Jaga Kadar Gula Darah Normal untuk Hindari Ulkus Dekubitus!

menjaga kestabilan gula darah dapat mencegah ulkus dekubitus
Ulkus Dekubitus bisa dihindari dengan menjaga kestabilan gula darah

Menjaga kadar gula darah normal merupakan bagian yang penting dalam meraih kesehatan yang lebih baik, khususnya bagi Anda yang menderita diabetes.

Bagi orang yang tidak memiliki diabetes, menjaga kadar gula darah normal mampu mencegah Anda dari risiko penyakit jantung dan diabetes. Namun, jika Anda menderita diabetes, menjaga kadar gula normal merupakan prioritas utama Anda.

Mengapa kadar gula darah normal penting?

Kadar gula darah merupakan jumlah dari gula yang beredar dalam darah yang diedarkan dalam tubuh. Kadar gula normal merujuk pada jumlah gula dalam darah yang sesuai untuk memberikan energi pada sel-sel tubuh tetapi tidak sampai membanjiri pembuluh darah.

Kadar gula darah normal harus tetap dijaga agar tubuh tetap bisa berfungsi dengan baik. Normalnya, kadar gula darah tidak selamanya konstan, tetapi dapat naik dan turun. Kadar gula darah akan naik setelah makan dan menjadi normal lagi satu jam seusai makan.

Sementara itu, kadar gula darah paling rendah terjadi saat sebelum Anda mengonsumsi makanan pertama dalam satu hari tersebut.

Berapa kadar gula darah normal?

Kadar gula darah yang tidak konstan membuat standar dari kadar gula darah normal bergantung pada waktu Anda mengonsumsi makanan. Pada orang yang tidak memiliki diabetes, kadar gula darah normal sebelum makan harus kurang dari 100 mg/dl.

Sementara kadar gula darah normal pada orang yang tidak menderita diabetes setelah satu sampai dua jam seusai mengonsumsi makanan adalah kurang dari 140 mg/dl.

Penderita diabetes memiliki standar kadar gula darah normal yang berbeda. Sebelum makan, kadar gula darah normal bagi penderita diabetes berkisar antara 80 sampai 130 mg/dl. Setelah makan, kadar gula darah normal penderita diabetes harus kurang dari 180 mg/dl.

Diabetes sebabkan ulkus dekubitus

Diabetes tergolong penyakit berat dan dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Kebanyakan dari Anda mungkin telah mengetahui akibat dari diabetes yang parah, seperti kebutaan, gangguan saraf, penyakit jantung, dan gangguan ginjal.

Namun, tahukah Anda kalau diabetes yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko Anda mengalami ulkus dekubitus? Ulkus dekubitus adalah luka yang muncul karena tekanan secara terus-menerus. Namun, luka yang kecil ini jika tidak segera ditangani dapat berakibat fatal.

Ulkus dekubitus yang tidak segera disembuhkan menimbulkan infeksi yang menyebar ke otot, persendian, dan tulang. Hal ini semakin diperparah dengan gangguan saraf yang mungkin dirasakan oleh penderita diabetes.

Gangguan saraf bisa membuat penderita tidak menyadari ulkus dekubitus yang muncul di bagian tubuhnya. Pada kasus yang parah, penderita diabetes harus segera mengamputasi bagian tubuh yang terinfeksi.

Capai gula darah normal dengan mengubah pola hidup!

Pola hidup sehat sangat membantu penderita diabetes dalam menjaga gula darah normal. Pola hidup sehat berupa:

  • Menjaga pola makan

Menjaga pola makan dengan membatasi konsumsi karbohidrat dan gula, meningkatkan konsumsi makanan berserat, mengatur porsi makan agar tidak terlalu banyak atau pun sedikit, serta mengonsumsi makanan dengan nutrisi dan gizi yang imbang.

  • Berolahraga

Berolahraga memicu tubuh untuk menggunakan gula dalam tubuh sebagai energi serta membantu kinerja insulin dalam tubuh yang mampu membuat kadar gula normal. Selalu diskusikan bersama dokter mengenai jenis dan waktu olahraga yang tepat untuk Anda.

  • Mengatasi stres

Stres yang berkepanjangan memicu produksi hormon yang menaikkan kadar gula darah. Anda juga akan kesulitan dalam mengikuti penanganan diabetes yang diikuti dan diinstruksikan oleh dokter.

  • Medikasi yang rutin

Medikasi-medikasi diabetes, seperti insulin harus dikonsumsi dengan dosis dan waktu yang tepat. Medikasi-medikasi tersebut membantu Anda untuk memiliki kadar gula darah normal.

 

John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/bedsores
Diakses pada 29 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/in-depth/diabetes-management/art-20047963
Diakses pada 29 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bed-sores/symptoms-causes/syc-20355893
Diakses pada 29 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317536.php
Diakses pada 29 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/249413.php
Diakses pada 29 Mei 2019

WHO. https://www.who.int/diabetes/action_online/basics/en/index3.html
Diakses pada 29 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed