Intip Manfaat Hati Sapi, Sajian Lebaran Favorit Banyak Orang

Mengonsumsi hati sapi ternyata baik untuk kesehatan
Hati sapi mengandung banyak mineral dan vitamin yang baik untuk kesehatan

Jeroan sapi termasuk hati sapi punya reputasi yang tidak terlalu baik dari sisi kesehatan. Memang, kandungan kolesterol dalam makanan ini cenderung tinggi. Namun jika dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan, hati sapi bisa memberikan berbagai manfaat untuk tubuh.

Tak banyak yang tahu, organ ini sebenarnya adalah salah satu makanan yang paling padat nutrisi. Vitamin dan mineral yang ada di dalamnya inilah yang membuat hati sapi bisa memberikan manfaat untuk kesehatan.

Kandungan gizi hati sapi

Saat mengonsumsi hati sapi, Anda akan mendapatkan berbagai vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Sebab dalam 100 gram makanan ini sudah terkandung:

  • Kalori: 175
  • Protein: 27 gram
  • Vitamin B12: 1.386% dari rekomendasi konsumsi harian
  • Tembaga: 730% dari rekomendasi konsumsi harian
  • Vitamin A: 522% dari rekomendasi konsumsi harian
  • Vitamin B2: 201% dari rekomendasi konsumsi harian
  • Vitamin B3: 87% dari rekomendasi konsumsi harian
  • Vitamin B6: 51% dari rekomendasi konsumsi harian
  • Selenium: 47% dari rekomendasi konsumsi harian
  • Zinc: 35% dari rekomendasi konsumsi harian
  • Zat besi: 34% dari rekomendasi konsumsi harian

Manfaat hati sapi

Hati sapi seringkali disebut sebagai super food karena kandungan gizinya yang tergolong lengkap. Selain itu, makanan ini juga bisa memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh, seperti:

1. Sebagai sumber protein yang baik

Protein adalah komponen yang sangat dibutuhkan untuk menjalankan berbagai fungsi di tubuh, seperti menjaga massa otot, memperbaiki jaringan yang rusak, dan menjaga kulit dan rambut agar tetap sehat.

Selain itu, arginine, salah satu jenis asam amino yang terkandung dalam protein yang ada pada hati sapi juga disebut dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Sementara itu threonine, asam amino lainnya, penting untuk mempertahankan kesehatan gigi dan berperan dalam produksi kolagen.

2. Melindungi tubuh dari penyakit

Vitamin A, vitamin B kompleks dan asam amino pada hati bisa berperan sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari berbagai penyakit berbahaya seperti penuaan dini, aterosklerosis, hingga kanker.

3. Meredakan stres

Vitamin B yang ada di dalam hati sapi dapat membantu redakan stres dan rasa lelah. Selain itu, vitamin ini juga dapat meningkatkan mood atau suasana hati menjadi lebih baik.

4. Baik untuk kesehatan otak

Mineral tembaga yang terkandung dalam hati sapi berperan dalam mengaktifkan enzim yang mengatur fungsi otak. Selain itu, mineral ini juga berperan dalam metabolisme zat besi dan memberikan energi.

5. Sumber vitamin A yang baik

Hati sapi sangat kaya akan vitamin A yang berperan penting untuk menjaga kesehatan mata dan menjaga sistem imun. Vitamin ini juga berguna untuk menjaga fungsi paru, ginjal, dan jantung agar bisa tetap berjalan baik.

6. Mempertahankan kepadatan tulang

Kandungan mineral yang ada di dalam hati sapi merupakan komponen yang baik untuk mempertahankan kepadatan tulang. Dengan begitu, risiko Anda terkena osteoporosis pun akan berkurang. Mineral juga penting untuk mempertahanan kesehatan gigi.

7. Sebagai sumber energi

Selain karena kandungan protein di dalamnya, vitamin B2 atau riboflavin juga berperan dalam mengubah makanan menjadi energi untuk tubuh. Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam perkembangan sel dan menjaga fungsi sel untuk tetap berjalan baik.

Risiko mengonsumsi hati sapi

Meski sehat, namun konsumsi hati sapi terutama pada ibu hamil, sebaiknya dibatasi. Sebab, jenis vitamin A yang ada pada organ ini dinilai bisa meningkatkan risiko terjadinya cacat lahir apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Selain itu, hati sapi juga sebaiknya tidak dikonsumsi oleh orang yang punya riwayat asam urat karena organ ini termasuk salah satu makanan tinggi purin. Purin yang diadapatkan dari makanan akan diubah menjadi asam urat di tubuh.

Bagi banyak orang, mengonsumsi hati sapi juga dikhawatirkan bisa meningkatkan kadar kolesterol. Namun, tubuh sebenarnya sudah punya mekanisme tersendiri untuk hal ini, yaitu apabila kita mengonsumsi makanan tinggi kolesterol, maka produksi kolesterol alami di tubuh secara otomatis akan berkuang.

Meski begitu, Anda tetap tidak disarankan untuk mengonsumsi jeroan dalam jumlah yang terlalu banyak dan terlalu sering. Sebab dengan adanya mekanisme tadi, bukan berarti Anda terbebas dari penumpukan kolesterol.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/organ-meats
Diakses pada 4 Mei 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/why-liver-is-a-superfood
Diakses pada 4 Mei 2020

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/478230-what-different-ways-can-you-cook-liver-for-it-to-taste-good/
Diakses pada 4 Mei 2020

Artikel Terkait