logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Imunisasi Dasar Lengkap yang Penting Diketahui Orangtua

open-summary

Imunisasi dasar lengkap terdiri dari vaksin hepatitis B, BCG, Polio, DPT, Hib, dan campak atau MR. Ketahui jadwal imunisasi yang sesuai dengan usia anak Anda.


close-summary

4.05

(41)

12 Jan 2022

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Imunisasi dasar lengkap perlu diberikan kepada bayi agar ia terhindar dari berbagai penyakit yang berbahaya

Dokter sedang memberikan vaksin pada bayi sebagai bentuk imunisasi dasar lengkap

Table of Content

  • Apa itu imunisasi?
  • Jadwal imunisasi dasar lengkap
  • Apa saja manfaat vaksin pada imunisasi dasar lengkap?
  • Memahami kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI)

Tidak ada alasan bagi anak Indonesia untuk melewatkan imunisasi dasar lengkap. Selain vaksinnya dapat diperoleh secara gratis di pusat kesehatan milik pemerintah, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga sudah mengeluarkan jadwal imunisasi dasar bayi yang dapat diunduh dan diikuti oleh seluruh orangtua di Indonesia.

Advertisement

Imunisasi dilakukan untuk mencegah penyakit, kecacatan, dan kematian dari wabah yang dapat dicegah dengan memberikan vaksin tertentu ke dalam tubuh manusia.

Penyakit-penyakit tersebut, yakni tuberkulosis (TBC), hepatitis B, difteri, pertusis, tetanus, polio, campak, pneumonia, rubella, dan lain-lain.

Sayangnya, data Kementerian Kesehatan RI pada 2014-2016 lalu menyatakan sedikitnya 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi, terlambat imunisasi atau belum lengkap status imunisasinya.

Kondisi ini membuat anak-anak tersebut dan lingkungannya mudah tertular penyakit berbahaya di atas karena tidak adanya kekebalan terhadap penyakit tersebut.

Apa itu imunisasi?

Imunisasi adalah proses meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu dengan memasukkan vaksin melalui suntikan atau oral ke dalam tubuh. 

Vaksin berasal dari bakteri atau virus yang dimatikan, dilemahkan, atau bagian-bagian tertentu dari mikroorganisme tersebut yang telah dimodifikasi.

Setelah vaksin masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan akan bereaksi membentuk antibodi untuk melawannya. Alhasil, tubuh memiliki imunitas terhadap virus atau bakteri.

Hal tersebut juga menciptakan sel-sel memori, di mana saat serangan patogen kembali, antibodi akan melawan sehingga tubuh terhindar dari penyakit. 

Imunisasi dasar lengkap harus diberikan pada bayi sebagai bekal melawan patogen-patogen tersebut.

Jadwal imunisasi dasar lengkap

imunisasi dasar lengkap
Anak harus mendapatkan imunisasi dasar lengkap

Menurut Kemenkes, imunisasi dasar lengkap adalah penyuntikkan vaksin tertentu yang diberikan kepada bayi sesuai dengan usianya. Berikut jadwal imunisasi bayi yang dapat diikuti oleh orangtua:

  • Bayi berusia kurang dari 24 jam: imunisasi Hepatitis B (HB-0)
  • Bayi usia 1 bulan: BCG dan Polio 1
  • Bayi usia 2 bulan: DPT-HB-Hib 1, Polio 2, dan Rotavirus 
  • Bayi usia 3 bulan: DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3
  • Bayi usia 4 bulan: DPT-HB-Hib 3, Polio 4, IPV atau Polio suntik, dan Rotavirus
  • Bayi usia 9 bulan: Campak atau MR.

Itulah jadwal imunisasi dasar lengkap Kemenkes. Tahapan imunisasi bayi sebaiknya diberikan sesuai dengan usianya.

Kemenkes dan IDAI mengingatkan bahwa memberikan imunisasi dasar lengkap saja tidak cukup. Anak juga harus melakukan imunisasi rutin lengkap dengan melanjutkan jadwal imunisasi dasar dengan imunisasi lanjutan.

Untuk imunisasi lanjutan bagi bayi di bawah 2 tahun, jenis imunisasi yang perlu diberikan adalah DPT-HB-Hib dan campak/MR yang diberikan saat usianya 18 bulan. 

Setelah itu, anak kelas 1 SD atau sederajat kembali diberikan imunisasi DT (vaksin DPT tanpa pertusis) dan MR. 

Selanjutnya, anak kelas 2 SD atau sederajat diberikan vaksin Td (mirip dengan vaksin DPT). Terakhir, vaksin Td diberikan pada anak kelas 5 SD atau sederajat. 

Sedangkan, pada kondisi pandemi Covid-19 ini, pengurus pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia memberikan rekomendasi jadwal imunisasi bayi lengkap dengan urutan imunisasi bayi sebagai berikut:

  • Segera setelah lahir: Hepatitisan B0 + OPV 0
  • Usia 1 bulan: BCG
  • Usia 2 bulan: Pentavalent I + OPV I
  • Usia 3 bulan: Pentavalent 2 + OPV 2
  • Usia 4 bulan: Pentavalent 3 + OPV 3 + IPV 
  • Usia 9 bulan: MR I
  • Usia 18 bulan: Pentavalent 4 + OPV4 + MR2.

Rangkaian imunisasi di atas juga dapat ditambah dengan imunisasi lainnya, seperti:

  • Usia 2 bulan: PCVI
  • Usia 4 bulan: PCV2
  • Usia 6 bulan: PCV3 + Influenza I
  • Usia 7 bulan: Influenza 2.

IDAI menambahkan, pada wilayah dengan penularan luas Covid-19, jika tidak memungkinkan imunisasi maka dapat ditunda 1 bulan. Namun, imunisasi sebaiknya segera diberikan sesuai jadwal apabila situasinya memungkinkan. 

Berdasarkan laporan data imunisasi rutin bulan Oktober 2021, cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia hanya mencapai 58,4 persen dari target 79,1 persen. Para orangtua harus tanggap dengan pemberian vaksin untuk bayi dan anak, serta menghindari telat imunisasi jika memungkinkan.

Anda dapat menanyakan jadwal imunisasi bayi di Puskesmas. Pastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap.

Baca Juga

  • Manfaat Posyandu Balita dan Berbagai Kegiatannya
  • Manfaat Vaksin dan Daftar Penyakit yang Dapat Dicegah
  • Rekomendasi Multivitamin untuk Daya Tahan Tubuh yang Lebih Baik

Apa saja manfaat vaksin pada imunisasi dasar lengkap?

anak disuntik imunisasi
Imunisasi membantu anak terhindar dari penyakit tertentu

Imunisasi dasar lengkap dapat menrangsang kekebalan tubuh bayi sehingga melindunginya dari beberapa penyakit yang bahkan bisa sampai menyebabkan kematian.

Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017manfaat dan jadwal imunisasi anak lengkap adalah:

1. Campak

Jadwal imunisasi campak adalah sebanyak tiga kali, yaitu pada saat anak berusia sembilan bulan, 18 bulan, dan antara enam sampai tujuh tahun.

Namun, perlu diketahui bahwa anak tidak perlu imunisasi campak yang kedua (saat berusia 18 bulan), jika anak telah mendapatkan imunisasi MMR.

2. MR (MeaslesMumpsRubella)

Vaksin MR adalah imunisasi yang digunakan untuk penyakit gondok (mumps) dan campak Jerman (rubella).

Jadwal imunisasi MR adalah sebanyak dua kali. Anak yang telah mendapat imunisasi vaksin MMR masih perlu mendapat vaksin MR untuk memberikan kekebalan penuh. Imunisasi vaksin MR diberikan kepada semua anak yang berusia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun.

Anak yang belum mendapatkan imunisasi campak pada usia 12 bulan dapat diberikan imunisasi MR. 

Jika anak telah diberikan imunisasi campak pada usia sembilan bulan, anak dapat diberikan imunisasi MMR saat anak berusia 15 bulan (dengan minimal interval enam bulan)

3. Polio

Penyakit polio sangat menular dan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen. Saat ini, Indonesia telah dinyatakan bebas polio oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun, pemberian vaksin ini pada jadwal imunisasi dasar lengkap tetap dianjurkan untuk mencegah polio merebak kembali di Tanah Air.

Jadwal imunisasi bayi untuk polio adalah sebanyak lima kali, yaitu pada saat anak baru lahir sampai berusia satu bulan, dua bulan, tiga bulan, empat bulan, dan 18 bulan.

Untuk imunisasi polio, terdapat dua jenis vaksin, yaitu vaksin oral dan vaksin suntik. Vaksin oral diteteskan ke dalam mulut dan vaksin suntik disuntikkan pada anak.

4. BCG

Vaksin BCG dapat mencegah penyakit tuberkulosis (TB) pada paru-paru yang kadang juga bisa berkembang menjadi meningitis.

Jadwal imunisasi BCG adalah satu kali, yaitu saat anak baru lahir sampai berusia sebelum 3 bulan. Optimal diberikan pada usia 2 bulan.

Jika anak ingin diberikan imunisasi BCG di atas tiga bulan, maka anak perlu melakukan uji tuberkulin terlebih dahulu.

5. DTP (DiphtheriaTetanusPertussis)

Vaksin DTP atau DPT digunakan untuk mencegah risiko penyakit difteri, tetanus, dan pertusis.

Difteri adalah penyakit yang dapat membuat bayi kesulitan bernapas, lumpuh, dan mengalami gagal jantung. Tetanus adalah penyakit yang dapat mengakibatkan kaku otot dan mulut mengunci dengan rasio kematian 1 banding 5.

Sementara itu, pertusis adalah batuk rejan yang menyebabkan bayi batuk sangat parah hingga tak bisa bernapas dan tak jarang mengakibatkan kematian.

Jadwal imunisasi DPT adalah sebanyak tujuh kali, yaitu saat anak berusia dua bulan, tiga bulan, empat bulan, 18 bulan, lima tahun, 10 sampai 12 tahun, dan 18 tahun.

6. Hepatitis B

Vaksin Hepatitis B (HB) dapat mencegah penyakit hepatitis B, penyakit kronis akibat infeksi virus yang menyerang hati. Kondisi ini dapat berlangsung beberapa minggu, bahkan seumur hidup.

Jadwal imunisasi hepatitis B adalah sebanyak empat kali, yaitu saat anak baru lahir, dua bulan, tiga bulan, dan empat bulan. Vaksin hepatitis B pertama efektif diberikan 12 jam setelah anak lahir.

Jadwal imunisasi pada bayi tidak hanya mencakup imunisasi dasar saja, tetapi juga imunisasi yang direkomendasikan. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan imunisasi kepada anak dan segera lengkapi imunisasi anak Anda.

Memahami kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI)

Setelah imunisasi dasar pada bayi atau anak, terkadang sejumlah efek samping ringan dapat terjadi, seperti demam ringan hingga tinggi, bengkak, kemerahan, dan agak rewel. Hal itu adalah reaksi yang umum dan dinamakan dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Umumnya, KIPI akan hilang dalam 3-4 hari meski kadang bisa berlangsung lebih lama. Selama anak mengalami KIPI, Anda bisa memberi obat penurun panas tiap 4 jam, kompres air hangat, dan sering diberi ASI, susu, atau jus buah (bila sudah mengonsumsi makanan padat).

KIPI biasanya tidak sampai mengakibatkan penyakit berat, apalagi kelumpuhan serta kematian. Bila kondisi anak tidak membaik atau bertambah berat dan membuat Anda khawatir, hubungi dokter.

Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang imunisasi dasar lengkap, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

vaksin bayi dan anakimunisasi anakkekebalan tubuh

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved