logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
Forum
Hidup Sehat

Bukan Cuma Tiram, Ini Daftar Jamur Liar yang Bisa Dimakan dan Rasanya Lezat

open-summary

Ada banyak jamur liar yang bisa dimakan. Bukan cuma jamur tiram liar saja, namun ada juga yang rasanya lezat seperti daging ayam. Kenali cara mengidentifikasinya.


close-summary

Ditinjau secara medis oleh dr. Anandika Pawitri

15 Jul 2021

Jenis jamur liar yang dapat dimakan

Jenis jamur liar yang dapat dimakan

Table of Content

  • Mengenal jamur liar yang bisa dimakan
  • Jamur liar yang sebaiknya dihindari
  • Catatan dari SehatQ

Jamur yang umum disebut-sebut dalam resep masakan biasanya itu-itu saja. Padahal di luar sana, ada banyak jamur liar yang bisa dimakan. Bukan cuma jamur tiram liar saja, namun ada juga yang rasanya lezat seperti daging ayam.

Advertisement

Tentu tak hanya penting tahu apa saja jamur liar yang aman dikonsumsi. Anda juga perlu mengenali mana yang beracun dan sebaiknya dihindari.

Mengenal jamur liar yang bisa dimakan

Bagi orang yang senang menghabiskan waktu di alam terbuka, mengumpulkan jamur bisa jadi hobi yang seru. Namun, tentu tak boleh sembarangan. Sebab, ada jenis jamur liar yang beracun dan membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi.

Lalu, apa saja jenis jamur liar yang bisa dimakan?

1. Jamur maitake

jamur maitake
Oseng-oseng maitake

Jenis jamur maitake atau hen-of-the-woods merupakan favorit para pemburu jamur. Sebab, Grifola frondosa ini mudah ditemukan di lokasi yang selalu sama. Kumpulan jamur maitake sekilas terlihat seperti bulu ayam yang sedang duduk, itulah mengapa disebut hen-of-the-woods.

Asal mula jamur maitake adalah dari China. Namun, sekarang telah banyak tumbuh di Jepang dan juga Amerika Serikat. Ciri-ciri jamur ini adalah berwarna abu kecokelatan. Ukurannya bisa menjadi cukup besar dengan berat sekitar 23 kilogram. Namun, rata-rata memiliki berat sekitar 1,5-7 kilogram.

Selain itu, ciri lain yang cukup khas adalah tidak ada lamela atau lembaran di bawah tudung jamur. Selain mudah ditemukan, belum ada jamur beracun dengan bentuk dan warna menyerupai maitake.

Namun, sebaiknya hindari jamur yang berwarna oranye atau kemerahan karena besar kemungkinan telah terkontaminasi bakteri.

2. Jamur tiram

jamur tiram
Jamur tiram segar

Termasuk yang paling populer, jamur tiram liar juga banyak dicari pemburu amur. Sangat mudah ditemukan, jamur tiram ini juga berperan penting dalam proses pembusukan batang pohon dan melepaskan nutrisi ke tanah. Dengan demikian, bisa diserap kembali oleh tumbuhan dan organisme dalam ekosistem hutan.

Umumnya, ukuran jamur tiram adalah sekitar 5-20 centimeter. Warnanya bervariasi, mulai dari putih hingga keabuan. Sementara di balik tudungnya, ada lamela atau lembaran hingga ke batang jamur.

Nutrisi dari jamur tiram ini kaya akan vitamin B dan juga mineral seperti potasium, tembaga, zat besi, dan seng. Selain itu, ada juga zat anti-peradangan yang bisa melindungi dari penyakit kronis.

Rekomendasi mengolah jamur tiram liar adalah dengan cara ditumis bersama bawang. Selain itu, bisa juga dimasukkan dalam sup, pasta, daging, atau digoreng tepung nan renyah.

3. Jamur ayam hutan

Jenis jamur sulphur shelf atau jamur ayam hutan berwarna oranye terang atau kekuningan. Rasanya unik menyerupai daging ayam. Jamur Laetiporus sulphureus ini tumbuh dalam kelompok dengan susunan seperti laci.

Namun hati-hati sebelum mengonsumsi jamur ayam hutan sebab ada jenis jamur berbahaya dengan bentuk serupa. Biasanya, jamur pemicu alergi yang mirip sulphur shelf ini tumbuh di tumbuhan runjung atau konifer.

Tak kalah penting, jamur jenis ini harus dimasak terlebih dahulu sebelum dimakan. Rasanya seperti hati ayam dengan tekstur layaknya daging.

Sama seperti sebagian besar jamur lainnya, jamur ayam hutan mengandung nutrisi berupa serat, vitamin C, potasium, seng, fosfor, dan magnesium. Senyawa lain seperti polysaccharides, asam eburikoat, dan asam sinamat. Semuanya berkhasiat mencegah tumbuhnya tumor dan merupakan antioksidan, terbukti dalam studi yang dilakukan di China Three Gorges University, Yichang, China.

Jamur liar yang sebaiknya dihindari

Selain tahu jenis jamur liar yang bisa dimakan, penting juga menyimak apa saja jamur berbahaya dan sebaiknya dihindari:

  • Jamur death cap

jamur deathcap

Jamur Amanita phalloides adalah jenis yang paling beracun. Inilah jamur yang paling bertanggung jawab atas kasus kematian akibat keracunan. Jamur death cap ini berwarna putih kecokelatan dan bisa tumbuh di mana saja.

  • Conocybe filaris

conocybe filaris

Mengandung racun sama seperti death cap, namun warnanya cenderung cokelat. Apabila tertelan, dampaknya bisa cukup fatal. Jamur ini tumbuh di negara-negara Eropa, Asia, dan Amerika Utara.

  • Autumn skullcap

jamur galerina

Dikenal juga dengan nama deadly Galerina, jamur ini termasuk yang mematikan. Bagian topinya berwarna cokelat dan biasanya tumbuh di batang pohon yang sudah busuk.

  • Death angel

no caption

Warna dari jamur Amanita ocreata ini adalah putih dan biasa tumbuh di pantai Barat Amerika Serikat. Apabila tak sengaja dimakan, jamur death angel bisa menyebabkan sakit parah hingga kematian.

  • False morels

Mirip seperti jamur morel yang bisa dimakan, jenis Gyromitra esculenta dan Gyromitra infula bisa saja dianggap tidak berbahaya. Sebab, bentuknya sangat mirip. Namun, perbedaan utamanya terlihat ketika dipotong. Bagian batangnya tidak terlalu berongga, berbeda dengan jamur morel yang asli.

Catatan dari SehatQ

Selain daftar di atas, masih banyak lagi jenis jamur liar yang bahaya dikonsumsi. Oleh sebab itu, apabila tidak yakin akan jenis jamur yang akan dimakan, sebaiknya hindari. Sebab, sangat mungkin menyebabkan sakit parah dan kematian.

Apabila Anda tertarik dengan aktivitas berburu jamur di alam bebas, sebaiknya bekali diri dengan ilmu terlebih dahulu. Ada banyak kelas yang diajarkan langsung oleh ahlinya. Mulai dari cara identifikasi hingga proses mengolah yang tepat.

Baca Juga

  • Bukannya Membantu, Kacamata Malam Anti Silau Justru Berbahaya?
  • Minyak Kayu Manis dan Berbagai Manfaatnya untuk Kesehatan
  • Manfaat Petai untuk Ginjal Ternyata Berasal dari Kandungannya

Selain itu, jangan pula mengonsumsi jamur yang tumbuh di jalan tol, perkotaan, atau area yang rentan terkena paparan pestisida. Jamur menyerap polutan seperti asap kendaraan dan zat kimia dari lingkungan.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar pertolongan pertama ketika keracunan jamur, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

makanan sehathidup sehatpola hidup sehat

Ditulis oleh Azelia Trifiana

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq
    FacebookTwitterInstagramYoutubeLinkedin

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Perusahaan

Dukungan

Butuh Bantuan?

Jam operasional:
07:00 - 20:00 WIB

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved