Bagi orang yang sedang diet, kuning telur dianggap sebagai musuh besar
Kuning telur mengandung nutrisi yang baik bagi tubuh

Murah, enak, dan mudah untuk diolah menjadi makanan yang lezat adalah beberapa keunggulan telur. Namun, tampaknya masyarakat secara tidak adil membedakan antara kuning telur dan putih telur.

Saat sedang melakukan diet, mungkin sebagian besar orang menyisihkan bagian kuning telur ke daerah pinggiran piring. Namun, apakah benar saat sedang menjalani diet, kuning telur tidak boleh dikonsumsi?

Apakah kuning telur merusak program diet?

Mencapai berat badan ideal dan postur tubuh yang indah adalah salah satu tujuan dari diet. Menjaga pola makan dan memilih jenis makanan yang dikonsumsi adalah salah satu langkah krusial dalam meraih diet yang sukses

Salah satu makanan yang menimbulkan kontroversi dalam masyarakat adalah kuning telur. Kuning telur dianggap dapat meningkatkan kolesterol dan dikhawatirkan mampu meningkatkan berat badan alih-alih menurunkannya lemak tubuh. 

Faktanya, saat sedang melakukan diet, kuning telur ataupun telur secara umum adalah salah satu alternatif makanan yang praktis dan bisa ditambahkan ke dalam menu makanan diet harian Anda.

Satu buah telur hanya memiliki 78 kalori dan merupakan salah satu makanan rendah kalori yang bernutrisi, terutama pada bagian kuning telur. 

Selain itu, telur juga kaya akan protein yang membantu menurunkan berat badan dengan cara menimbulkan rasa kenyang dan membantu mengurangi nafsu makan.

Bagaimana dengan kolesterol pada kuning telur?

Tujuan diet lainnya adalah untuk menjaga kesehatan dan kuning telur seringkali menimbulkan keraguan untuk dikonsumsi karena keyakinan bahwa kuning telur meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Telur memang mengandung kolesterol, tetapi, kolesterol yang tinggi tidak serta-merta terjadi hanya karena mengonsumsi kuning telur. Bahkan, sebagian besar kolesterol dalam tubuh yang diproses oleh hati berasal dari lemak jenuh dan lemak trans yang dikonsumsi.

Malahan, konsumsi kuning telur sangat membantu asupan protein dan nutrisi tubuh.Tidak hanya karena 43% protein dalam telur terdapat di kuning telur, tetapi hampir sebagian besar vitamin dan mineral pada telur terkandung dalam kuning telur. 

Oleh karenanya, mengonsumsi telur secara utuh akan lebih baik dibandingkan hanya mengonsumi putih telur saja.

Bahkan, sebuah penelitian mendapati bahwa konsumsi telur secara utuh lebih baik untuk menstimulasi protein di otot pada pria setelah melakukan olahraga resistensi daripada pada pria yang hanya mengonsumsi putih telur saja.

Telur juga mengandung banyak nutrisi yang baik bagi tubuh, seperti vitamin A, B, D, dan kolin yang bermanfaat bagi organ otak dan saraf, serta lutein dan zeaxanthin yang bagus untuk mata.

Secara garis besar, Anda sebaiknya mengonsumsi maksimal tiga butir telur utuh per harinya saja. 

Konsumsi telur pada penderita kondisi medis tertentu

Konsumsi telur ataupun kuning telur dan putih telur secara utuh umumnya tidak menimbulkan risiko kemunculan stroke, penyakit jantung, ataupun kondisi medis lainnya. Namun, pada penderita diabetes tipe 2, konsumsi telur merupakan sesuatu yang perlu diawasi. 

Riset menunjukkan bahwa konsumsi telur yang tinggi atau satu telur setiap harinya bisa meningkatkan risiko terserang penyakit jantung koroner pada penderita diabetes tipe 2.

Meskipun demikian, terdapat penelitian yang menemukan bahwa tidak terdapat peningkatan kolesterol karena konsumsi telur di penderita diabetes tipe 2. Oleh karenanya masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai kaitan antara penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Bila Anda menderita alergi telur, hindari konsumsi telur dan cari alternatif pengganti telur lainnya yang juga kaya akan protein.

Perhatikan cara mengolah telur untuk diet yang sehat

Daripada memusingkan apakah saat diet, kuning telur bisa dikonsumsi atau tidak, akan lebih baik bila Anda fokus pada cara memasak atau mengolah telur dan memadukannya dengan makanan bergizi dan bernutrisi lainnya.

Kebanyakan penambahan risiko penyakit jantung bukan karena konsumsi telur ataupun kuning telurnya, tetapi karena cara memasak dan pemaduan telur dengan makanan lainnya. 

Saat ingin mengolah telur untuk diet, sebaiknya masak telur dengan sedikit minyak atau mentega dan kurangi garam saat membumbui telur. 

Selain itu, sebaiknya hindari memadukan telur yang dimasak dengan makanan tinggi karbohidrat dan kolesterol, seperti kentang goreng, roti panggang, dan sebagainya.

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/heart-health/are-eggs-risky-for-heart-health
Diakses pada 19 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/eggs-weight-loss-food
Diakses pada 19 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/how-many-eggs-should-you-eat#section2
Diakses pada 19 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/eggs-weight-loss-food
Diakses pada 19 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/expert-answers/cholesterol/faq-20058468
Diakses pada 19 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320445.php
Diakses pada 19 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25833969
Diakses pada 19 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20226994
Diakses pada 19 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18679412
Diakses pada 19 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16373948
Diakses pada 19 Juli 2019

The American Journal of Clinical Nutrition. https://www.health.harvard.edu/heart-health/are-eggs-risky-for-heart-health
Diakses pada 19 Juli 2019

The BMJ. https://www.bmj.com/content/346/bmj.e8539
Diakses pada 19 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed