Permen Narkoba Masih Jadi Isu Publik, Seperti Apa Faktanya?

Isu permen narkoba masih terus ada di kalangan masyarakat.
Permen narkoba yang selama ini menjadi isu, ternyata telah diuji di BPOM.

Isu permen narkoba seakan-akan tak ada habisnya. Belum lagi dengan perkembangan teknologi saat ini, yang makin memudahkan masyarakat mendapatkan informasi. Namun sayangnya, berita hoax pun juga lebih cepat meluas. Termasuk soal permen narkoba ini.

Kalangan orangtua yang memiliki anak usia sekolah, tak jarang menerima pesan singkat mengenai isu peredaran permen narkoba. Informasi yang belum tentu terbukti kebenarannya itu, bisa terlanjur menyebar luas dan malah menyesatkan. Oleh karena itu, simak informasi mengenai isu permen narkoba tersebut.

Permen narkoba, benarkah ada?

Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), telah menyampaikan klarifikasi mengenai isu peredaran permen narkoba yang meresahkan masyarakat. Seperti apa faktanya?

Permen narkoba di Banyumas, Jawa Tengah

Beberapa waktu lalu, santer terdengar kabar mengenai permen susu yang mengandung narkoba di Banyumas, Jawa Tengah. Lantas, BPOM pun turun tangan untuk menyelidikinya. Ini hasilnya.

  1. Isu peredaran permen susu yang diduga mengandung narkoba di Banyumas, tidak benar.
  2. BPOM telah melakukan pemeriksaan terhadap permen Pindy Kembang Gula Lunak rasa susu dan stroberi yang diduga mengandung narkoba. Ternyata, permen ini memang telah mengantongi izin edar dari BPOM.
  3. Hasil pengujian laboratorium BPOM membuktikan, permen tersebut tidak mengandung narkoba maupun zat adiktif.

Permen narkoba di Pekanbaru

Selain itu, isu serupa juga muncul di Pekanbaru. Oleh karena itu, BPOM pun kembali melakukan penelusuran. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti dan Polres Kepulauan Meranti, berikut ini hasil yang harus diketahui publik.

  1. Permen yang diduga mengandung narkoba, telah terdaftar di BPOM dan memiliki izin edar.
  2. Hasil pemeriksaan terhadap sampel permen menunjukkan hasil negatif narkoba.

Permen Flakka di Kendari, Sulawesi Tenggara

Selain BPOM, Badan Narkotika Nasional (BNN) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) turut memberikan klarifikasi mengenai isu permen narkoba di Kendari. Kali ini, permen yang dimaksud, diduga mengandung narkoba jenis Flakka.

Lantas, seperti apa faktanya, setelah BNN melakukan penelurusan dan uji laboratorium terhadap permen tersebut? Berikut ini hasilnya.

  1. Flakka memang telah masuk ke Indonesia, tapi tidak beredar di kalangan anak sekolah, karena harganya relatif mahal.
  2. Obat terlarang dalam bentuk permen memang ada, tapi tidak dipasarkan oleh pengedar narkoba kepada anak-anak, lagi-lagi karena harganya.
  3. Tidak benar bahwa ada permen mengandung Flakka di kalangan anak sekolah di Kendari.

Permen dot mengandung narkoba di Surabaya, Jawa Timur

Masih ada lagi permen yang diisukan mengandung narkoba, yaitu permen dot. Isu ini merebak di Surabaya, Jawa Timur. Mulanya, permen tersebut dicurigai mengandung Rhodamin-B dan Formalin.

Berikut ini hasil pemeriksaan yang dilakukan BNN, kepolisian, dan BPOM.

  1. Permen dot tidak mengandung narkotika.
  2. Anak yang merasakan pusing setelah mengonsumsi permen tersebut, sebenarnya sedang dalam kondisi tidak sehat. Jadi rasa pusing tersebut bukan karena efek narkoba.

Tetap waspadai peredaran narkoba

Perubahan suasana hati anak yang sulit ditebak,
harus Anda waspadai sebagai orangtua.

Meski permen-permen tersebut tidak terbukti mengandung narkoba, sebagai orangtua, Anda harus tetap mewaspadai risiko peredaran narkoba yang mengintai anak-anak.

Perhatikan perubahan perilaku yang muncul pada anak, seperti berikut ini:

  • Kehilangan minat dalam melakukan rutinitas maupun berkumpul bersama keluarga
  • Tidak bertanggung jawab
  • Tidak sopan dalam hal perilaku maupun tutur kata
  • Terlambat pulang ke rumah
  • Sering berbohong
  • Nilai pelajaran menurun
  • Menunjukkan perubahan suasana hati yang sulit ditebak
  • Mengalami perubahan dalam pola tidur

Apabila Anda mendapati adanya kondisi tersebut pada anak, segera diskusikan dengan wali kelas maupun guru bimbingan penyuluhan (BP) di sekolah. Jika diperlukan, berkonsultasilah dengan psikolog.

Catatan dari SehatQ:

Kewaspadaan mengenai peredaran narkoba yang meluar, memang harus ditingkatkan sebagai orangtua. Namun bukan berarti, Anda harus langsung "share" sebelum saring informasi yang diterima melalui gadget. Untuk membuktikan kebenaran mengenai isu permen narkoba, Anda bisa menghubungi Contact Center HALO BPOM di nomor telp. 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email [email protected], atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

BPOM RI. https://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/74/PENJELASAN-BADAN-POM-RI--TENTANG--ISU-PEREDARAN-PERMEN-SUSU-YANG-DIDUGA-MENGANDUNG-NARKOBA---.html
Diakses pada 15 Maret 2020

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.
https://www.kominfo.go.id/content/detail/16791/disinformasi-flakka-dalam-bentuk-permen-anak/0/laporan_isu_hoaks
Diakses pada 15 Maret 2020

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.
https://www.kominfo.go.id/content/detail/16687/hoaks-permen-dot-mengandung-narkoba/0/laporan_isu_hoaks
Diakses pada 15 Maret 2020

Badan Narkotika Nasional.
https://bnn.go.id/bicara-narkoba-dengan-anak/
Diakses pada 15 Maret 2020

Artikel Terkait