Iritasi kulit bisa muncul secara tiba-tiba tanpa Anda sadari. Pada kondisi yang ringan, iritasi kulit mungkin tidak berbahaya. Akan tetapi, iritasi kulit yang parah dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.
2023-03-17 04:34:12
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Iritasi kulit bisa menimbulkan rasa gatal dan kulit berwarna kemerahan
Iritasi kulit adalah suatu kondisi kulit yang disebabkan oleh paparan zat alergen tertentu. Misalnya, penggunaan sabun dan pakaian, makanan yang dikonsumsi, hingga pola hidup tidak bersih. Iritasi pada kulit bisa muncul secara tiba-tiba tanpa Anda sadari.
Advertisement
Saat mengalami iritasi pada kulit, biasanya Anda akan merasa gatal, kulit tampak bersisik, berwarna kemerahan, dan peradangan. Bahkan, ada pula yang menimbulkan rasa nyeri hingga sensasi rasa terbakar.
Pada kondisi yang ringan, iritasi kulit mungkin tidak berbahaya. Akan tetapi, iritasi kulit yang parah dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab iritasi kulit dapat terjadi.
Dengan mengetahui berbagai penyebab kulit iritasi bisa membantu Anda untuk menghindari risikonya.
Nah, beberapa penyebab iritasi kulit adalah sebagai berikut.
Salah satu penyebab iritasi kulit yang mungkin terjadi adalah penggunaan pakaian dengan bahan tertentu yang memiliki tekstur kasar, seperti wol.
Kondisi ini terutama dialami oleh para pengidap eksim atau dermatitis atopik.
Selain bahan pakaian, penyebab iritasi kulit juga dapat dipicu oleh bahan karet pada pakaian yang Anda kenakan.
Bahan karet pada tali bra atau celana dalam bisa menyebabkan iritasi kulit, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.
Sebagai solusinya, pilihlah bra atau celana dalam dengan bahan yang lain agar tidak menyebabkan iritasi pada kulit.
Hawa atau cuaca yang panas dapat memicu terjadinya masalah kulit yang berkaitan dengan keringat, termasuk iritasi kulit.
Saat cuaca panas, Anda dapat mengalami kulit kemerahan dan kulit lecet di beberapa area tubuh, seperti lipatan ketiak, perut, dan paha.
Iritasi kulit juga dapat disebabkan oleh sering mencuci tangan menggunakan sabun cuci tangan dan air.
Langkah ini dapat meluruh minyak alami pada kulit tangan.
Iritasi pada kulit juga dapat terjadi saat Anda menggunakan sabun badan, sabun cuci piring, dan sabun detergen pakaian.
Mulanya, kulit akan terlihat kering dan pecah-pecah. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa diobati, kulit bisa semakin pecah-pecah hingga berdarah.
Sejumlah penggunaan produk pembersih rumah, seperti pembersih kaca, pembersih furnitur, pembersih lantai, disinfektan toilet, umumnya mengandung bahan-bahan kimia yang berisiko menyebabkan iritasi kulit.
Oleh sebab itu, untuk menghindari iritasi pada kulit, sebaiknya kenakan sarung tangan saat menggunakan produk-produk tersebut.
Iritasi kulit wajah bisa disebabkan oleh penggunaan produk perawatan kulit wajah tertentu. Ini termasuk sabun pembersih, pelembap, toner wajah, serum wajah, dan krim wajah.
Jika Anda mengalami rasa perih atau nyeri hingga sensasi rasa terbakar sesaat setelah menggunakan produk perawatan kulit wajah, sebaiknya hentikan penggunaannya sesegera mungkin.
Cermati beberapa zat iritan yang mungkin terkandung dalam produk perawatan kulit wajah Anda sebelum membelinya.
Beberapa zat iritan yang umum menjadi penyebab iritasi kulit wajah, antara lain asam askorbat, paraben, serta asam hidroksi alfa/AHA (asam glikolat, asam malat, dan lactic acid).
Penggunaan sunscreen atau tabir surya juga dapat menyebabkan iritasi kulit wajah.
Pasalnya, ada beberapa kandungan di dalam tabir surya yang seharusnya menjadi pelindung kulit dari paparan sinar matahari justru berisiko menyebabkan iritasi kulit wajah.
Salah satu kandungan tabir surya yang berisiko menyebabkan iritasi kulit wajah adalah paraaminobenzoic acid (PABA).
Sebagian jenis parfum atau minyak wangi mengandung wewangian tertentu yang berisiko menyebabkan iritasi kulit.
Misalnya, ada orang yang mengalami ciri-ciri iritasi kulit, seperti gatal-gatal atau ruam kulit, saat menggunakan wewangian jenis vanila atau musk.
Jenis makanan tertentu dapat menyebabkan iritasi kulit wajah dan tubuh yang ditandai dengan rasa gatal-gatal hingga ruam.
Bahkan, hanya dengan memegang makanan yang bercita rasa asam dan pedas, misalnya, maka dapat memicu terjadinya kulit iritasi.
Nikel pada sejumlah aksesori, seperti perhiasan, jam tangan, hingga kepala ikat pinggang, terutama yang terbuat dari nikel, dapat menjadi penyebab iritasi kulit.
Jika Anda mengalami ciri-ciri iritasi kulit, seperti timbul rasa gatal-gatal dan ruam akibat perhiasan dari nikel, sebaiknya lepas penggunaannya.
Beberapa jenis tanaman bisa menjadi penyebab iritasi kulit, misalnya poison ivy.
Reaksi ringan yang mungkin muncul akan bertahan 5-12 jam.
Sementara, reaksi yang lebih parah dapat berlangsung selama sebulan atau lebih lama.
Kulit iritasi yang sudah parah dan mengganggu harus mengandalkan penanganan dokter.
Namun, Anda bisa melakukan beberapa cara mengatasi iritasi kulit dengan cara berikut ini.
Salah satu cara mengatasi iritasi kulit adalah mengompres area kulit dengan air dingin.
Selain meredakan rasa gatal yang ditimbulkan, kompres es juga memberikan sensasi dingin yang menenangkan.
Caranya, cukup basahi kain atau handuk bersih dengan air dingin, lalu kompres ke area kulit yang mengalami iritasi selama 5-10 menit.
Masker oatmeal juga dapat menjadi cara mengatasi iritasi kuliti.
Oatmeal diyakini mengandung antioksidan dan zat antiradang yang mampu meredakan gatal dan iritasi kulit, seperti reaksi alergi, gigitan serangga, cacar, hingga kulit yang terbakar sinar matahari.
Untuk menggunakannya, campurkan oatmeal dengan air dan oleskan langsung pada permukaan kulit yang mengalami iritasi.
Anda bisa menggunakan pelembap kulit sebagai cara mengatasi iritasi kulit wajah.
Kulit iritasi umumnya ditandai dengan kulit kering dan bersisik.
Nah, pelembap dapat membantu mengembalikan tekstur alami kulit.
Namun, dalam memilih pelembap atau body lotion, pastikan produk pelembap tidak mengandung parfum, pemutih, dan zat iritan lainnya yang bisa memperburuk kondisi iritasi pada kulit Anda.
Menurut sebuah hasil penelitian, baking soda dianggap sebagai cara mengatasi kulit iritasi yang efektif.
Ini karena baking soda mengandung zat antijamur yang dapat menghilangkan penyebab iritasi kulit terasa gatal-gatal.
Anda bisa menuangkan ¼ cangkir baking soda ke dalam bak atau bathtub berisi air hangat sebelum mandi.
Selain itu, Anda dapat mencampurkan baking soda dan sedikit air, lalu aduk merata hingga menjadi masker. Kemudian, oleskan pada area kulit yang mengalami iritasi.
Jika kulit iritasi memiliki risiko infeksi, Anda bisa menerapkan cara mengatasi iritasi kulit dengan mengoleskan antibiotik topikal.
American Academy of Dermatology menyarankan Anda bisa menggunakan obat oles pramoxine.
Pramoxine adalah anestesi ringan yang sering ditambahkan pada produk antigatal, yang juga mengandung hidrokortison atau bahan aktif lainnya, seperti mentol dan calamine.
Jika rentan mengalami iritasi pada kulit dan gatal-gatal lantaran penggunaan pakaian dengan bahan tertentu, Anda disarankan untuk mengenakan pakaian berbahan katun.
Pastikan pakaian yang dikenakan juga berpotongan longgar atau tidak terlalu ketat.
Pastikan suhu ruangan Anda terasa sejuk. Anda bisa menggunakan humidifier sebagai cara mengatasi iritasi kulit. Langkah ini cukup jitu dilakukan pemilik kulit rentan kering dan mengalami eksim saat cuaca dingin.
Sebaiknya, hindari stres sebagai cara mengatasi iritasi kulit. Ini karena stres dapat membuat rasa gatal akibat kulit iritasi menjadi semakin parah.
Baca Juga
Umumnya, saat Anda mengalami kulit iritasi, pastikan Anda mengenali gejala dan penyebabnya.
Selanjutnya, lakukan cara mengatasi iritasi kulit dengan langkah-langkah di atas.
Kendati demikian, jika kulit iritasi semakin parah, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk bertanya lebih lanjut seputar iritasi pada kulit lainnya.
Pastikan Anda sudah mengunduhnya melalui App Store dan Google Play.
Advertisement
Referensi
Artikel Terkait
Herpes zoster atau cacar api disebabkan oleh virus sama yang juga menyebabkan cacar air, yaitu varicella zoster. Oleh karena itu, herpes zoster kerap disebut sebagai kelanjutan cacar air. Secara umum, herpes zoster dapat menyerang semua orang yang pernah menderita cacar air.
Alat penyedot komedo adalah vakum berukuran kecil untuk mengeluarkan komedo, minyak, dan sel kulit mati yang menyumbat pori wajah. Namun, perlu diketahui bahwa penggunaan vakum komedo ini belum cukup efektif untuk menghilangkan komedo.
Cystic acne atau jerawat kistik alias jerawat batu memang dapat mengganggu penampilan. Cystic acne biasanya memiliki bentuk yang cenderung lebih besar, keras, merah, serta terasa lebih sakit dan gatal daripada jenis jerawat lainnya.
Diskusi Terkait di Forum
Dijawab oleh dr. Farahdissa
Dijawab oleh dr. Farahdissa
Dijawab oleh dr. Lizsa Oktavyanti
Advertisement
Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.
© SehatQ, 2023. All Rights Reserved