logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Jahitan Melahirkan Normal, Kapankah Anda Membutuhkannya?

open-summary

Jahitan melahirkan normal adalah hal yang umum dibutuhkan oleh wanita ketika persalinan. Namun jahitan ini perlu dirawat dengan baik agar tidak menimbulkan komplikasi tertentu, seperti infeksi.


close-summary

25 Agt 2020

| Annisa Trimirasti

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Jahitan melahirkan normal dilakukan jika perineum robek saat persalinan

Jahitan melahirkan normal dibutuhkan ketika ada robekan pada perineum

Table of Content

  • Kapan jahitan melahirkan normal diperlukan?
  • Tingkat keparahan robekan perineum
  • Tingkat keparahan robekan perineum
  • Cara merawat jahitan setelah melahirkan normal

Anda mungkin sering mendengar bahwa vagina ibu yang menjalani persalinan normal perlu dijahit. Apakah hal ini pasti terjadi? Bila iya, bagaimana cara merawat jahitan melahirkan normal?

Advertisement

Jahitan setelah persalinan normal ini tergolong umum. Sekitar 9 dari 10 wanita yang melahirkan normal akan menjalaninya. Namun jangan takut dulu karena tidak semua wanita yang melahirkan pasti membutuhkannya.

Kapan jahitan melahirkan normal diperlukan?

Jahitan dibutuhkan bila perineum robek saat proses melahirkan. Perineum merupakan area di antara vagina dan anus.

Tidak semua ibu yang melahirkan normal pasti mengalami robekan cukup dalam pada perineumnya. Jadi ada juga wanita yang tidak membutuhkan jahitan melahirkan normal.

Robekan yang dalam di perineum lebih umum dialami oleh wanita dengan beberapa kondisi berikut:

  • Pertama kali melahirkan melalui vagina
  • Melahirkan bayi dengan berat di atas rata-rata, umumnya lebih dari 4 kg
  • Menjalani proses persalinan dengan durasi yang lama
  • Menjalani persalinan dengan bantuan khusus, misalnya dengan vakum
  • Bahu bayi tersangkut di tulang kemaluan sang ibu
  • Pernah mengalami robekan dalam di perineum
  • Janin berada di posisi back-to-back, yakni kepala bayi di bawah, tapi bagian belakang kepala dan punggungnya bersentuhan dengan tulang belakang ibu

Perineum juga bisa saja digunting oleh dokter atau bidan guna mempermudah proses persalinan, sehingga perlu dijahit.

Tindakan medis tersebut dinamakan episiotomi. Prosedur ini biasa dilakukan apabila bayi perlu segera dilahirkan, atau ada risiko robekan pada anus yang dalam jika perineum tidak digunting.

Tingkat keparahan robekan perineum

Berdasarkan tingkat keparahannya, derajat robekan atau ruptur perineum terbagi dalam beberapa kelompok di bawah ini:

  • Tingkat 1

Robekan perineum tingkat 1 biasa tidak perlu dijahit karena tergolong ringan. Area yang robek adalah mulut vagina atau bagian kulit perineum.

  • Tingkat 2

Pada ruptur perineum tingkat 2, robekan sudah memasuki otot perineum yang berada dalam vagina.

  • Tingkat 3

Ruptur perineum tingkat tiga terjadi pada kulit dan otot vagina, perineum, serta anus.

  • Tingkat 4

Robekan perineum tingkat 4 merupakan kondisi yang paling parah. Pasalnya, ruptur sudah mencapai anus, rektum, hingga usus besar.

Jahitan setelah melahirkan normal hanya akan diperlukan bila robekan perineum cukup dalam, hingga mencapai otot atau jaringan pada area tersebut. Ini berarti, pada ruptur tingkat 2.

Tingkat keparahan robekan perineum

Berdasarkan tingkat keparahannya, derajat robekan atau ruptur perineum terbagi dalam beberapa kelompok di bawah ini:

  • Tingkat 1

Robekan perineum tingkat 1 biasa tidak perlu dijahit karena tergolong ringan. Area yang robek adalah mulut vagina atau bagian kulit perineum.

  • Tingkat 2

Pada ruptur perineum tingkat 2, robekan sudah memasuki otot perineum yang berada dalam vagina.

  • Tingkat 3

Ruptur perineum tingkat tiga terjadi pada kulit dan otot vagina, perineum, serta anus.

  • Tingkat 4

Robekan perineum tingkat 4 merupakan kondisi yang paling parah. Pasalnya, ruptur sudah mencapai anus, rektum, hingga usus besar.

Jahitan setelah melahirkan normal hanya akan diperlukan bila robekan perineum cukup dalam, hingga mencapai otot atau jaringan pada area tersebut. Ini berarti, pada ruptur tingkat 2.

Cara merawat jahitan setelah melahirkan normal

Robekan perineum pascamelahirkan biasanya membutuhkan waktu 7-10 hari untuk sembuh. Meski begitu, pemulihan total hingga nyeri hilang mungkin perlu waktu lebih lama.

Durasi penyembuhan total tersebut bisa mulai dari 2 bulan hingga 1 tahun setelah persalinan, tergantung pada seberapa dalam robekan perineum yang terjadi.

Untuk membantu dalam mempercepat proses pemulihan dan meredakan nyeri, para ibu baru bisa mencoba sederet langkah di bawah ini:

  • Kompres dingin

Tempelkan kompres dingin selama 10-20 menit pada area jahitan. Langkah ini dapat untuk membantu dalam mengurangi bengkak.

Anda bisa membuat kompres dingin dari es batu yang dibungkus handuk atau kain bersih. Namun jangan menempelkannya lebih dari 20 menit karena dapat merusak saraf.

  • Pelunak tinja

Gunakan pelunak tinja, seperti docusate sodium. Dengan ini, Anda tidak perlu mengejan lagi saat buang air besar.

Namun ingatlah bahwa Anda sebaiknya tidak menahan buang air besar. Kebiasaan ini bisa menyebabkan sembelit.

Baca Juga

  • Ruptur Uteri, Komplikasi yang Membahayakan Ibu dan Janin
  • Operasi Caesar BPJS Kesehatan: Syarat, Tahapan, dan Besar Tanggungan
  • Tanda-tanda Melahirkan Anak Kedua yang Wajib Bumil Ketahui
  • Mandi air hangat

Air hangat dapat membantu proses penyembuhan luka dan memberi efek menenangkan. Jadi cobalah berendam dalam air hangat selama sekitar 20 menit, sebanyak 2 kali sehari.

Anda juga bisa memakai air hangat untuk membasuh vagina setelah buang air kecil. Tapi jangan lupa untuk mengeringkan area jahitan melahirkan normal dengan handuk bersih berbahan lembut.

  • Cukup istirahat

Usahakan untuk cukup beristirahat meski Anda sangat sibuk merawat bayi baru lahir. Bila istirahat sulit dilakukan, mintalah bantuan pada suami, saudara, atau teman.

Anda perlu beristirahat dengan durasi yang memadai supaya jahitan cepat sembuh dan tubuh tetap fit.

  • Senam kegel

Senam kegel dapat membantu memperlancar sirkulasi darah dan kekuatan area panggul. Dengan ini, proses penyembuhan robekan dan jahitan melahirkan normal pun akan terbantu.

Meski demikian, hindarilah kegiatan atau olahraga dengan intensitas berat sebelum diizinkan oleh dokter.

  • Area jahitan yang bersih dan kering

Jagalah area jahitan agar tetap bersih dan kering. Lakukan langkah ini dengan rutin mengganti pembalut selama masa nifas.

Selain itu, pilihlah celana dalam dari bahan lembut yang menyerap keringat. Dengan ini, sirkulasi udara di area jahitan melahirkan normal tetap terjaga.

Anda pun disarankan untuk membiarkan area jahitan terpapar angin selama sekitar 10 menit, dan 2 kali sehari.

Jahitan melahirkan normal adalah hal yang umum terjadi. Anda cukup mengikuti saran dokter dan merawatnya dengan baik supaya jahitan ini cepat sembuh.

Namun bila selama proses perawatan mandiri, timbul keputihan berbau tak sedap, bengkak parah, hingga demam, segera hubungi dokter. Kondisi ini bisa saja menandakan infeksi yang mesti ditangani secepatnya.

Advertisement

kehidupan pasca melahirkanpersalinanmelahirkan normal

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved