Iritasi Kulit Bikin Gatal-gatal Hingga Ruam? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


Iritasi kulit bisa muncul secara tiba-tiba tanpa Anda sadari. Pada kondisi yang ringan, iritasi kulit mungkin tidak berbahaya. Akan tetapi, iritasi kulit yang parah dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Lantas, bagaimana cara mengobatinya?

(0)
Iritasi kulit bisa muncul secara tiba-tiba tanpa Anda sadariIritasi kulit bisa menimbulkan rasa gatal dan kulit berwarna kemerahan
Iritasi kulit adalah suatu kondisi kulit yang disebabkan oleh paparan zat alergen tertentu. Misalnya, penggunaan sabun dan pakaian, makanan yang dikonsumsi, hingga pola hidup tidak bersih. Iritasi pada kulit bisa muncul secara tiba-tiba tanpa Anda sadari.Saat mengalami iritasi pada kulit, biasanya Anda akan merasa gatal, kulit tampak bersisik, berwarna kemerahan, dan peradangan. Bahkan, ada pula yang menimbulkan rasa nyeri hingga sensasi rasa terbakar.Pada kondisi yang ringan, iritasi kulit mungkin tidak berbahaya. Akan tetapi, iritasi kulit yang parah dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

Penyebab iritasi kulit yang perlu diketahui

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab iritasi kulit dapat terjadi. Dengan mengetahui berbagai penyebab kulit iritasi bisa membantu Anda untuk menghindari risikonya. Nah, beberapa penyebab iritasi kulit adalah sebagai berikut. 

1. Pakaian dengan bahan tertentu

Penggunaan pakaian dengan bahan tertentu bisa sebabkan iritasi kulit
Kulit gatal dan kemerahan pada kulit bisa jadi tanda iritasi 
Salah satu penyebab iritasi kulit yang mungkin terjadi adalah penggunaan pakaian dengan bahan tertentu yang memiliki tekstur kasar, seperti wol. Kondisi ini terutama dialami oleh para pengidap eksim atau dermatitis atopik.

2. Bahan karet pada pakaian

Selain bahan pakaian, penyebab iritasi kulit juga dapat dipicu oleh bahan karet pada pakaian yang Anda kenakan. Bahan karet pada tali bra atau celana dalam bisa menyebabkan iritasi kulit, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.Sebagai solusinya, pilihlah bra atau celana dalam dengan bahan yang lain agar tidak menyebabkan iritasi pada kulit.

3. Cuaca yang panas

Hawa atau cuaca yang panas dapat memicu terjadinya masalah kulit yang berkaitan dengan keringat, termasuk iritasi kulit. Saat cuaca panas, Anda dapat mengalami kulit kemerahan dan kulit lecet di beberapa area tubuh, seperti lipatan ketiak, perut, dan paha.

4. Sabun

Iritasi kulit juga dapat disebabkan oleh sering mencuci tangan menggunakan sabun cuci tangan dan air. Langkah ini dapat meluruh minyak alami pada kulit tangan. Iritasi pada kulit juga dapat terjadi saat Anda menggunakan sabun badan, sabun cuci piring, dan sabun detergen pakaian.Mulanya, kulit akan terlihat kering dan pecah-pecah. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa diobati, kulit bisa semakin pecah-pecah hingga berdarah.

5. Produk pembersih rumah

Sejumlah penggunaan produk pembersih rumah, seperti pembersih kaca, pembersih furnitur, pembersih lantai, disinfektan toilet, umumnya mengandung bahan-bahan kimia yang berisiko menyebabkan iritasi kulit.Oleh sebab itu, untuk menghindari iritasi pada kulit, sebaiknya kenakan sarung tangan saat menggunakan produk-produk tersebut.

6. Produk perawatan kulit wajah

Penyebab iritasi kulit lainnya adalah penggunaan produk perawatan kulit wajah
Penggunaan krim wajah dengan kandungan tertentu bisa sebabkan kulit iritasi
Iritasi kulit wajah bisa disebabkan oleh penggunaan produk perawatan kulit wajah tertentu. Ini termasuk sabun pembersih, pelembap, toner wajah, serum wajah, dan krim wajah.Jika Anda mengalami rasa perih atau nyeri hingga sensasi rasa terbakar sesaat setelah menggunakan produk perawatan kulit wajah, sebaiknya hentikan penggunaannya sesegera mungkin.Cermati beberapa zat iritan yang mungkin terkandung dalam produk perawatan kulit wajah Anda sebelum membelinya. Beberapa zat iritan yang umum menjadi penyebab iritasi kulit wajah, antara lain asam askorbat, paraben, serta asam hidroksi alfa/AHA (asam glikolatasam malat, dan lactic acid).

7. Tabir surya atau sunscreen

Penggunaan sunscreen atau tabir surya juga dapat menyebabkan iritasi kulit wajah. Pasalnya, ada beberapa kandungan di dalam tabir surya yang seharusnya menjadi pelindung kulit dari paparan sinar matahari justru berisiko menyebabkan iritasi kulit wajah.Salah satu kandungan tabir surya yang berisiko menyebabkan iritasi kulit wajah adalah paraaminobenzoic acid (PABA).

8. Parfum atau minyak wangi

Sebagian jenis parfum atau minyak wangi mengandung wewangian tertentu yang berisiko menyebabkan iritasi kulit. Misalnya, ada orang yang mengalami ciri-ciri iritasi kulit, seperti gatal-gatal atau ruam kulit, saat menggunakan wewangian jenis vanila atau musk.

9. Makanan

Jenis makanan tertentu dapat menyebabkan iritasi kulit wajah dan tubuh yang ditandai dengan rasa gatal-gatal hingga ruam. Bahkan, hanya dengan memegang makanan yang bercita rasa asam dan pedas, misalnya, maka dapat memicu terjadinya kulit iritasi.

10. Nikel pada perhiasan

Nikel pada sejumlah aksesori, seperti perhiasan, jam tangan, hingga kepala ikat pinggang, terutama yang terbuat dari nikel, dapat menjadi penyebab iritasi kulit. Jika Anda mengalami ciri-ciri iritasi kulit, seperti timbul rasa gatal-gatal dan ruam akibat perhiasan dari nikel, sebaiknya lepas penggunaannya. 

11. Tanaman

Beberapa jenis tanaman bisa menjadi penyebab iritasi kulit, misalnya poison ivy. Reaksi ringan yang mungkin muncul akan bertahan 5-12 jam. Sementara, reaksi yang lebih parah dapat berlangsung selama sebulan atau lebih lama. 

Cara mengatasi iritasi kulit yang bisa Anda lakukan

Kulit iritasi yang sudah parah dan mengganggu harus mengandalkan penanganan dokter. Namun, Anda bisa melakukan beberapa cara mengatasi iritasi kulit dengan cara berikut ini. 

1. Kompres air dingin

Salah satu cara mengatasi iritasi kulit adalah mengompres area kulit dengan air dingin.Selain meredakan rasa gatal yang ditimbulkan, kompres es juga memberikan sensasi dingin yang menenangkan.Caranya, cukup basahi kain atau handuk bersih dengan air dingin, lalu kompres ke area kulit yang mengalami iritasi selama 5-10 menit. 

2. Oleskan masker oatmeal

Masker oatmeal juga dapat menjadi cara mengatasi iritasi kuliti. Oatmeal diyakini mengandung antioksidan dan zat antiradang yang mampu meredakan gatal dan iritasi kulit, seperti alergi, cacar, hingga kulit yang terbakar sinar matahari.Untuk menggunakannya, campurkan oatmeal dengan air dan oleskan langsung pada permukaan kulit yang mengalami iritasi.

3. Gunakan pelembap kulit

Iritasi kulit bisa diatasi dengan cara memakai pelembap
Oleskan pelembap bila Anda alami iritasi kulit wajah
Anda bisa menggunakan pelembap kulit sebagai cara mengatasi iritasi kulit wajah. Kulit iritasi umumnya ditandai dengan kulit kering dan bersisik. Nah, pelembap dapat membantu mengembalikan tekstur alami kulit.Namun, dalam memilih pelembap atau body lotion, pastikan produk pelembap tidak mengandung parfum, pemutih, dan zat iritan lainnya yang bisa memperburuk kondisi iritasi pada kulit Anda.

4. Pakai baking soda

Menurut sebuah hasil penelitianbaking soda dianggap sebagai cara mengatasi kulit iritasi yang efektif. Ini karena baking soda mengandung zat antijamur yang dapat menghilangkan penyebab iritasi kulit terasa gatal-gatal.Anda bisa menuangkan ¼ cangkir baking soda ke dalam bak atau bathtub berisi air hangat sebelum mandi. Selain itu, Anda dapat mencampurkan baking soda dan sedikit air, lalu aduk merata hingga menjadi masker. Kemudian, oleskan pada area kulit yang mengalami iritasi.

5. Oleskan antibiotik topikal

Jika kulit iritasi memiliki risiko infeksi, Anda bisa menerapkan cara mengatasi iritasi kulit dengan mengoleskan antibiotik topikal. American Academy of Dermatology menyarankan Anda bisa menggunakan obat oles pramoxine.Pramoxine adalah anestesi ringan yang sering ditambahkan pada produk antigatal, yang juga mengandung hidrokortison atau bahan aktif lainnya, seperti mentol dan calamine.

6. Kenakan pakaian longgar

Jika rentan mengalami iritasi pada kulit dan gatal-gatal lantaran penggunaan pakaian dengan bahan tertentu, Anda disarankan untuk mengenakan pakaian berbahan katun.Pastikan pakaian yang dikenakan juga berpotongan longgar atau tidak terlalu ketat. 

7. Buat suhu ruangan jadi sejuk

Pastikan suhu ruangan Anda terasa sejuk. Anda bisa menggunakan humidifier sebagai cara mengatasi iritasi kulit. Langkah ini cukup jitu dilakukan pemilik kulit rentan kering dan mengalami eksim saat cuaca dingin. 

8. Hindari stres

Sebaiknya, hindari stres sebagai cara mengatasi iritasi kulit. Ini karena stres dapat membuat rasa gatal akibat kulit iritasi menjadi semakin parah. Umumnya, saat Anda mengalami kulit iritasi, pastikan Anda mengenali gejala dan penyebabnya. Selanjutnya, lakukan cara mengatasi iritasi kulit dengan langkah-langkah di atas.Kendati demikian, jika kulit iritasi semakin parah, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk bertanya lebih lanjut seputar iritasi pada kulit lainnya. Pastikan Anda sudah mengunduhnya melalui App Store dan Google Play.
kulit sensitifmasalah kulitruam kulit
Web Md. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/features/dirty-dozen#1
Diakses pada 13 Maret 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323491#moisturizing
Diakses pada 13 Maret 2020
American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/news/itchy-skin-dermatologists-share-tips-for-relief
Diakses pada 13 Maret 2020
Consumer Reports. https://www.consumerreports.org/medical-conditions/right-products-to-stop-itchy-skin/
Diakses pada 13 Maret 2020
Mycophatologia. https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs11046-012-9583-2
Diakses pada 13 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait