logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Memahami Bagaimana Cara Berdamai dengan Inner Child

open-summary

Inner child adalah sisi kepribadian seseorang yang terbentuk dari pengalaman masa kecil. Kondisi ini dapat memengaruhi bagaimana Anda membuat keputusan.


close-summary

3.65

(46)

21 Jan 2020

| Rieke Saraswati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Inner child terjadi akibat trauma masa kecil

Inner child bisa membuat seseorang memiliki perilaku negatif, seperti mudah cemburu

Table of Content

  • Apa itu inner child?
  • Bagaimana cara menyembuhkan luka masa kecil?
  • Catatan dari SehatQ

Pernahkah Anda menghakimi diri sendiri karena merasa serba kekurangan? Atau hubungan Anda dengan pasangan bermasalah karena Anda sering curiga dan cemburu?

Advertisement

Jika jawabannya ya, ketahuilah bahwa hal-hal tersebut bisa saja terjadi karena inner child yang belum terselesaikan dalam diri Anda.

Banyak orang dewasa yang mengalami luka atau trauma pada masa kecil, tak menyadari bahwa mereka masih memiliki sosok anak kecil (inner child) yang tersakiti dalam diri mereka. Bila dibiarkan atau tidak disembuhkan, inner child bisa menjelma menjadi perasaan dan perilaku negatif ketika seseorang tumbuh dewasa. 

Apa itu inner child?

Inner child adalah sisi kepribadian seseorang yang terbentuk dari pengalaman masa kecil. Bisa juga diartikan sebagai sosok anak kecil yang masih melekat dalam diri Anda.

Anak kecil dalam diri Anda tidak pernah pergi dan menetap di alam bawah sadar. Mereka memengaruhi bagaimana Anda membuat keputusan, merespons masalah, dan menjalani kehidupan. 

Pengalaman kanak-kanak yang tidak menyenangkan atau kurangnya pengasuhan dalam keluarga dapat terus membekas dalam diri seseorang. Saat tumbuh dewasa, hal ini bisa bermanifestasi dalam berbagai bentuk perasaan dan perilaku negatif. Mulai dari perasaan tidak dicintai, mudah cemas, sulit percaya orang lain, dan sebagainya.

Apabila terus dibiarkan, inner child yang terluka dapat menghambat perkembangan diri Anda sebagai orang dewasa. 

Semua orang pasti bertambah tua. Namun faktanya, tak semua orang dapat menjadi dewasa.

Kedewasaan yang sejati adalah ketika Anda sudah menyadari dan menyembuhkan ‘anak kecil’ dalam diri Anda yang menyimpan rasa sakit, trauma, serta amarah.

Sayangnya, tak sedikit orang yang justru menyangkal dan mengabaikan luka inner child atau luka batin dalam diri mereka, sehingga terbawa hingga ke kehidupan dewasa. Saat dihadapkan pada masalah hidup, inner child yang masih bersemayam ini bisa mencuat ke permukaan dan mengambil alih kendali dalam diri Anda. 

Bagaimana cara menyembuhkan luka masa kecil?

Apa yang bisa kita lakukan agar tidak terus dihantui oleh inner child yang terluka? Anda dapat berdamai dengannya, merangkulnya, lalu menyembuhkannya. Berikut adalah langkah menyembuhkan luka masa kecil menurut ahli:

  • Menyadari inner child

Pertama-tama, sadarilah bahwa ada sosok ‘anak kecil’ dalam diri Anda yang masih terluka.

Mengunjungi masa lalu yang menyakitkan memang tidak mudah.

Namun mengubur masa lalu tersebut dalam-dalam tanpa berusaha menyembuhkannya hanya juga akan membuat inner child terus mendominasi diri Anda serta melahirkan perasaan-perasaan negatif.

  • Jalin komunikasi dengan inner child

Sisihkan waktu setiap harinya untuk berdialog dengan anak dalam diri Anda. Bayangkan diri Anda ketika kecil dulu dan ia sedang berhadapan dengan Anda. Saat Anda sudah benar-benar merasakan kehadirannya, mulailah berdialog dengan sang anak.

Katakan padanya bahwa Anda siap untuk mendengarkan dan akan terus berada di sampingnya. Anda bisa mengucapkan kalimat-kalimat yang suportif dan menenangkan untuknya, misalnya:

  • “Aku mencintaimu dan kamu sungguh berharga untukku.”
  • “Kamu tidak perlu merasa bersalah atau malu. Semua yang terjadi bukanlah salahmu.”
  • “Kamu tidak akan lagi kesepian. Aku akan selalu di sini untukmu.”
  • “Maafkan aku karena selama ini sudah menyangkal dan mengabaikan perasaanmu.” 
  • Rangkul rasa marah dan sedih

Saat berhadapan dengan inner child Anda, mungkin ada amarah yang tiba-tiba meluap di luar kendali. Tidak apa, ini bisa menjadi awal rekonsiliasi dengan anak dalam diri Anda.

Faktanya, tidak selamanya marah itu negatif. Rasa marah sebenarnya adalah emosi yang normal dan sehat. Dalam keadaan tertentu, amarah diperlukan dan dapat membawa efek positif. 

Begitu juga dengan rasa sedih. Perasaan ini wajar muncul ketika Anda mengalami trauma yang belum terselesaikan. Jadi Anda tidak perlu merasa aneh atau cengeng apabila dilanda kesedihan. 

  • Meditasi

Proses rekonsiliasi dengan anak kecil dalam diri Anda bisa terasa melelahkan. Meditasi dapat memberikan rasa tenang pada pikiran. Jika jiwa Anda tenteram, menjalani dialog dengan inner child pun akan lebih mudah. 

Ada banyak sekali aplikasi meditasi yang tersedia dan bisa Anda unduh. Beberapa menawarkan fasilitas free trial yang bisa dicoba tanpa harus berlangganan. 

  • Cari bantuan profesional

Berdamai dengan inner child bisa Anda lakukan sendiri atau dengan dukungan psikolog. Adanya psikolog yang mendampingi akan membantu proses rekonsiliasi menjadi lebih mudah.

Untuk Anda yang baru pertama kali ke psikolog, mungkin awalnya akan merasa canggung. Buatlah diri Anda senyaman mungkin, dan ungkapkan semua perasaan Anda secara jujur. Dengan ahli yang profesional, kerahasiaan dan privasi Anda akan terjamin.   

Catatan dari SehatQ

Tidak ada orang yang bisa mengubah masa lalu. Namun masa lalu tidak harus mendikte kehidupan Anda di masa kini. Anda tetap dapat bertumbuh, mengembangkan diri, dan menjalankan hidup dengan tenteram. 

Melakukan proses rekonsiliasi dengan ‘anak kecil’ yang terluka dalam diri Anda, akan membantu Anda memiliki kehidupan yang lebih bahagia. 

Baca Juga

  • Skinship Adalah Sentuhan Fisik dengan Manfaat Luar Biasa
  • 8 Manfaat Coffee Break di Sela Bekerja
  • 5 Strategi Temukan Kembali Makna Hidup Saat Kehilangan Jati Diri

Proses berdamai dengan inner child mungkin memerlukan waktu yang tak sebentar. Anda tak perlu merasa gagal karena tiap orang memiliki kondisi yang berbeda-beda.

Cintailah diri Anda dan hargai usaha yang telah Anda lakukan, serta percaya bahwa Anda dapat melewati ini semua dengan baik. Bila perlu, mintalah bantuan pada psikolog untuk agar proses rekonsiliasi berjalan lebih lancar.

Advertisement

gangguan mentalkesehatan mentaltraumaluka traumatis

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved