

Minyak lavender disinyalir dapat membantu menyembuhkan luka bakar. Meski demikian, belum ada hasil penelitian yang dapat membuktikan hal tersebut.

4. Putih telur

Mengoleskan putih telur pada luka bakar secara langsung dapat menimbulkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Tak hanya itu, telur juga dapat menyebabkan reaksi alergi.

5. Es batu

Dilarang menggunakan es batu secara langsung pada area luka bakar. Pasalnya hal ini dapat menyebabkan kulit menjadi iritasi.

Solusi lainnya, Anda sebaiknya membasahi area luka bakar di kulit dengan air dingin atau mengompresnya selama beberapa menit.

Kapan harus menemui dokter?

Sebagian besar luka bakar tingkat pertama yang ringan dapat pulih dengan sendirinya tanpa menimbulkan risiko komplikasi yang serius. Meski demikian, hal ini tergantung pada penyebab dan tingkat cedera luka bakar yang dialami.

Luka bakar yang lebih serius tentu memerlukan perawatan medis darurat dengan segera untuk mencegah terjadinya risiko komplikasi. Anda perlu mencari bantuan medis apabila:

  • Menyebabkan demam.
  • Luka bakar meluas ke area kulit lainnya.
  • Luka bakar terjadi pada area wajah, tangan, bokong, atau selangkangan.
  • Luka bakar menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat, bahkan bau tidak sedap.
  • Tingkatan luka bakar meningkat menjadi derajat ketiga.

Ingatlah, menghindari atau menunda pengobatan luka bakar dapat menyebabkan kondisi serius. Oleh sebab itu, segera lakukan perawatan luka bakar menggunakan obat luka bakar yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-burns
Diakses pada 28 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/burns
Diakses pada 28 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sunburn/diagnosis-treatment/drc-20355928
Diakses pada 28 November 2019

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0305417906007029
Diakses pada 28 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed