Jagalah Kebersihan Toilet, Agar Terhindar dari Berbagai Penyakit Ini

(0)
01 Apr 2020|Aditya Prasanda
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Jagalah kebersihan toilet dengan rutin menyikatnya.Jagalah kebersihan toilet demi hidup yang lebih sehat.
Jagalah kebersihan toilet merupakan jargon yang sangat akrab bagi masyarakat Indonesia. Dari toilet di fasilitas umum, sekolah hingga restoran, jargon ini pasti selalu melekat di salah satu sudutnya. Jika pun tidak sama persis, kata-katanya diganti dengan tujuan yang sama, yaitu untuk mengingatkan siapapun agar menjaga kebersihan toilet.Bukan tanpa alasan slogan ini dibuat. Sebab, toilet yang kotor tidak hanya menimbulkan aroma dan penampakan yang membuat tidak nyaman, tapi juga dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Jagalah kebersihan toilet, untuk lindungi tubuh dari penyakit ini

Toilet yang tidak higienis dapat menjadi tempat berkembang biak mikroba seperti bakteri, virus maupun parasit. Mikroba yang hidup di toilet dengan sanitasi buruk tersebut, jika dibiarkan dapat mengancam kesehatan para pengguna toilet.Untuk mencegahnya, jagalah kebersihan toilet agar terhindar dari penyakit berbahaya yang mengintai kesehatan Anda seperti berikut ini:

1. Salmonellosis

Salmonellosis atau infeksi salmonella merupakan penyakit yang disebabkan bakteri salmonella. Bakteri umumnya hidup di usushewan, dan manusia, lalu dikeluarkan melalui feses.Pada toilet yang kumuh, bakteri salmonella dapat ditemukan dalam air toilet Selain itu, bakteri ini juga dapat berkembang biak di air yang kotor. Seseorang dapat terinfeksi salmonella dari makanan dan minuman yang terkontaminasi, terutama akibat tidak menjaga kebersihan diri.Jika Anda terinfeksi bakteri salmonella, ada beberapa gejala yang dapat dirasakan seperti:

2. Shigellosis

Shigellosis atau infeksi shigella merupakan penyakit usus yang disebabkan infeksi bakteri shigella. Gejala utama penyakit ini yaitu demam, diare dan darah pada feses.Bakteri shigella juga menyebar melalui kontak langsung dengan bakteri pada feses di toilet yang tidak bersih. Misalnya dapat terjadi ketika anggota keluarga tidak mencuci tangan dengan benar setelah mengganti popok bayi.Tak hanya itu, toilet kumuh juga dapat meningkatkan peluang penyakit usus lainnya seperti viral gastroenteritis dan infeksi Giardia. Ketiga penyakit ini sangat menular, dan salah satu cara mencegahnya adalah dengan menjaga kebersihan toilet.

3. Trachoma

Badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) mengungkapkan, setidaknya ada 2 juta orang yang mengalami kebutaan akibat penyakit trachoma. Mayoritas korban penyakit trachoma berasal dari kawasan dengan sanitasi buruk di Afrika.Penyakit ini disebabkan infeksi bakteri Chlamydia trachomatis. Gejala-gejala yang ditimbulkannya antara lain:
  • Gatal-gatal ringan di area kelopak mata
  • Kelopak mata mengalami bengkak dan bernanah
  • Mata perih
  • Sensitivitas terhadap cahaya
Penyakit ini sangat menular. Sebab, bakteri Chlamydia trachomatis penyebab infeksi trachoma dapat menyebar melalui serangga, kontak kulit maupun barang yang digunakan penderita. Sanitasi yang buruk dan kurangnya kebersihan, seperti tangan yang tidak bersih dapat membantu menyebarkan penyakit ini.

4. Melioidosis

Nyeri sendi merupakan salah satu gejala meliodosis.
Melioidosis merupakan penyakit menular pada hewan dan manusia yang disebabkan oleh infeksi bakteri Burkholderia pseudomallei. Bakteri ini ditemukan dalam air dan tanah yang terkontaminasiIndividu yang terinfeksi bakteri Burkholderia pseudomallei umumnya akan mengalami gejala berupa:
  • Nyeri dan bengkak pada area yang terinfeksi
  • Demam
  • Timbul luka
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Gangguan pernapasan
  • Nyeri sendi
  • Disorientasi
  • Kejang
Lebih dari itu, individu yang terserang melioidosis juga dapat mengalami komplikasi penyakit berbahaya seperti penyakit paru-paru kronis, kanker, diabetes, penyakit hati, dan penyakit ginjal.Selain lima jenis penyakit di atas, toilet kotor juga dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit hepatitis A, infeksi cacing pita, hingga penyakit strongyloidiasis.

Jagalah kebersihan toilet, ini tipsnya

Agar terhindar dari penyakit berbahaya akibat toilet yang tidak higienis, Anda dapat mulai menerapkan kebiasaan membersihkan toilet secara rutin serta menjaga diri ketika berada di dalam toilet. Bagaimana caranya?

1. Membersihkan toilet

Jagalah kebersihan toilet dengan membersihkan seluruh sudut toilet dan kamar mandi menggunakan karbol maupun cairan pembersih toilet. Bersihkan secara rutin untuk menghindari mikroba berbahaya berkembang biak di permukaan toilet Anda.

2. Menguras dan membersihkan bak mandi

Anda juga wajib menguras dan membersihkan bak mandi. Jangan biarkan air menggenang terlalu lama. Sebab, genangan air dikhawatirkan dapat menjadi sarang berkembang biaknya bakteri dan nyamuk penyebab DBD.

3. Mencuci tangan

Biasakanlah mencuci tangan setiap selesai menggunakan kamar mandi dan toilet, termasuk setelah membersihkannya. Dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, Anda dapat mengurangi risiko penyakit berbahaya.
mualinfeksi bakterimuntahsakit perut
Healthline.
https://www.healthline.com/health/can-you-get-herpes-from-a-toilet-seat#next-steps
Diakses pada 29 Maret 2020
Australia Department of Health.
https://www1.health.gov.au/internet/publications/publishing.nsf/Content/ohp-enhealth-manual-atsi-cnt-l~ohp-enhealth-manual-atsi-cnt-l-ch2~ohp-enhealth-manual-atsi-cnt-l-ch2.3
Diakses pada 29 Maret 2020
Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/salmonella/symptoms-causes/syc-20355329
Diakses pada 29 Maret 2020
Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shigella/symptoms-causes/syc-20377529
Diakses pada 29 Maret 2020
Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/trachoma/symptoms-causes/syc-20378505
Diakses pada 29 Maret 2020
Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/viral-gastroenteritis/symptoms-causes/syc-20378847
Diakses pada 29 Maret 2020
Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/giardia-infection/symptoms-causes/syc-20372786
Diakses pada 29 Maret 2020
CDC.
https://www.cdc.gov/melioidosis/index.html
Diakses pada 29 Maret 2020
Society for Applied Microbiology.
https://sfamjournals.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1046/j.1365-2672.2000.01091.x
Diakses pada 1 April 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait