Perbedaan IQ dan EQ yang Perlu Anda Ketahui


Perbedaan IQ dan EQ harus Anda ketahui untuk mengenalnya lebih jauh. Simak sekelengkapnya di sini.

(0)
02 Mar 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Perbedaan IQ dan EQ manusiaPerbedaan IQ dan EQ terletak pada berbagai hal
Dalam menilai kecerdasan seseorang, selama ini orang-orang kerap terpaku pada IQ (intelligent quotient). Padahal EQ (emotional quotient) juga merupakan faktor yang penting dalam mengidentifikasi kecerdasan yang dimiliki seseorang.Sayangnya, belum banyak orang yang mengetahui tentang EQ. Padahal, kedua jenis kecerdasan ini sangatlah berbeda. Lantas, apa saja perbedaan IQ dan EQ?

Perbedaan IQ dan EQ

Perbedaan mendasar antara IQ dan EQ, antara lain:

1. IQ berkaitan dengan logika, EQ berkaitan dengan emosi

IQ adalah kemampuan seseorang dalam bernalar dan memecahkan masalah dengan menggunakan unsur-unsur matematiks dan logika. Kecerdasan intelektual ini juga mewakili kemampuan dalam pemrosesan visual dan spasial, pengetahuan tentang dunia, serta kekuatan ingatan.Sementara, EQ adalah kemampuan seseorang dalam memahami, mengendalikan, mengevaluasi, dan mengekspresikan emosi. Kecerdasan emosional ini juga berpusat pada kemampuan, seperti mengidentifikasi emosi, mengevaluasi perasaan orang lain, mengontrol emosi sendiri, membayangkan perasaan orang lain, komunikasi sosial, dan berhubungan dengan orang lain. 

2. IQ dibawa sejak lahir, EQ bisa diajarkan

Faktor genetik berperan dalam pembentukan IQ sehingga dapat dibawa sejak lahir. Namun, faktor lingkungan juga dianggap berpengaruh dan dapat dikembangkan dengan ilmu pengetahuan yang didapat dalam proses akademik. Sementara, EQ dapat diajarkan, diasah, atau diperkuat kapan saja, terutama sejak dini dengan memberi pendidikan karakter, memodelkan perilaku positif, mendorong untuk berpikir mengenai perasaan orang lain, dan menemukan cara untuk lebih berempati terhadap orang lain.

3. IQ pandai angka, EQ pandai mengelola emosi

Anak yang memiliki IQ tinggi umumnya unggul dalam mengerjakan persoalan yang berkaitan dengan angka dan analisis data. Sedangkan, anak yang memiliki EQ tinggi dapat mengelola emosinya dengan baik sehingga terhindar dari stres, kecemasan, atau depresi. Bahkan mereka mampu memahami perasaan orang lain dengan baik.

4. IQ baik akademis, EQ baik bersosialisasi

Rata-rata orang yang memiliki IQ tinggi di dalam bidang akademis cenderung memiliki nilai-nilai yang bagus dalam tes. Sayangnya, kecerdasan akademis bukan jaminan mereka dapat bersosialisasi dan membangun hubungan kerja atau pribadi dengan baik. Berbeda dengan orang yang ber-EQ tinggi, meski nilai akademiknya tak cukup baik namun mereka dapat bersosialisasi dengan mudah dan memecahkan persoalan-persoalan sosial. 

5. IQ sukses secara individu, EQ bisa memimpin tim

Orang yang ber-IQ tinggi cenderung sukses secara individual, di mana mereka dapat menggunakan nalarnya untuk mencapai apa yang diinginkan. Sementara, orang yang ber-EQ tinggi dapat bekerja dalam tim dengan baik, bahkan dapat menjadi seorang pemimpinMudah dekat dengan orang-orang di sekitarnya membuat orang yang ber-EQ tinggi cenderung dapat mencuri atensi khalayak.

Cara meningkatkan IQ dan EQ

Memiliki kemampuan IQ ataupun EQ yang tinggi saja tidak cukup dalam mencapai kesuksesan hidup. Oleh sebab itu, kedua hal tersebut haruslah imbang. Jika Anda merasa memiliki kemampuan IQ yang rendah, berikut cara meningkatkan IQ yang bisa Anda coba:

1. Melakukan kegiatan yang mengasah ingatan

Melakukan kegiatan yang mengasah ingatan bukan hanya dapat meningkatkan ingatan, namun juga keterampilan bernalar dan berbahasa. Kegiatan yang melibatkan pelatihan memori ini, meliputi bermain teka-teki silang, mencocokan kartu, dan sudoku.

2. Melakukan kegiatan visuospasial

Melakukan kegiatan visuospasial, seperti bermain labirin, dapat membantu meningkatkan IQ Anda dengan mempertajam penalaran visual dan spasial. 

3. Melakukan pelatihan relasional

Melakukan pelatihan relasional, seperti perbandingan objek dan jumlah perbandingan, dapat meningkatkan IQ dengan penalaran verbal dan numerik. Sebuah penelitian menunjukkan jika latihan ini secara signifikan bisa meningkatkan skor IQ pada anak-anak.

4. Bermain instrumen musik

Bermain instrumen musik dianggap dapat membantu meningkatkan IQ dengan memperkuat memori. Satu studi menemukan bahwa musisi memiliki ingatan kerja yang lebih baik daripada mereka yang bukan musisi. 

5. Mempelajari bahasa baru

Mempelajari bahasa baru bermanfaat bagi otak manusia. Sebuah penelitian menyelidiki hubungan antara mempelajari bahasa baru dengan IQ. Hasil penelitian pun menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa bermanfaat untuk hasil kognitif.Sementara jika Anda merasa memiliki kemampuan EQ yang rendah, berikut hal yang bisa Anda lakukan dalam meningkatkannya:

6. Berlatih mengelola emosi diri sendiri

Dalam meningkatkan EQ, Anda harus berlatih untuk mengelola emosi sendiri. Ketika ada tekanan, cobalah untuk mengelola stres dengan tetap berusaha berpikir jernih, kendalikan diri dengan baik, dan beradaptasilah dengan kondisi tersebut sesegera mungkin.

7. Berlatih memahami orang lain

Anda harus berlatih mengenal dan memahami orang lain dengan baik, terutama lewat komunikasi. Mengobrol, berbagi cerita, dan menghabiskan waktu bersama dapat membantu Anda memahami perasaan dan emosi orang lain, serta menumbuhkan rasa empati dan kenyamanan.

8. Berlatih mengembangkan keterampilan sosial

Dalam meningkatkan EQ, Anda harus berlatih mengembangkan keterampilan sosial. Hal ini dapat membuat hubungan Anda dengan orang sekitar menjadi lebih efektif dan bermanfaat. Belajarlah melihat konflik sebagai peluang untuk lebih dekat dengan orang lain dan gunakanlah humor untuk membuat keadaan menjadi lebih cair.

IQ dan EQ mana yang lebih penting?

Kini, IQ bukan lagi satu-satunya faktor yang menentukan kesuksesan seseorang. Dulu, orang dengan skor IQ tinggi diasumsikan sebagai sosok yang akan sukses dan berhasil mencapai banyak hal. Meski demikian, beberapa kritik juga menyoroti bahwa skor intelegensi tinggi bukan jaminan kesuksesan seseorang.Apa gunanya pintar jika tak bisa mengendalikan emosi atau empati kepada orang lain? Justru bisa jadi bahaya. Hingga kini IQ masih digunakan sebagai standar penting kesuksesan seseorang, utamanya jika berhubungan dengan pencapaian akademik. Namun, semakin banyak pula lembaga pendidikan hingga perusahaan yang mengharuskan seseorangmemiliki kecerdasan emosional sebagai aspek tak kalah krusial. Bahkan, penelitian menemukan bahwa potensi menjadi pemimpin berkaitan erat dengan EQ. Sosok dengan kecerdasan emosional baik cocok menjadi pemimpin atau manager sebuah perusahaan. Jangan remehkan pula peran EQ dalam dunia pekerjaan seperti jual beli produk.Dalam penelitian psikolog Daniel Kahneman, ditemukan bahwa pembeli tak segan merogoh kocek lebih dalam untuk barang dengan kualitas lebih rendah selama transaksinya dilakukan dengan orang yang dipercaya. Nah, cara membangun kepercayaan ini yang tidak semua orang miliki. Individu dengan kecerdasan emosional baik tentu piawai melakukannya sehingga bisa membuat banyak orang menganggapnya bisa diandalkan.Meski kecerdasan IQ dan EQ berbeda, namun keduanya merupakan hal yang penting dalam mencapai kesuksesan dalam hidup. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk senantiasa mengasah kedua kemampuan tersebut.
tips parentingkesehatan mental
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-increase-iq#iq-boosting
Diakses pada 28 Februari 2020
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/iq-or-eq-which-one-is-more-important-2795287
Diakses pada 28 Februari 2020
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-the-average-iq-2795284
Diakses pada 28 Februari 2020
Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/mental-health/emotional-intelligence-eq.htm
Diakses pada 28 Februari 2020
International Journal of Managerial Studies and Research. https://www.arcjournals.org/pdfs/ijmsr/v3-i9/12.pdf
Diakses pada 31 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait