Tips bersepeda untuk lansia yang cukup penting adalah mengetahui kemampuan diri
Bersepeda memberikan banyak manfaat bagi lansia

Seiring dengan bertambahnya usia, kondisi tubuh akan mengalami banyak perubahan. Yang pasti, kebugaran dan daya tahan tubuh tidak lagi sama seperti masa muda dulu. Meskipun begitu, hal ini tidak menjadi alasan bagi Anda untuk membatasi diri dalam beraktivitas, khususnya dalam berolahraga.

Jika Anda menyukai aktivitas fisik di luar ruangan, bersepeda dapat menjadi solusi terbaik untuk latihan, khususnya bagi para orang tua. Ini disebabkan karena bersepeda merupakan aktivitas yang sangat fleksibel. Tidak hanya mudah dilakukan, semua generasi dengan berbagai usia dapat dengan mudah melakukannya, baik itu sebagai sarana bermain ataupun olahraga.

Akan tetapi, meski dapat digunakan dengan mudah dan praktis, para lansia tetap perlu untuk memikirkan kekuatan dan daya tahan tubuh dalam melakukan aktivitas ini. Itulah sebabnya, penting bagi mereka untuk memahami batasan dalam bersepeda. Batasan ini mencakup durasi, intensitas, pemilihan rute, dan lain sebagainya.

Tips Bersepeda untuk Lansia

Memiliki semangat dan motivasi yang tinggi untuk terus berolahraga meskipun usia sudah semakin tua merupakan hal yang baik dan perlu untuk dipertahankan. Untuk dapat menjaga semangat ini dan membangun ritme yang sehat dalam berlatih, ada baiknya Anda melakukan persiapan dan penyesuaian latihan dengan kemampuan dan kondisi fisik Anda.

1. Lakukan Pemeriksaan Dokter

Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan dokter untuk memastikan Anda benar-benar dalam kondisi yang baik dan mampu untuk bersepeda. Biasanya dokter akan memeriksa kondisi sendi, tulang, dan otot untuk memastikan apakah Anda siap untuk melakukan akivitas berat.

2. Ketahui Kemampuan Diri

Selanjutnya, dokter biasanya akan menjelaskan kondisi tubuh Anda dan memberikan gambaran latihan seperti apa yang cocok dan sesuai untuk Anda lakukan. Untuk bersepeda, Anda akan mendapatkan arahan mengenai durasi, intensitas dan rute yang sebaiknya Anda pilih untuk menghindari terjadinya cedera dan gangguan kondisi kesehatan khusus.

3. Lakukan Pemulihan jika Memang Dibutuhkan

Jika dokter menemukan ada kondisi tubuh yang masih bermasalah, sebaiknya hindari memaksakan untuk bersepeda dalam waktu dekat. Upayakan untuk memahami tahu apa yang menyebabkan masalah khusus pada fisik Anda. Sakit pada kartilago? Radang sendi? Tendonitis? Semua permasalahan akan membutuhkan perawatannya masing-masing, baik itu terapi fisik, obat-obatan, atau operasi. Lakukan pemulihan dalam periode waktu yang dianjurkan dokter sebelum kembali mengayuh sepeda kesayangan Anda.

4. Periksa Kondisi Sepeda Anda

Anda berniat menggunakan kembali sepeda kesayangan saat muda dulu? Sebaiknya lakukan pemeriksaan kondisi sepeda dengan memastikan segala bagian pentingnya dalam keadaan yang baik dan aman untuk digunakan. Salah satu yang terpenting adalah dengan memastikan apakah pedal sepeda cukup ringan dan nyaman untuk digunakan sehingga mengurangi risiko cedera saat mengayuh sepeda.

Selain itu, pastikan pula posisi duduk dan postur tubuh saat bersepeda cukup nyaman untuk Anda lakukan. Jangan sampai tulang punggung Anda menjadi nyeri hanya karena posisi bersepeda yang terlalu membungkuk.

5. Gunakan Perlengkapan Keamanan dengan Baik

Tidak hanya orang berusia lanjut, penggunaan perlengkapan keamanan bersepeda seharusnya juga dilakukan oleh semua pengendara sepeda. Hal ini penting untuk menghindari terjadinya cedera khususnya saat Anda terjatuh dari sepeda. Pastikan pula untuk menggunakan sepatu olahraga agar tidak mengalami kaki terkilir selama bersepeda.

6. Perhatikan Durasi dan Intensitas Bersepeda

Jangan lupa untuk memberikan batasan dari latihan yang Anda lakukan. Ingat, Anda sudah tidak lagi memiliki tubuh dengan daya tahan yang tinggi. Bersepeda selama satu jam setiap dua hari sekali sudah cukup untuk meregangkan otot-otot dan memperlancar aliran darah. Hindari untuk mempekerjakan otot terlalu berlebihan. Sebaliknya, berikan pula waktu untuk tubuh beristirahat dan melakukan pemulihan dari tiap latihan yang Anda lakukan.

7. Rutin Konsultasi Kesehatan pada Dokter

Terakhir, jangan pernah melewatkan diri untuk melakukan konsultasi pada dokter. Amati kondisi tubuh sejak sebelum hingga setelah bersepeda. Tidak hanya untuk memastikan tubuh Anda sehat, tetapi juga memantau progres dari latihan yang rutin Anda lakukan.

Itulah beberapa hal penting yang harus diketahui para lansia sebelum mulai bersepeda. Jangan lupa pula untuk melakukan peregangan sebelum dan sesudah bersepeda. Hal ini penting untuk memastikan otot dalam kondisi yang baik dengan peredaran darah lancar agar cedera dapat dicegah.

Active. https://www.active.com/articles/tips-for-older-cyclists-to-get-more-out-of-riding?page=1
Diakses pada November 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed