Jadi Ibu Pintar Yuk, Ketahui Cara Perawatan Payudara Bagi Ibu Menyusui

Salah satu perawatan payudara saat menyusui yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengganti breast pad secara berkala
Memakai bra khusus menyusui dan breast pad merupakan cara merawat payudara bagi ibu menyusui

Momen ketika payudara mengemban “tugas berat” dalam periode cukup lama sepanjang hidup adalah saat menyusui. Itulah sebabnya, perawatan payudara bagi ibu menyusui harus benar-benar detil, terutama terkait kebersihannya. Permasalahan seputar laktasi juga harus segera ditangani sebelum terlambat.

Melihat ke belakang saat sedang hamil, bentuk payudara pasti mengalami perubahan signifikan. Ukuran payudara bahkan bisa naik hingga dua cup lebih besar. Setelah persalinan, perubahan ini belum berhenti.

Saat menyusui, payudara terus bekerja selama 24 jam tanpa henti untuk memproduksi ASI, baik bagi yang menyusui langsung maupun memerah ASI. Ibu menyusui juga perlu bersiap akan perubahan hormon yang cukup signifikan.

Perawatan payudara bagi ibu menyusui

Perawatan payudara bagi ibu menyusui dalam hal ini bukan hanya sekadar pijat atau spa di bagian payudara. Justru, perawatan payudara bagi ibu menyusui ini meliputi apa saja yang harus dilakukan selama berjuang menyusui si kecil.

1. Pastikan kebersihan

Ibu menyusui pasti sering menyentuh payudara, baik saat akan menyusui langsung maupun akan memerah ASI. Setiap kali akan menyentuh payudara, pastikan sudah mencuci tangan dengan sabun. Saat mandi pun, bilas payudara sehingga tidak ada sumbatan di putingnya.

2. Memakai bra yang tepat

Tak hanya mengetahui ukuran bra yang tepat saja, ibu menyusui perlu mempertimbangkan memakai bra khusus menyusui. Memang tidak wajib. Ibu menyusui juga bisa mengenakan bra biasa selama tidak terlalu ketat.

Pilih juga bra yang terbuat dari bahan katun sehingga kulit masih bisa bernapas. Apabila terasa tidak nyaman memakai bra dengan kawat, pilih bra tanpa kawat yang masih bisa menopang payudara dengan baik.

3. Perlekatan

Masalah perlekatan mulut bayi ke areola payudara bukan hal sederhana. Bagi ibu yang menyusui langsung bayi mereka, terus pelajari bagaimana perlekatan yang tepat. Pada awal bayi lahir, wajar jika baik ibu maupun bayi masih sama-sama mencari posisi yang tepat.

Namun jika posisi perlekatan sudah tepat – ditandai dengan tidak ada rasa nyeri saat bayi menghisap – dapat mencegah terjadinya masalah seperti puting nyeri, bengkak, saluran ASI tersumbat, hingga mastitis.

4. Lepas isapan bayi dengan tepat

Tak hanya perlekatan, perawatan payudara bagi ibu menyusui juga meliputi tahu cara melepas isapan bayi ketika mereka sudah berhenti mengisap. Jangan menarik bibir bayi karena rentan menyebabkan puting tertarik. Caranya, letakkan jari bersih di bagian ujung mulut bayi untuk membuka perlekatan antara mulutnya dan payudara.

5. Ganti breast pad secara berkala

Ada ibu menyusui yang membutuhkan breast pad untuk mencegah bocornya ASI menempel ke pakaian. Jika Anda termasuk yang menggunakan breast pad, pastikan selalu menggantinya secara berkala. Jangan tunggu sampai breast pad terlalu basah. Breast pad yang bersih bisa mencegah masalah pada puting payudara seperti nyeri hingga mastitis.

6. Periksa payudara sendiri

Gerakan periksa payudara sendiri juga merupakan bagian dari perawatan payudara bagi ibu menyusui. Pastikan selalu memeriksa payudara sebulan sekali. Wajar jika payudara terasa kencang atau ada gumpalan saat penuh dengan ASI, namun idealnya gumpalan ini akan hilang setelah menyusu atau memijat payudara.

Apabila ada benjolan di posisi yang sama dan tidak hilang setelah beberapa hari, konsultasikan kepada dokter. Biasanya, ada konselor laktasi yang siap memeriksa dan mencari tahu apakah ada yang salah.

Inti dari perawatan payudara bagi ibu menyusui adalah memastikan kebersihannya. Bukan hanya untuk kesehatan payudara saja, tapi juga untuk si kecil. Bagi ibu yang menyusui langsung, bayi akan terus mengalami kontak dengan payudara beberapa kali dalam sehari. Artinya, sangat penting memastikan kebersihan area sekitar payudara.

Jangan lupa juga pertimbangkan kesehatan emosi dan mental ibu menyusui. Saat mengemban tugas barunya, akan ada perubahan hormon yang membuat ibu lebih sensitif. Belum lagi rasa lelah harus siaga menyusui Si Kecil atau memerah ASI.

Artinya, dukungan dari sekitar harus sangat kuat. Pastikan memberi ibu menyusui waktu untuk me-time sehingga tidak rawan stres. Jadikan pengalaman menyusui sebagai salah satu perjalanan menyenangkan, sampai saat penyapihan tiba.

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/taking-care-of-the-breastfeeding-mother-431683
Diakses 25 Februari 2020

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/how-to-care-for-your-nursing-breasts-431863
Diakses 25 Februari 2020

Romper. https://www.romper.com/p/6-breastfeeding-hygiene-tips-no-one-ever-taught-you-41859
Diakses 25 Februari 2020

Artikel Terkait