Penyakit Fibromyalgia Ini Jadi Alasan Ken Zhu F4 Tak Mau Punya Anak

Penyakit fibromyalgia yang diidap Ken Zhu termasuk salah satu penyakit keturunan
Ken Zhu mengalami penyakit fibromyalgia yang berpotensi diwariskan pada keturunannya (sumber foto: instagram @kenchu_15)

Ken Zhu, mantan personel F4, mengabarkan bahwa dirinya mengidap penyakit langka bernama fibromyalgia. Ia didiagnosis mengidap penyakit ini sejak tahun 2016 yang lalu. 

Karena diagnosis penyakit fibromyalgia, mantan pemeran Xi Men dalam Meteor Garden tersebut memutuskan untuk tidak ingin memiliki anak meski telah menikahi sang istri, Wenwen Han. Ia khawatir kalau penyakit fibromyalgia yang diidapnya dapat menurun pada anaknya. 

“Saya bisa memilih untuk tidak peduli dan bertaruh, tetapi jika anak saya mewarisi kondisi ini, bukankah berarti saya mengecewakan mereka?” curhat Ken Zhu.

Lantas, apa itu penyakit fibromyalgia? Seberapa parahkah penyakit ini hingga Ken Zhu memutuskan untuk tak memiliki keturunan?

Apa itu penyakit fibromyalgia? 

Fibromyalgia adalah suatu gangguan yang ditandai dengan gejala utama berupa nyeri kronis pada otot dan tulang (muskuloskeletal). Gejala nyeri ini akan menyebar ke seluruh tubuh.

Penyakit fibromyalgia cukup umum terjadi dan bisa menyerang siapa saja. Tapi kondisi ini sejatinya lebih banyak diderita oleh wanita dibandingkan pria. Sebanyak 90% kasus penyakit fibromyalgia diderita oleh wanita. Ken Zhu termasuk segeintir pria yang mengalaminya.

Orang dari segala usia pun bisa mengalami penyakit fibromyalgia. Namun kondisi muskuloskeletal ini biasanya mendera orang berusia antara 30-50 tahun. 

Penyebab penyakit fibromyalgia sendiri belum dapat diketahui secara pasti. Kendati demikian, para peneliti menduga bahwa penyakit ini berkaitan dengan jumlah suatu zat kimia dalam otak yang tidak normal.

Beberapa hal di bawah ini bisa menjadi faktor yang mempertinggi risiko seseorang untuk terkena penyakit fibromyalgia:

  • Faktor keturunan

Jika seseorang memiliki anggota keluarga yang mengidap fibromyalgia, risikonya untuk mengalami penyakit tersebut akan meningkat. 

Para peneliti menduga bahwa kemungkinan ada mutasi genetik tertentu yang membuat orang mengalami gangguan ini. Faktor genetik inilah yang membuat Ken Zhu memutuskan untuk tidak punya anak.

  • Infeksi

Beberapa jenis penyakit dapat memicu atau memperparah fibromyalgia. 

  • Cedera fisik dan trauma emosional

Tak hanya cedera fisik, trauma secara emosional juga bisa meningkatkan risiko penyakit fibromyalgia. Misalnya, cedera akibat kecelakaan, setelah menjalani operasi, serta proses melahirkan yang menguras fisik dan mental. 

  • Stres

Stres dapat mendera Anda selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Salah satu efek jangka panjang pada tubuh penderita stres adalah gangguan pada hormonnya. Inilah yang dikatakan bisa berujung pada munculnya penyakit fibromyalgia.

Gejala penyakit fibromyalgia tak hanya nyeri di seluruh tubuh

Gejala utama penyakit fibromyalgia memang rasa nyeri di sekujur tubuh. Untuk dapat dikategorikan sebagai fibromyalgia, gejala ini harus berlangsung selama tiga bulan atau lebih, dan tidak diketahui penyebabnya.

Rasa sakit tersebut bisa berupa nyeri, sensasi terbakar, sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum, dengan tingkat keparahan yang juga bervariasi. 

Gejala penyakit fibromyalgia juga sering dikaitkan dengan bagian yang sensitif terhadap sentuhan, atau yang biasa disebut trigger point atau tender point.

Trigger points adalah bagian tubuh tertentu di mana tekanan atau sentuhan ringan saja sudah bisa menyebabkan rasa nyeri. Dada bagian atas, lutut, bagian belakang kepala, pinggul, bahu, dan siku merupakan bagian-bagian tubuh yang sering menjadi trigger point

Selain mengalami rasa nyeri di seluruh tubuh dan trigger point, orang dengan fibromyalgia juga mungkin didera oleh gejala-gejala lain yang meliputi:

Penderita wanita sering mengeluhkan intensitas nyeri yang lebih parah daripada penderita pria. Hal ini mungkin berkaitan dengan perbedaan pada hormon maupun sistem kekebalan tubuh wanita dan pria, atau gen. 

Bila Anda mengalami gejala-gejala penyakit fibromyalgia tersebut, periksakan diri ke dokter. Dengan ini, diagnosis bisa dilakukan dengan akurat dan pengobatan yang tepat pun bisa didapatkan.

Adakah cara untuk mengobati penyakit fibromyalgia? 

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan penyakit fibromyalgia. Beberapa pilihan pengobatan hanya bertujuan mengurangi gejala penyakit dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Berikut adalah sederet langkah pengobatan yang bisa direkomendasikan oleh dokter:

1. Penggunaan obat-obatan

Beberapa jenis obat di bawah ini biasanya diresepkan oleh dokter untuk pasien fibromyalgia:

  • Obat pereda rasa nyeri, seperti ibuprofen, acetaminophen, atau tramadol.
  • Obat antidepresan untuk menangani depresi atau gangguan kecemasan yang berkaitan dengan penyakit fibromyalgia, sekaligus meningkatkan kualitas tidur penderita. Diloxetine dan milnacipran adalah contoh antidepresan yang bisa diberikan oleh dokter.
  • Obat antikejang, seperti gabapentin dan pregabalin. Obat-obatan ini sejatinya untuk menangani epilepsi, tapi bisa juga diberikan pada penderita penyakit fibromyalgia. 

2. Menjalani terapi fisik

Berbagai macam terapi di bawah ini dapat dilakukan untuk mengurangi gejala penyakit fibromyalgia dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya:

  • Terapi fisik untuk meningkatkan kekuatan tulang, kelenturan otot, dan stamina penderita. 
  • Terapi okupasi untuk membantu penderita dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Dengan ini, penderita bisa mengurangi stres. 

3. Menjalani psikoterapi

Menjalani psikoterapi dengan psikolog atau psikiater mungkin bisa membantu Anda dalam menghadapi stres, depresi, dan gangguan kecemasan yang melanda akibat fibromyalgia. Anda juga bisa bergabung dalam support group khusus penderita fibromyalgia untuk berbagi cerita dengan sesama penderita yang benar-benar memahami kondisi Anda.

4. Mengubah pola hidup

Penderita bisa menerapkan gaya hidup yang sesuai dengan penyakit fibromyalgia yang dialaminya. Misalnya, memilih jenis olahraga yang cocok atau melakukan teknik relaksasi untuk menurunkan stres. 

Pola makan penderita juga sebaiknya diperbaiki. Makanan tinggi serat dan rendah gula bisa menjadi salah satu pilihan, misalnya alpukat, tahu, almond, serta oatmeal.

Makanan tersebut dapat meningkatkan energi dan mengurangi kelelahan yang dirasakan oleh pengidap penyakit fibromyalgia.

Selain itu, kacang-kacangan dan biji-bijian juga bisa jadi pilihan yang baik. Kandungan berbagai mineral dan mikronutrien dalam bahan pangan ini penting untuk fungsi sel-sel. Inilah yang diduga bisa membantu untuk meredakan gejala fibromyalgia.

Catatan dari SehatQ

Satu hal yang perlu Anda ingat, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum Anda mempraktikkan pengobatan tertentu.

Demikian pula bila Anda mengalami gejala-gejala yang mencurigakan, terutama nyeri di sekujur tubuh yang berkepanjangan. Pasalnya, ini merupakan ciri-ciri utama dari penyakit fibromyalgia.

Periksakan kondisi Anda ke dokter agar mendapatkan diagnosis dan penanganan penyakit fibromyalgia yang sesuai.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/fibromyalgia/
Diakses pada 19 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/fibromyalgia#fibromyalgia-natural-remedies
Diakses pada 19 September 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fibromyalgia/diagnosis-treatment/drc-20354785
Diakses pada 19 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/147083.php
Diakses pada 19 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed