Jamur mulut biasanya berwarna kemerahan dengan bagian tengah putih, mirip sariawan
Meski bentuknya mirip, jamur mulut berbeda dari sariawan

Ada banyak jenis masalah yang mungkin terjadi pada mulut seseorang. Mulai dari sariawan, radang, hingga jamur di mulut. Sebagian besar masalah pada mulut terjadi karena adanya iritasi. Untuk itu, penting mengetahui perbedaan antara jamur mulut dan masalah lain seperti sariawan.

Ketika ada jamur mulut atau jamur lidah, artinya ada infeksi dari jamur Candida di membran mulut. Pemicunya bisa berupa jamur Candida albicans, Candida glabrata, atau Candida tropicalis.

Masalah jamur di mulut umumnya bisa teratasi dengan pengobatan tertentu. Namun, belum tentu pengobatan yang diterapkan sudah tepat. Bisa saja karena ada kemiripan bentuk, orang mengira jamur di mulut sebagai sariawan.

Selain itu, jamur di mulut juga punya kemungkinan datang lagi dan lagi. Jika hal ini terjadi, maka cara mengatasinya harus benar-benar efektif.

Perbedaan jamur mulut dan sariawan

Faktor yang membuat jamur mulut dan sariawan kerap dianggap sama adalah bentuknya. Keduanya sama-sama berbentuk putih dan berada di dalam mulut.

Namun yang membedakan adalah jamur mulut biasanya tumbuh di membran mulut yaitu area yang basah di dalam mulut. Sementara sariawan bisa muncul di mana saja. Sebut saja gusi, langit-langit, lidah, dan banyak area lainnya.

Selain itu, jamur di mulut bisa menyebabkan sensasi rasa terbakar dan area di sekitar terinfeksi jamur menjadi kemerahan. Ada jamur yang muncul berdekatan atau berkelompok sehingga menjadi semakin lebar dengan warna keabuan atau kekuningan.

Lebih jauh lagi, jamur mulut dibedakan menjadi tiga kategori bergantung pada kondisinya, yaitu:

  • Pseudomembranous

Jenis jamur yang paling umum terjadi di membran dalam mulut

  • Erythematous

Area yang terinfeksi tampak kemerahan, bukan putih

  • Hyperplastic

Disebut pula plaque-like candidasis atau nodular candiasis karena berbentuk seperti plak putih yang tidak mudah dihilangkan. Biasanya, jenis yang satu ini cukup langka terjadi dan mungkin menyerang penderita HIV.

Penyebab jamur di mulut

Penting untuk tahu apa yang memicu munculnya jamur di mulut seseorang. Dengan mengetahui pemicunya, maka ke depannya bisa diambil langkah antisipasi agar jamur mulut atau jamur lidah tidak kembali tumbuh.

Sebenarnya, di bagian tubuh seseorang memang ada jamur Candida. Mulai dari sistem pencernaan, kulit, juga mulut. Hal ini tidak selalu berarti masalah.

Namun pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lebih lemah, jamur mulut bisa terjadi. Penyebab lain munculnya jamur di mulut adalah:

  • Penggunaan gigi palsu

Terutama jika penggunaannya tidak bersih atau tidak sesuai dengan struktur rahang. Selain itu, peluang munculnya jamur di mulut bisa terjadi apabila gigi palsu tidak dilepas saat tidur semalaman.

  • Konsumsi antibiotik

Pada orang-orang yang mengonsumsi antibiotik, ada risiko tinggi mengalami jamur di mulut. Alasannya adalah karena antibiotik menghancurkan bakteri baik yang menjaga agar Candida tidak tumbuh berlebihan.

  • Terlalu banyak menggunakan obat kumur

Obat kumur tidak selamanya baik. Apabila penggunaannya berlebihan, bakteri alami yang mengendalikan jamur Candida juga bisa hancur

  • Pengobatan steroid

Penggunaan obat-obatan steroid pada jangka panjang meningkatkan risiko jamur mulut

  • Diabetes & kekebalan tubuh rendah

Penderita diabetes dan orang dengan kekebalan tubuh rendah seperti pasien leukemia dan HIV juga punya peluang lebih besar mengalami jamur di mulut

  • Diet berlebihan

Ketika diet dilakukan dengan kurang tepat, tubuh bisa mengalami malnutrisi. Terutama bila tubuh kekurangan zat besi, vitamin B12, dan asam folat.

  • Merokok

Gaya hidup merokok juga menjadi salah satu pemicu tumbuhnya jamur di mulut. Tak hanya itu, kebiasaan merokok juga bisa menyebabkan jamur kembali tumbuh.

Cara alami mengatasi jamur di mulut

Ketika mendeteksi adanya jamur di mulut, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Nantinya, dokter akan memeriksa langsung dengan melihat bagian dalam mulut dan bertanya gejala apa yang Anda alami.

Dokter umumnya akan meresepkan obat antijamur seperti nystatin atau miconazole dalam bentuk tetes, gel, atau tablet hisap.

Selain itu, Anda juga bisa mencoba mengatasi jamur mulut ini dengan cara-cara alami di rumah, seperti:

  • Berkumur dengan air garam, baking soda, lemon, atau cuka apel
  • Menggunakan sikat gigi yang lebih lembut untuk menjaga agar tidak menggores area yang terluka
  • Selalu mengganti sikat gigi setiap hari sampai infeksi benar-benar sembuh
  • Mengonsumsi yogurt tawar untuk mengembalikan level bakteri baik dalam mulut
  • Hentikan penggunaan obat kumur

Apabila setelah rangkaian pengobatan tersebut jamur mulut tetap datang lagi dan lagi, ada baiknya kembali memeriksakan diri ke dokter. Perlu diketahui apakah ada kondisi medis tertentu pada diri Anda yang memicu terciptanya jamur di mulut.

Healthline. https://www.healthline.com/health/thrush#home-remedies
Diakses 11 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/178864.php
Diakses 11 September 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/oral-thrush/symptoms-causes/syc-20353533
Diakses 11 September 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed