Inilah Prosedur Cuci Darah dengan BPJS yang Perlu Diketahui

Prosedur cuci darah dengan BPJS kesehatan
Cuci darah dilakukan sebanyak satu sampai tiga kali setiap minggu

Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan memiliki beragam bermanfaat. Terutama bagi masyarakat yang sulit mendapatkan layanan pengobatan karena kendala biaya atau minimnya akses terhadap fasilitas kesehatan. Salah satunya adalah pasien hemodialisa atau cuci darah. Jadi, bagaimana prosedur cuci darah dengan BPJS Kesehatan?

Tentang Cuci Darah

Ketika seseorang didiagnosis gagal ginjal kronis, ginjalnya tidak berfungsi dengan normal lagi. Upaya untuk mempertahankan fungsi ginjal dengan rutin menjalani hemodialisis. Cuci darah dilakukan sebanyak satu sampai tiga kali setiap minggu. Bagi pasien gagal ginjal kronis, cuci darah harus dilakukan rutin sepanjang hidupnya. Kecuali jika pasien mendapat donor ginjal kemudian melakukan operasi pencangkokan ginjal.

Terapi ini menggunakan teknologi tinggi, yaitu dengan mengalirkan darah melalui mesin. Mesin dapat menyaring sisa metabolisme atau zat kimia yang tidak dibutuhkan agar keluar dari tubuh. Proses ini pun berguna untuk mengeluarkan kelebihan air, juga menjaga keseimbangan zat kimia, seperti garam dan air di dalam tubuh. Jika melewatkan cuci darah, pasien akan mengalami gagal jantung hingga kematian.

Biaya Cuci Darah

Biaya cuci darah berkisar antara Rp1 juta-2 juta, tergantung tarif setiap rumah sakit. Artinya dalam sebulan, cuci darah harus dilakukan 8 kali dengan biaya yang tak sedikit. Sebanyak 80% pasien yang mengalami gagal ginjal harus menjalaninya seumur hidup.

Dulu, pasien cuci darah kebanyakan harus mampu secara finansial. Banyak pasien sedapat mungkin menghindari cuci darah karena biayanya tak sedikit. Kini, orang yang kurang mampu pun bisa melakukan cuci darah secara gratis menggunakan BPJS Kesehatan.

Cuci Darah Ditanggung BPJS Kesehatan dengan Peraturan Baru

Cuci darah merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan kepada pesertanya. Layanan cuci darah dapat diperoleh oleh semua peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan status kepesertaan aktif, sesuai indikasi medis dan mengikuti prosedur yang berlaku. Untuk melakukan cuci darah, pasien cukup meminta surat rujukan dari Faskes Tingkat I. Selanjutnya bisa langsung melakukan proses hemodialisis.

Sempat beredar pemberitaan mengenai kebijakan baru oleh BPJS Kesehatan yang menghapus jaminan untuk proses cuci darah. Karena mahalnya biaya, dibutuhkan sekitar 40 orang peserta JKN-KIS kelas III yang sehat untuk membayar satu kali biaya cuci darah pasien JKN-KIS. Namun, ternyata berita tersebut tidak benar, hanya saja memang ada perubahan peraturan.

Perubahan aturan tersebut mengenai surat rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) berlaku satu kali untuk diagnosis dan tujuan rujukan yang sama. Kontrol ulang dapat dilakukan maksimal tiga bulan sejak tanggal rujukan awal dikeluarkan.

Pembaruan rujukan setiap 3 bulan sekali bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup peserta dengan upaya monitoring oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebagai care coordinator. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan memastikan peserta JKN-KIS tetap memperoleh pelayanan cuci darah sesuai ketentuan yang berlaku.

BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/post/read/2018/885/8-Tahun-Hemodialisa-Gatot-
Kumparan. https://kumparan.com/@kumparannews/pasien-cuci-darah-keluhkan-aturan-rujukan-bpjs-3-bulan-sekali-27431110790551060

Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed