Interpretasi Gambar dalam Kartu, Ini Cara Kerja Thematic Apperception Test (TAT)


Thematic Apperception Test atau TAT adalah jenis tes proyeksi dengan menjelaskan gambar ambigu. Metode ini populer dikenal sebagai teknik interpretasi gambar. Hingga kini, TAT merupakan salah satu uji kepribadian yang paling banyak digunakan secara klinis.

0,0
04 Dec 2020|Azelia Trifiana
Contoh TAT Test untuk menggali kepribadian seseorangSituasi saat TAT Test: seorang wanita disuruh menjelaskan apa yang ia bayangkan dari lukisan di kanan
Sama seperti tes Rorschach, Thematic Apperception Test atau TAT adalah jenis tes proyeksi dengan menjelaskan gambar ambigu. Metode ini populer dikenal sebagai teknik interpretasi gambar. Hingga kini, TAT merupakan salah satu uji kepribadian yang paling banyak digunakan secara klinis.
Tes proyeksi ini digagas oleh psikolog asal Amerika Serikat Henry A. Murray dan Christina D. Morgan pada tahun 1930-an. Sama seperti uji psikologis lainnya, keberadaannya juga sempat menuai kontroversi terkait metode penilaian yang tidak seragam.

Bagaimana cara kerjanya?

Thematic Apperception Test dilakukan dengan menunjukkan beberapa kartu bergambar dengan karakter ambigu. Bentuknya bisa berupa sosok perempuan, laki-laki, anak-anak, aktivitas tertentu, dan juga sebuah situasi.Kemudian, subjek akan diminta untuk membaca gambar menurut versi paling dramatis, dengan pertanyaan seperti:
  • Apa yang memicu kejadian ini?
  • Apa yang terjadi pada adegan dalam gambar?
  • Apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh karakter dalam gambar?
  • Apa akhir dari cerita dalam gambar?
Versi paling lengkap dari TAT terdiri dari 31 kartu. Psikolog dari Harvard University ini awalnya menyarankan penggunaan 20 kartu. Kemudian, dipilih mana saja kartu yang menggambarkan karakter mirip dengan subjek pemeriksaan.Namun kini, sebagian besar praktisi psikolog klinis hanya menggunakan sekitar 5-12 kartu saja. Biasanya, pemilihan kartu berdasarkan adegan yang cocok dengan situasi dan kebutuhan subjek.Kemudian, praktisi akan menggunakan penilaian terbaik mereka untuk memilih adegan dalam kartu. Ini dapat menjadi dasar menggali lebih jauh informasi penting dari subjek.

Kapan TAT digunakan?

Ada beberapa situasi yang membuat terapis menggunakan TAT, seperti:
  • Mengenal subjek lebih jauh

Psikolog dapat menggunakan TAT test dalam sesi konseling
Tes ini bisa menjadi ice breaker saat sesi konseling sehingga subjek merasa lebih rileks dan leluasa bercerita. Dengan demikian, terapis bisa tahu apa konflik emosional yang mungkin dimiliki kliennya.
  • Membantu ungkapkan perasaan

Tes TAT juga kerap digunakan sebagai alat terapi yang memudahkan klien mengungkapkan perasaan mereka secara tidak langsung. Mungkin subjek tidak bisa menyampaikan apa yang mereka rasakan dengan gamblang, namun sudut pandang terapis bisa mengidentifikasi emosi yang tengah dialami.
  • Menggali lebih jauh pengalaman hidup

Klien-klien yang menghadapi masalah seperti kehilangan pekerjaan, perceraian, atau terminal illness bisa menginterpretasikan gambar dalam kartu dengan konteks apa yang tengah dialaminya. Dengan cara ini, terapis dapat melakukan eksplorasi lebih jauh sepanjang sesi konseling.
  • Memeriksa kondisi psikologis

Tes TAT juga terkadang digunakan sebagai metode untuk menilai kepribadian atau pola pikir seseorang, apakah ada masalah psikologis atau tidak
  • Evaluasi terduga pelaku kriminal

Selain uji klinis, tes ini juga bisa digunakan untuk menilai risiko seseorang mengulangi tindakan kriminal yang pernah dilakukannya atau mencocokkan apakah profil seseorang cocok dengan terduga pelaku tindakan kriminal tertentu. Umumnya, ini digunakan dalam psikologi forensik.
  • Menilai calon karyawan

Tak hanya untuk keperluan klinis dan forensik, tes TAT juga bisa digunakan untuk menilai apakah seseorang cocok dengan pekerjaan yang dilamarnya. Utamanya, jika jabatannya rentan berhadapan dengan stres dan situasi serba tak pasti seperti pemimpin militer atau penegak hukum.

Kritik terhadap tes TAT

Thematic Apperception Test kerap dikritik karena tidak memiliki standar resmi penilaian. Tak jarang, psikolog melakukan tes ini dengan cara berbeda, pun dengan proses penilaiannya.Tidak menutup kemungkinan pula psikolog tidak menggunakan sistem penilaian kompleks dari Murray dan justru mengikuti interpretasi subjektif.Sebagai contoh, apabila psikolog menggunakan sistem penilaian yang sama, bisa saja kartu TAT yang dipakai berbeda. Artinya, sangat sulit merumuskan penilaian yang valid dan bisa dibandingkan.Jika Anda ingin tahu lebih banyak seputar apa saja yang akan digali psikolog dalam sebuah pemeriksaan klinis terhadap subjek, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play
gangguan mentalkesehatan mentalpola hidup sehat
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-the-thematic-apperception-test-tat-2795588
Diakses pada 22 November 2020
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/an-overview-of-the-types-of-emotions-4163976
Diakses pada 22 November 2020
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/neuroscience/thematic-apperception-test
Diakses pada 22 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait