logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

IVA Test, Deteksi Dini Kanker Serviks yang Mudah Dilakukan

open-summary

IVA test adalah pemeriksaan untuk mendeteksi kanker serviks. Untuk melakukannya, dokter akan menyapukan cotton bud yang sudah dicelup dengan larutan asam asetat ke permukaan jaringan serviks. Jika warna jaringan berubah putih, maka kemungkinan ada sel kanker serviks.


close-summary

3.7

(20)

11 Feb 2020

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

IVA test adalah pemeriksaan untuk mendeteksi kanker serviks

IVA test adalah akronim dari tes Inspeksi Visial Asam Asetat

Table of Content

  • Bagaimana prosedur pelaksanaan IVA test?
  • Cara membaca hasil IVA test
  • Syarat melakukan pemeriksaan IVA

IVA test adalah akronim dari tes Inspeksi Visial Asam Asetat. Prosedur ini dilakukan sebagai bentuk deteksi dini kanker serviks dan hanya bisa dilakukan oleh dokter kandungan atau tenaga kesehatan lain yang kompeten agar penegakan diagnosisnya tidak keliru.

Advertisement

Kanker serviks adalah jenis kanker terbanyak kedua yang menyerang perempuan Indonesia setelah kanker payudara. Agar Anda terhindar dari kanker serviks dan efek mematikan yang dibawanya, Anda dapat melakukan deteksi dini. Selain pap smear, kanker serviks juga bisa dideteksi menggunakan IVA test alias pemeriksaan IVA.

Bagaimana prosedur pelaksanaan IVA test?

IVA test adalah pemeriksaan yang sangat sederhana, relatif murah dan mudah, serta bisa dilakukan di dokter kandungan manapun. Dokter biasanya akan melakukan tahapan pemeriksaan IVA sebagai berikut:

  • Anda akan diminta berbaring atau berada dalam posisi duduk bersandar dengan kedua kaki membuka lebar sehingga dokter dapat mengakses vagina Anda dengan mudah.
  • Dokter kemudian akan memasukkan spekulum vagina alias alat seperti cocor bebek untuk membuka dan menahan mulut vagina sehingga dokter dapat melihat leher dan mulut rahim.
  • Setelahnya, dokter akan memasukkan semacam cotton bud yang sudah terlebih dahulu dicelupkan ke dalam larutan asam asetat 3% atau 5% (mirip asam cuka pada umumnya), lalu akan mengoleskannya ke permukaan jaringan serviks.
  • Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan observasi fisik yang dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan yang menangani Anda. Namun sebelumnya, Anda akan diminta menunggu beberapa menit agar jaringan epitel di leher rahim yang diolesi asam asetat berubah warna.

Cara membaca hasil IVA test

Hasil IVA test bisa langsung diketahui beberapa saat setelah prosedur dilakukan. Ada tiga kemungkinan hasil yang dapat diperoleh, yaitu negatif, positif, dan diduga kanker serviks. Ketiganya dilihat dari berubah atau tidaknya warna jaringan serviks yang sudah diolesi larutan asam asetat.

  • Negatif

Bila pada leher rahim tidak menunjukkan warna merah atau merah muda, epitel squamosa dan epitel columnas di leher rahim Anda dalam keadaan baik-baik saja. Sehingga bisa disimpulkan bahwa tidak ada sel kanker yang terdeteksi.

  • Positif

Bila pengolesan asam asetat menghasilkan warna putih pada leher rahim, maka ini bisa menandakan adanya sel kanker serviks. Dugaan akan semakin kuat bila ditemukan gejala lain di sekitar vagina Anda, seperti kutil kelamin dan bercak putih (leukoplakia).

  • Diduga kanker serviks

Bila tidak ditemukan bercak putih pada leher rahim namun ada gejala lain yang mungkin mengindikasikan kanker, maka dokter belum bisa memastikan ada atau tidaknya sel kanker serviks.

Gejala yang dimaksud bisa berupa luka yang butuh perawatan medis, kutil yang tumbuh menyerupai kembang kol, maupun luka yang bernanah atau berdarah ketika disentuh. Untuk memastikan penyebabnya, pemeriksaan lanjutan mungkin akan dilakukan.

Sekalipun dokter menyatakan Anda negatif kanker serviks, Anda mungkin akan merasakan ketidaknyamanan selama 1-2 hari setelah menjalani pemeriksaan IVA. Hal itu adalah normal.

Namun, Anda harus kembali memeriksakan diri ke dokter bila nyeri tidak hilang dalam dua hari. Bisa jadi, terdapat masalah kesehatan lain yang mendasari keluhan Anda, misalnya infeksi saluran kemih, radang panggul, dan sebagainya.

Bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya dugaan maupun positif kanker serviks, Anda mungkin harus menjalani pemeriksaan tambahan. Hal ini dilakukan untuk memastikan diagnosis kanker dan menghindari perawatan yang tidak perlu.

Tes tambahan yang mungkin direkomendasikan dokter adalah tes HPV (untuk mendeteksi ada atau tidaknya DNA HPV di leher rahim) atau Pap Smear (untuk mendeteksi perubahan sel di leher rahim). Kedua pemeriksaan lanjutan ini membutuhkan skill dokter yang lebih tinggi dibanding saat melakukan IVA test.

Meski demikian, tidak jarang juga Anda akan langsung direkomendasikan untuk menjalani perawatan tertentu. Apa pun opsi yang Anda pilih, pastikan Anda mendiskusikannya dengan dokter.

Baca Juga

  • Menstruasi Lama? Ini 10 Penyebabnya, Kanker Salah Satunya
  • 7 Makanan untuk Mencegah Kanker Serviks yang Alami
  • Diagnosis Banding, Kapan Sebaiknya Dilakukan?

Syarat melakukan pemeriksaan IVA

Tidak semua orang bisa melakukan pemeriksaan IVA sebagai deteksi dini kanker serviks ini. Anda harus memenuhi persyaratan IVA tes sebagai berikut:

  • Sudah pernah melakukan hubungan seksual
  • Tidak melakukan hubungan seksual dalam kurun 24 jam sebelum pemeriksaan
  • Tidak sedang menstruasi
  • Tidak sedang hamil.

IVA test sebetulnya bisa dilakukan oleh semua kelompok umur, hanya saja tes ini mungkin kurang efektif bila diaplikasikan pada wanita yang sudah berusia di atas 50 tahun. Pasalnya, ada kemungkinan terjadi transformasi leher rahim beserta jaringan di dalamnya.

Apakah pemeriksaan IVA akurat untuk mendeteksi kanker serviks? Ya, selain mudah dilakukan di puskesmas, tingkat akurasi IVA mencapai 61 persen. Meskipun akurasinya lebih rendah dari Pap Smear, namun hasil pemeriksaan ini cenderung valid. 

Tidak pernah ada kata terlambat untuk melakukan pemeriksaan IVA. Apalagi, prosedur ini sangat aman dan efektif asalkan dilakukan oleh dokter kandungan atau tenaga medis yang kompeten.

Advertisement

kanker serviksmedical check up

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved