Jaga Berat Badan Anda, Obesitas dapat Jadi Penyebab Kanker Ovarium

Obesitas dapat menjadi penyebab kanker ovarium
Individu yang alami obesitas, memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ovarium.

Kanker ovarium bermula di indung telur. Penyakit ini terjadi, saat sel-sel di ovarium tumbuh, dan berkembang biak dengan tidak terkendali.

Kanker ovarium seringkali tidak menunjukkan gejala apapun pada awalnya sehingga para wanita tidak menyadarinya. Kanker ovarium biasanya baru diketahui saat stadium III atau IV.

Mutasi gen picu perkembangan kanker ovarium

Penyebab kanker ovarium, tidak diketahui secara pasti. Namun, terjadinya mutasi gen, membuat sel normal di ovarium berkembang biak dengan tidak teratur, sehingga menyebabkan terjadinya perkembangan kanker ovarium.

Sebagian kecil kanker ovarium terjadi pada wanita dengan mutasi gen bawaan. Sementara itu, sebagian besar mutasi gen yang menyebabkan perkembangan kanker ovarium bukanlah diwariskan, melainkan didapatkan sendiri.

Hal tersebut dapat terjadi akibat radiasi atau bahan kimia penyebab kanker. Meski tidak diketahui secara pasti penyebabnya, ada sejumlah faktor risiko kanker ovarium.

Faktor risiko merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan peluang Anda terkena suatu penyakit, termasuk kanker ovarium.

Akan tetapi, jika Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko itu, bukan berarti bahwa Anda pasti terkena kanker ovarium. Sebagian orang yang tidak memiliki faktor risiko juga dapat terkena penyakit kanker ovarium.

6 Faktor risiko kanker ovarium

Berikut ini faktor risiko kanker ovarium yang mungkin Anda miliki.

1. Bertambahnya usia

Risiko terkena kanker ovarium semakin tinggi, seiring bertambahnya usia. Kanker ovarium biasanya terjadi pada wanita berusia tua, dan jarang terjadi pada wanita di bawah 40 tahun. Sebagian besar kanker ovarium pun berkembang setelah menopause.

2. Obesitas

Individu dengan kelebihan berat badan, memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ovarium. Wanita yang memiliki indeks massa tubuh minimal 30, mengalami peningkatan risiko terhadap kanker ini. Obesitas juga dapat memengaruhi kelangsungan hidup wanita yang terkena kanker ovarium.

3. Riwayat kesehatan keluarga

Riwayat keluarga yang terkena kanker ovarium, tentu akan berpengaruh bagi Anda. Jika ibu atau saudara perempuan Anda mengalami kanker ovarium, maka Anda memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ovarium juga.

Semakin banyak kerabat yang memiliki kanker ovarium, maka semakin tinggi pula risiko Anda terkena kanker tersebut.

4. Terapi pengganti hormon

Terapi pengganti hormon dapat meningkatkan risiko terkena kanker ovarium. Wanita yang menggunakan estrogen setelah setelah menopause, akan mengalami peningkatan risiko terhadap kanker ovarium.

Risiko dapat berkurang, bila Anda berhenti menjalankan terapi hormon pengganti tersebut.

5. Endometriosis

Berdasarkan penelitian, wanita yang memiliki endometriosis, lebih mungkin untuk terkena kanker ovarium. Endometriosis merupakan sel-sel pelapis rahim yang berkembang di tempat lain, seperti ovarium atau perut.

Sel ini masih menganggap bahwa mereka berada di dalam rahim, termasuk perdarahan selama menstruasi yang menyebabkan rasa sakit.

Sel ini masih menganggap bahwa mereka berada di dalam rahim, termasuk perdarahan selama menstruasi yang menyebabkan rasa sakit. Jika Anda mengalami endometriosis, maka perut bagian bawah akan terasa nyeri.

6. Kehamilan kurang dari 9 bulan

Wanita yang tidak pernah hamil penuh selama kurang lebih 9 bulan, atau wanita yang pertama hamil di usia 35 tahun ke atas berisiko lebih tinggi terkena kanker ovarium.

Untuk menurunkan risiko terkena kanker ovarium, Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini:

  • Diet: Wanita yang mengonsumsi makanan rendah lemak, sayuran, biji-bijian, dan buah, dapat menurunkan risiko terkena kanker ovarium.
  • Melakukan kontrol kelahiran: Penggunaan alat kontrasepsi untuk mengontrol kelahiran, dapat menurunkan risiko kanker ovarium. Semakin lama digunakan, maka risiko pun akan lebih rendah.
  • Kehamilan dan menyusui: Wanita yang mengalami kehamilan sebelum usia 26 tahun, dan wanita yang menyusui, memiliki risiko lebih rendah terkena kanker ovarium daripada wanita yang belum mengalami kehamilan.
  • Berhenti merokok: Menghentikan kebiasaan merokok, dapat mengurangi risiko terkena kanker ovarium, dan penyakit serius lainnya.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/ovarian-cancer/causes/
Diakses pada 26 April 2019

American Cancer Society
https://amp.cancer.org/cancer/ovarian-cancer/causes-risks-prevention/what-causes.html. Diakses pada 26 April 2019

American Cancer Society. https://amp.cancer.org/cancer/ovarian-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html
Diakses pada 26 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed