logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Risio Bahaya Bila Tubuh Kekurangan Karbohidrat, Kenali Gejalanya

open-summary

Idealnya, 45-65% asupan kalori orang dewasa setiap harinya adalah karbohidrat. Jika kekurangan karbohidrat, bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti ketosis hingga gangguan jantung.


close-summary

25 Okt 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Jangan Asal Ini Dampak Kekurangan Karbohidrat

Kekurangan karbohidrat malah dapat menyebabkan penyakit

Table of Content

  • Kebutuhan karbohidrat per hari
  • Dampak kekurangan karbohidrat
  • Tanda-tanda kekurangan karbohidrat
  • Cara mengatasi tubuh yang kekurangan asupan karbohidrat
  • Catatan dari SehatQ

Berapa banyak kadar karbohidrat dalam menu makanan Anda sehari-hari? Idealnya, 45-65% asupan kalori orang dewasa setiap harinya adalah karbohidrat. Jika kekurangan karbohidrat, bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti ketosis hingga gangguan jantung.

Advertisement

Mengetahui bahwa dampak kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit sangat penting karena popularitas diet karbohidrat. Jangan sampai asal-asalan melakukan diet namun justru menyebabkan metabolisme terganggu akibat defisiensi karbohidrat.

Baca Juga

  • Mengenal Berbagai Jenis Beras, Mana yang Sebaiknya Dipilih?
  • Mual, Pusing, dan Lemas Gejala Apa? Ini 10 Penyebabnya
  • 9 Penyebab Benjolan di Pergelangan Tangan yang Perlu Diwaspadai

Kebutuhan karbohidrat per hari

Menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), kebutuhan karbohidrat harian yang direkomendasikan berdasarkan jenis usia dan umur adalah sebagai berikut:

  • Bayi 0-5 bulan: 59 gram
  • Bayi 6-11 bulan: 105 gram
  • Anak 1-3 tahun: 215 gram
  • Anak 4-6 tahun: 220 gram
  • Anak 7-9 tahun: 250 gram
  • Anak laki-laki 10-12 tahun: 300 gram
  • Anak laki-laki: 13-15 tahun: 350 gram
  • Remaja laki-laki 16-18 tahun: 400 gram
  • Pria 19-29 tahun: 430 gram
  • Pria 30-49 tahun: 415 gram
  • Pria lanjut usia (lansia) 50-64 tahun: 340 gram
  • Pria lansia 65-80 tahun: 275 gram
  • Pria lansia 80 tahun ke atas: 235 gram
  • Anak perempuan 10-12 tahun: 280 gram
  • Remaja perempuan 13-18 tahun: 300 gram
  • Wanita 19-29 tahun: 360 gram
  • Wanita 30-49 tahun: 340 gram
  • Wanita lansia 50-64 tahun: 280 gram
  • Wanita lansia 65-80 tahun: 230 gram
  • Wanita lansia 80 tahun ke atas: 200 gram

Anda dianjurkan untuk memenuhi asupan karbohidrat harian ini karena defisiensi karbohidrat dapat menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan.

Baca juga: Manfaat Karbohidrat bagi Kesehatan Tubuh, Cocok untuk Diet

Dampak kekurangan karbohidrat

Jika asupan kalori setiap harinya sekitar 2.000, maka 900-1.300 kalori harus berupa karbohidrat. Ini setara dengan 225-325 gram sumber karbohidrat. Setelah mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan menggunakannya sebagai energi, disimpan dalam otot, atau terkonversi menjadi lemak.

Beberapa akibat kekurangan karbohidrat di antaranya:

1. Kekurangan energi

seorang perempuan pusing
Pusing dan lemas karena kekurangan energi

Mengingat karbohidrat yang masuk ke tubuh akan menjadi sumber energi, maka akibat kekurangan karbohidrat dapat membuat seseorang kekurangan energi.

Saat beraktivitas fisik, tubuh menggunakan glikogen sebagai sumber energi. Namun jika asupan karbohidrat tidak mencukupi, glikogen pun bisa habis.

Konsekuensinya, tubuh mulai memecah protein dalam otot sebagai sumber energi. Jika hal ini berlangsung selama beberapa bulan, efeknya bisa berbahaya. Utamanya bagi orang yang aktif bergerak dan memerlukan banyak energi.

Metabolisme tubuh akan menjadi lebih lambat, kurang energi, dan risiko tubuh terasa lesu. Selain itu, penyakit defisiensi karbohidrat lainnya bisa mengakibatkan dehidrasi dan nyeri otot.

2. Ketosis

Jenis diet karbohidrat yang cukup ekstrim adalah diet keto yaitu dengan mengurangi asupan karbohidrat secara drastis. Bagi pelaku diet keto, asupan karbo hanya sekitar 5-10% dari keseluruhan kalori harian. Sebagian besar asupan kalori datang dari lemak dan protein.

Ketika tubuh berada dalam kondisi defisiensi karbohidrat, liver akan mengubah lemak menjadi asam yang disebut ketone. Inilah yang akan digunakan tubuh sebagai energi. Proses yang disebut ketosis ini akan terjadi 3-4 hari setelah mulai membatasi asupan karbohidrat.

Kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit keto flu, dengan gejala mual, lemah, dan sakit kepala. Dalam jangka panjang, ketosis bisa menyebabkan dehidrasi hingga kadar gula darah rendah.

3. Risiko gangguan jantung

no caption
Kekurangan karbohidrat memengaruhi kesehatan jantung

Beberapa studi menyebutkan kekurangan karbohidrat dapat meningkatkan risiko kematian seseorang. Utamanya karena defisiensi karbohidrat meningkatkan risiko fibrilasi atrium atau gangguan irama jantung.

Orang yang mengalami fibrilasi atrium disertai gejala tubuh lesu, sakit kepala, dan jantung berdebar atau palpitasi karena aliran oksigen yang tidak optimal. Kondisi ini juga membuat seseorang rentan mengalami serangan jantung hingga stroke.

4. Kolesterol tinggi

Defisiensi karbohidrat jangka panjang dapat meningkatkan kolesterol tinggi. Hal ini dikarenakan diet rendah karbohidrat umumnya akan mengganti asupan karbo dengan makanan tinggi lemak dan protein.

Pola makan yang menggantikan asupan karbohidrat dengan lemak atau protein akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Akibatnya, risiko penyakit jantung dan stroke akan meningkat.

Tanda-tanda kekurangan karbohidrat

Meski tidak menjalani diet karbo sekalipun, setiap orang berisiko mengalami defisiensi karbohidrat. Beberapa tanda ketika asupan karbohidrat tidak cukup terpenuhi adalah:

1. Berat badan tidak turun

Miskonsepsi yang kerap muncul untuk menurunkan berat badan dalam program diet adalah dengan mengurangi asupan karbohidrat. Padahal, karbohidrat sangat penting untuk memastikan metabolisme berlangsung efisien.

Kebanyakan sumber karbohidrat mengandung tingig serat yang dapat membuat Anda kenyang lebih lama. Jika karbohidrat terlalu rendah, Anda akan lebih sering merasa lapar dan tingkat metabolisme menjadi lebih lambat sehingga berat badan pun tidak berkurang.

2. Merasa lelah

Jika tubuh terasa lesu dan lelah seharian, bisa jadi indikator defisiensi karbohidrat. Ini terjadi karena ada perubahan pada kadar gula darah. Fluktuatifnya kadar gula darah menyebabkan sakit kepala, sulit konsentrasi, dan tubuh lesu.

3. Ingin makanan manis

Ketika tubuh menginginkan sesuatu seperti makanan manis, artinya ada asupan yang tidak terpenuhi secara optimal. Itulah mengapa setelah makan dalam porsi besar, masih ada keinginan mengonsumsi camilan manis karena nutrisinya tidak terpenuhi secara seimbang.

Tak hanya itu, kadar gula darah fluktuatif juga bisa membuat seseorang merasa sangat lapar meski baru makan 1-2 jam sebelumnya. Ini terjadi karena tubuh mengidentifikasi kurangnya asupan karbohidrat.

4. Pencernaan bermasalah seperti mengalami sembelit

Idealnya, makanan kaya karbohidrat mengandung serat yang dapat melancarkan pencernaan. Itulah mengapa diet karbohidrat bisa membuat orang yang melakukannya mengalami konstipasi.

Seperti yang sudah dijelaskan, sumber karbohidrat umumnya berasal dari makanan yang kaya akan serat, seperti sayur, kacang-kacangan, hingga lentil. Jika Anda tidak mengonsumsi asupan karbohidrat yang cukup dari beberapa makanan ini, maka asupan serat juga tidak terpenuhi.

Kondisi dapat menyebabkan sembelit dan rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan. Selain itu, karbohidrat kompleks, seperti roti, pasta, hingga sereal, juga dibutuhkan untuk menjaga usus tetap sehat.

5. Bau mulut

Banyak yang tidak sadar bahwa asupan karbohidrat yang tidak terpenuhi dapat menyebabkan bau mulut. Ini terjadi karena tubuh membuat ketone, sumber energi alternatif liver dan otak yang diambil dari cadangan lemak. Substansi ini memiliki aroma khas yang tercium dari saliva atau air liur.

6. Sering sakit kepala dan mual

Membatasi asupan karbohidrat di bawah 50 gram per harinya dapat menyebabkan ketosis. Proses biologis ini terjadi saat tubuh menggunakan lemak dan protein sebagai sumber energi utamanya.

Ketosis dapat menyebabkan sakit kepala dan mual. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan lainnya, seperti kelelahan, mudah marah, sembelit, sulit tidur, sakit perut, kram, hingga nyeri otot.

7. Mengalami hipotiroidisme

Kekurangan karbohidrat juga bisa menyebabkan tubuh tidak mendapatkan suhu hangat alaminya, sehingga tubuh mulai menunjukkan gejala hipotiroidisme.

Kondisi ini terjadi akibat kelenjar tiroid membutuhkan glukosa untuk memproduksi hormon T3. Sedangkan glukosa tidak dapat terpenuhi jika tubuh mengalami kurang karbohidrat.

Perlu diketahui hormon T3 memiliki tugas untuk membuat tubuh terasa hangat. Jika tubuh kekurangan hormon T3, maka tubuh dapat terasa dingin dan menggigil. 

8. Moody atau perubahan suasana hati yang tidak menentu

Salah satu fungsi karbohidrat yang sangat penting adalah membantu tubuh memproduksi hormon kebahagiaan atau serotonin. Di saat tubuh kekurangan karbohidrat, produksi hormon serotonin akan terhambat.

Jika hal ini terjadi, suasana hati menjadi tidak menentu. Ditambah lagi, rasa letih dan lapar yang terasa akibat kekurangan karbohidrat juga bisa berkontribusi dalam menyebabkan suasana hati semakin buruk.

Baca juga: 16 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Menyehatkan

Cara mengatasi tubuh yang kekurangan asupan karbohidrat

Saat tubuh menunjukkan gejala kekurangan karbohidrat, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memenuhi asupan karbohidrat harian dengan cara:

  • Mengonsumsi makanan tinggi serat dari sayuran dan buah-buahan 
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, serat, dan cairan
  • Mengonsumsi susu dan produk olahannya
  • Mengonsumsi makanan yang terbuat dari gandum utuh
  • Membatasi konsumsi karbohidrat sederhana, yakni jenis karbo yang banyak terdapat dalam makanan manis atau berkalori tinggi 

Jika Anda ingin diet karbo, angka yang umumnya terbilang aman adalah dengan mengurangi asupan karbohidrat hingga setengah dari kebutuhan hariannya, yaitu 150-200 gram per hari.

Dengan begitu, Anda bisa tetap menjalankan diet tanpa perlu merasa khawatir kekurangan asupan zat gizi lainnya.

Catatan dari SehatQ

Individu yang aktif bergerak dan memerlukan banyak energi setiap harinya sebaiknya tidak mengikuti diet karbo yang ketat. Jika dipaksakan melakukan diet karbohidrat, risikonya tidak memiliki cukup energi dan tubuh akan berada dalam kondisi ketosis.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan karbohidrat, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

penyakitdiet ketokarbohidrat

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved