Intermittent Fasting Adalah Metode Diet, Seperti Apa?

(0)
03 Jun 2020|Adhenda Madarina
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Intermittent fasting adalah membagi waktu untuk puasa dan makanIlustrasi waktu makan yang dibatasi
Intermittent fasting adalah pola makan yang menetapkan periode waktu untuk makan dan puasa. Jadi, yang ditekankan di sini bukan tentang makanan apa yang boleh dan tidak, tetapi adanya pembatasan jam makan.Metode diet yang satu ini belakang memang menjadi tren kesehatan karena diklaim efektif menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan metabolisme, dan bahkan memperpanjang umur.Bukan hanya itu, intermittent fasting terbilang cukup mudah dilakukan. Banyak orang merasa lebih baik dan memiliki lebih banyak energi selama melakukan metode ini.

Cara melakukan intermittent fasting

Ada beberapa metode untuk melakukan intermittent fasting. Cari tahu metode mana yang bekerja paling baik menurut Anda.

1. Puasa 12 jam sehari

Aturan diet untuk metode yang satu ini sederhana, yaitu cukup puasa selama 12 jam setiap hari. Cara ini merupakan pilihan yang baik untuk pemula karena waktu puasa relatif cepat dan Anda dapat mengonsumsi jumlah kalori yang sama setiap hari.Menurut beberapa peneliti, puasa selama 10-16 jam dapat menyebabkan tubuh mengubah cadangan lemaknya menjadi energi dan melepaskan keton ke dalam aliran darah. Inilah yang mendorong penurunan berat badan.

2. Puasa selama 16 jam sehari

Berpuasa selama 16 jam sehari dengan waktu makan 8 jam, disebut metode 16:8. Selama diet 16:8, pria berpuasa selama 16 jam setiap hari, sedangkan wanita berpuasa selama 14 jam. Cara melakukan intermittent fasting dengan metode ini mungkin akan berguna bagi Anda yang telah mencoba puasa 12 jam, tetapi tidak melihat manfaat apa pun.Pada diet puasa ini, orang-orang biasanya menyelesaikan makan malam mereka pada pukul 8 malam dan kemudian melewatkan sarapan pada hari berikutnya. Mereka baru akan makan lagi saat siang hari.

3. Berpuasa selama dua hari dalam seminggu

Metode ini disebut dengan 5:2. Orang yang mengikuti diet ini makan makanan sehat dalam jumlah standar selama lima hari dan mengurangi asupan kalori pada dua hari berikutnya. Selama dua hari puasa, pria umumnya hanya mengonsumsi 600 kalori dan wanita 500 kalori.Selain dapat mengurangi kadar insulin, metode ini juga dipercaya dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

4. Puasa alternatif

Puasa alternatif berarti Anda berpuasa setiap hari dengan menghindari makanan padat atau hanya mengonsumsi maksimal 500 kalori dalam satu hari. Suatu studi mengatakan bahwa puasa alternatif efektif untuk penurunan berat badan dan meningkatkan kesehatan jantung pada orang dewasa yang kelebihan berat badan.Puasa alternatif merupakan bentuk ekstrem dari intermittent fasting sehingga tidak cocok untuk pemula atau mereka yang memiliki kondisi medis tertentu. Para pemula juga akan kesulitan untuk mempertahankan puasa jenis ini dalam jangka panjang.

5. Puasa 24 jam seminggu

Maksudnya, berpuasa penuh selama satu atau dua hari dalam seminggu, atau dikenal sebagai diet Eat-to-Eat. Jadi, Anda tidak makan selama 24 jam, tetapi dapat minum air, teh, dan minuman bebas kalori lainnya.Bagi beberapa orang, metode ini cukup ekstrem dan menantang karena bisa menyebabkan kelelahan, sakit kepala, atau suasana hati yang memburuk. Maka dari itu, metode ini tidak disarankan untuk pemula.

Manfaat intermittent fasting

Ada banyak penelitian tentang intermittent fasting yang menunjukkan beberapa manfaat yang cukup menjanjikan. Berikut beberapa manfaat intermittent fasting.

1. Mengubah fungsi sel, gen, dan hormon

Saat Anda berpuasa, kadar insulin turun dan hormon pertumbuhan manusia meningkat. Sel-sel Anda juga memulai proses perbaikan sel-sel tubuh yang penting dan mengubah gen mana yang mereka butuhkan.

2. Membantu menurunkan berat badan dan lemak di perut

Intermittent fasting membantu Anda makan lebih sedikit kalori, sementara sedikit meningkatkan metabolisme. Hal ini terbukti efektif untuk menurunkan berat badan dan lemak perut.

3. Mengurangi resistensi insulin dan menurunkan risiko diabetes tipe 2

Dalam beberapa dekade terakir, diabetes tipe 2 telah menyerang banyak orang, baik tua maupun muda. Dalam penelitian tentang intermittent fasting, orang yang menjalani diet ini gula darahnya telah berkurang sebesar 3-6 persen, sedangkan insulin telah berkurang sebesar 20-31 persen.Artinya, terbukti bahwa intermittent fasting dapat mengurangi resistensi insulin dan menurunkan kadar gula darah, khususnya pada pria.

4. Meningkatkan fungsi otak

Intermittent fasting dapat berguna bagi kesehatan otak karena metode ini dapat membantu untuk meningkatkan pertumbuhan saraf baru dan melindungi otak dari kerusakan.

5. Memiliki kualitas tidur yang lebih baik

Banyak orang yang telah melakukan intermittent fasting mengatakan bahwa mereka dapat tidur lebih baik. Alasannya adalah metode diet yang satu ini juga mengatur irama sirkadian, yang berperan dalam menentukan pola tidur seseorang. Irama sirkadian yang teratur akan membuat Anda mudah tertidur dan terbangun dengan perasaan segar.Mengingat banyaknya manfaat yang tercantum di atas, masuk akal bahwa intermittent fasting dapat membantu Anda menjalani kehidupan yang lebih baik dan sehat. Apakah Anda tertarik menjalani diet ini?
diet puasa
Everydayhealth. https://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/possible-intermittent-fasting-benefits/
Diakses pada 18 Mei 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/10-health-benefits-of-intermittent-fasting#section3
Diakses pada 18 Mei 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/6-ways-to-do-intermittent-fasting#section7
Diakses pada 18 Mei 2020
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322293
Diakses pada 18 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait