Intuisi Adalah Naluri Tanpa Harus Didasari Logika, Perlukah Dipercaya?

Intuisi adalah suara yang datang dari dalam, atau inner voice, yang membantu kita membuat keputusan
Semakin terkoneksi seseorang dengan intuisi mereka, akan semakin bermanfaat dalam pengambilan keputusan

Menjadi orang yang berintuisi jauh lebih kuat ketimbang intelektual sehebat apapun, kata mendiang pendiri Apple, Steve Jobs. Hampir setiap individu pasti pernah merasakan munculnya intuisi, semacam kata hati yang muncul tanpa disadari. Intuisi adalah hal yang jauh berbeda dari pemikiran, logika, atau analisis.

Intuisi adalah sensasi yang muncul secara tiba-tiba tanpa disadari orang yang bersangkutan. Kerap kali, intuisi menjadi dasar pilihan seseorang ketika dihadapkan pada beberapa pilihan sekaligus. 

Dari mana munculnya intuisi?

Pada dasarnya, manusia memerlukan insting dan logika untuk mengambil keputusan terbaik berkaitan dengan berbagai hal. Namun yang umum terjadi adalah orang lebih ragu mengandalkan intuisi sebagai panduan dalam mengambil keputusan.

Nyatanya, sebagai manusia yang dikaruniai akal sekaligus intuisi, kedua hal ini justru bisa membantu saat mengambil keputusan. Bukan mengesampingkan akal dan mengedepankan intuisi atau sebaliknya, namun menggunakan keduanya dengan seimbang.

Intuisi adalah suara yang datang dari dalam, atau inner voice. Pada berbagai konteks, intuisi pasti muncul. Mulai dari hal sederhana seperti memakai baju warna apa hari ini hingga pertaruhan hidup mati saat berada dalam kondisi darurat.

Semakin terkoneksi seseorang dengan intuisi mereka, akan semakin bermanfaat dalam pengambilan keputusan. Intuisi adalah jembatan antara insting dan logika, yang menyeimbangkan cara otak bertindak.

Cara belajar mendengarkan intuisi

Memang tidak mudah membiasakan diri mendengarkan intuisi dan menjadikannya bagian dari panduan mengambil keputusan sehari-hari. Namun, beberapa cara ini bisa dicoba:

1. Alokasikan waktu menyendiri

Jika ingin berkomunikasi dengan intuisi, mengalokasikan waktu untuk diri sendiri bisa jadi cara efektif. Tak hanya mendengarkan intuisi, waktu menyendiri atau solitude ini juga bisa menggali kreativitas seseorang.

Di tengah bising dan sibuknya aktivitas sehari-hari, waktu menyendiri bisa menjadi cara mendengarkan apa yang selama ini terjadi pada diri sendiri. Ketika sibuk dengan bising dan situasi yang serba cepat, intuisi kerap tenggelam.

2. Mendengarkan tubuh

Ketika ada sinyal dari tubuh – sekecil apapun – seperti perut terasa nyeri, coba beri ruang bagi intuisi. Dengarkan sensasi fisik yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan. Inilah yang dilakukan orang berintuisi tinggi, tidak menyepelekan segala sinyal dari tubuh.

3. Perhatikan mimpi

Mimpi adalah cara untuk berkomunikasi dengan intuisi atau pola pikir yang ada tanpa disadari. Ketika bermimpi di malam hari, ada informasi yang datang dari bagian otak yang tidak disadari atau intuitif. Bukan tidak mungkin, mimpi bisa jadi petunjuk bagaimana menjalani hidup.

4. Abaikan emosi negatif

Emosi negatif bisa membayangi intuisi. Berapa banyak dari kita yang merasa tidak seperti diri sendiri ketika sedang depresi, marah, atau kecewa? Itu terjadi karena koneksi dengan intuisi terputus.

Hal ini terbukti dari penelitian yang dirilis dalam jurnal Psychological Science pada tahun 2013 lalu. Orang yang berada dalam mood positif lebih punya kemampuan untuk membuat keputusan berdasarkan intuisi dalam sebuah permainan kata.

5. Menulis jurnal

Membuat jurnal juga membantu membuka jalan bagi pikiran yang tak disadari. Intuisi adalah salah satunya. Tuliskan saja dalam jurnal apa yang dirasakan hari itu, untuk membantu menuangkan apa yang dirasakan sepanjang hari.

Intuisi adalah pikiran berdasarkan pengalaman?

Albert Einstein pernah menyebut bahwa intuisi adalah hasil dari pengalaman intelektual yang dirasakan sebelumnya. Bisa jadi, intuisi datang dari rekognisi yang terjadi terus menerus.

Analoginya adalah saat akan berangkat bekerja di pagi hari, menentukan akan membawa payung atau tidak. Ketika melihat langit mendung, informasi di otak akan bekerja dan berpengaruh pada pengambilan keputusan. Jika langit mendung, besar kemungkinan terjadi hujan, maka perlu antisipasi dengan membawa payung.

Di sisi lain, intuisi adalah hasil dari pemikiran yang intensif dan ekstensif. Apapun yang diyakini seseorang, intuisi layak dipercaya saat akan mengambil keputusan. Sayangnya, situasi serba cepat dan emosi yang membuat seseorang kewalahan kerap membuat intuisi tak terdengar lagi.

Jadi bagi mereka yang masih kerap mempertanyakan dari mana datangnya intuisi, coba beri waktu untuk mendengarkan diri sendiri. Dengan lebih mendengarkan inner voice tanpa terganggu bisingnya situasi sekitar, maka intuisi bisa menjalankan perannya secara maksimal.

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-intuitive-compass/201108/what-is-intuition-and-how-do-we-use-it
Diakses 15 Maret 2020

Science Alert. https://www.sciencealert.com/explainer-what-is-intuition
Diakses 15 Maret 2020

Huffington Post. https://www.huffpost.com/entry/the-habits-of-highly-intu_n_4958778
Diakses 15 Maret 2020

Artikel Terkait