logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Perbedaan IQ dan EQ yang Perlu Anda Ketahui

open-summary

Ada sejumlah perbedaan IQ dan EQ bisa Anda pahami. IQ adalah kemampuan seseorang dalam berpikir dan bernalar, sedangkan EQ merupakan kemampuan dalam mengontrol emosi.


close-summary

4.64

(14)

2 Mar 2020

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Perbedaan IQ dan EQ manusia

Perbedaan IQ dan EQ terletak pada berbagai hal

Table of Content

  • Perbedaan IQ dan EQ
  • Bagaimana dengan SQ?
  • Cara meningkatkan IQ dan EQ
  • IQ dan EQ mana yang lebih penting?

Tidak banyak orang yang mengetahui tentang perbedaan IQ dan EQ. Dalam menilai kecerdasan seseorang, selama ini orang-orang kerap terpaku pada IQ (intelligent quotient). 

Advertisement

Padahal EQ (emotional quotient) juga merupakan faktor yang penting dalam mengidentifikasi kecerdasan yang dimiliki seseorang. Kedua jenis kecerdasan ini juga sangatlah berbeda. Lantas, apa saja perbedaan di antara keduanya?

Perbedaan IQ dan EQ

Berikut adalah sejumlah perbedaan IQ dan EQ yang dapat Anda pahami.

1. IQ berkaitan dengan logika, EQ berkaitan dengan emosi

Bagi Anda yang belum tahu apa itu IQ, pengertian IQ adalah kemampuan seseorang dalam bernalar dan memecahkan masalah dengan menggunakan unsur-unsur matematiks dan logika.

Kecerdasan intelektual ini juga mewakili kemampuan dalam pemrosesan visual dan spasial, pengetahuan tentang dunia, serta kekuatan ingatan.

Di sisi lain, pertanyaan seputar apa itu EQ mungkin lebih sering diutarakan ketimbang IQ. EQ adalah kemampuan seseorang dalam memahami, mengendalikan, mengevaluasi, dan mengekspresikan emosi. 

Kecerdasan emosional ini juga berpusat pada kemampuan, seperti mengidentifikasi emosi, mengevaluasi perasaan orang lain, mengontrol emosi sendiri, membayangkan perasaan orang lain, komunikasi sosial, dan berhubungan dengan orang lain. 

2. IQ dibawa sejak lahir, EQ bisa diajarkan

Faktor genetik berperan dalam pembentukan IQ sehingga dapat dibawa sejak lahir. Namun, faktor lingkungan juga dianggap berpengaruh dan dapat dikembangkan dengan ilmu pengetahuan yang didapat dalam proses akademik. 

Sementara itu, EQ dapat diajarkan, diasah, atau diperkuat kapan saja, terutama sejak dini dengan memberi pendidikan karakter, memodelkan perilaku positif, mendorong untuk berpikir mengenai perasaan orang lain, dan menemukan cara untuk lebih berempati terhadap orang lain.

3. IQ pandai angka, EQ pandai mengelola emosi

Selanjutnya, perbedaan IQ dan EQ adalah di kepandaiannya. Anak yang memiliki IQ tinggi umumnya unggul dalam mengerjakan persoalan yang berkaitan dengan angka dan analisis data.

Sedangkan, anak yang memiliki EQ tinggi dapat mengelola emosinya dengan baik sehingga terhindar dari stres, kecemasan, atau depresi. Bahkan mereka mampu memahami perasaan orang lain dengan baik.

4. IQ baik akademis, EQ baik bersosialisasi

Rata-rata orang yang memiliki IQ tinggi di dalam bidang akademis cenderung memiliki nilai-nilai yang bagus dalam tes. Sayangnya, kecerdasan akademis bukan jaminan mereka dapat bersosialisasi dan membangun hubungan kerja atau pribadi dengan baik. 

Berbeda dengan orang yang ber-EQ tinggi, meski nilai akademiknya tak cukup baik namun mereka dapat bersosialisasi dengan mudah dan memecahkan persoalan-persoalan sosial. 

5. IQ sukses secara individu, EQ bisa memimpin tim

Orang yang ber-IQ tinggi cenderung sukses secara individual, di mana mereka dapat menggunakan nalarnya untuk mencapai apa yang diinginkan.

Di sisi lain, orang yang ber-EQ tinggi dapat bekerja dalam tim dengan baik, bahkan dapat menjadi seorang pemimpin

Mudah dekat dengan orang-orang di sekitarnya membuat orang yang ber-EQ tinggi cenderung dapat mencuri atensi khalayak.

6. Nilai IQ mengukur kemampuan logika, nilai EQ mengukur kemampuan mengenali emosi

Fungsi nilai IQ adalah untuk mengukur kemampuan seseorang dalam bernalar dan menggunakan logika. Sementara itu, nilai EQ digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam mengenali emosi dirinya dan orang lain. Skor EQ rata-rata berada pada kisaran 90 – 100, sedangkan skor EQ sempurna adalah 160

7. IQ belum tentu pintar bercakap, EQ memiliki kemampuan komunikasi yang baik

Selanjutnya, perbedaan EQ dan IQ adalah kemampuan komunikasinya. Orang yang memiliki IQ tinggi belum tentu pintar bercakap. Sebagian mungkin memiliki kemampuan public speaking, tetapi sebagian lainnya tidak berani menyampaikan ide-idenya. 

Sementara itu, orang dengan EQ tinggi memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik. Ia dapat menyampaikan ide dan gagasannya. 

Baca Juga

  • Sambut Hari Kesehatan Mental Sedunia dengan Pahami Pencegahan Bunuh Diri di Tempat Kerja
  • 11 Cara Mengatasi Anak Susah Minum Obat dengan Tepat
  • 8 Ciri-ciri Anak yang Percaya Diri dan Optimis Sejak Dini

Bagaimana dengan SQ?

Setelah memahami perbedaan IQ dan EQ, ada pula konsep SQ (spiritual intelligence) yang penting untuk Anda ketahui. Ketika seseorang dengan kemampuan EQ dan IQ -nya berhasil meraih prestasi dan kesuksesan, sering kali ada perasaan hampa dalam batinnya.

Di situlah SQ dibutuhkan untuk melengkapinya. Meski demikian, tidak banyak orang yang mengetahui apa itu SQ. Pengertian SQ adalah kecerdasan seseorang dalam menghadapi persoalan makna atau value

Kecerdasan spiritual ini mencakup kesadaran tentang arti hidup, nilai-nilai pribadi, rasa syukur, iman, etika, dan belas kasih. 

SQ bahkan berperan sebagai landasan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Ketika tidak memiliki SQ, Anda mungkin akan merasa ada yang kurang. Oleh sebab itu, diperlukan keseimbangan dari IQ, EQ, dan SQ.

Cara meningkatkan IQ dan EQ

Memiliki kemampuan IQ ataupun EQ yang tinggi saja tidak cukup dalam mencapai kesuksesan hidup. Oleh sebab itu, kedua hal tersebut haruslah imbang. Jika Anda merasa memiliki kemampuan IQ yang rendah, berikut cara meningkatkan IQ yang bisa Anda coba:

1. Melakukan kegiatan yang mengasah ingatan

Melakukan kegiatan yang mengasah ingatan bukan hanya dapat meningkatkan ingatan, namun juga keterampilan bernalar dan berbahasa. Kegiatan yang melibatkan pelatihan memori ini, meliputi bermain teka-teki silang, mencocokan kartu, dan sudoku.

2. Melakukan kegiatan visuospasial

Melakukan kegiatan visuospasial, seperti bermain labirin, dapat membantu meningkatkan IQ Anda dengan mempertajam penalaran visual dan spasial. 

3. Melakukan pelatihan relasional

Melakukan pelatihan relasional, seperti perbandingan objek dan jumlah perbandingan, dapat meningkatkan IQ dengan penalaran verbal dan numerik. Sebuah penelitian menunjukkan jika latihan ini secara signifikan bisa meningkatkan skor IQ pada anak-anak.

4. Bermain instrumen musik

Bermain instrumen musik dianggap dapat membantu meningkatkan IQ dengan memperkuat memori. Satu studi menemukan bahwa musisi memiliki ingatan kerja yang lebih baik daripada mereka yang bukan musisi. 

5. Mempelajari bahasa baru

Mempelajari bahasa baru bermanfaat bagi otak manusia. Sebuah penelitian menyelidiki hubungan antara mempelajari bahasa baru dengan IQ. Hasil penelitian pun menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa bermanfaat untuk hasil kognitif.

Sementara jika Anda merasa memiliki kemampuan EQ yang rendah, berikut hal yang bisa Anda lakukan dalam meningkatkannya:

1. Berlatih mengelola emosi diri sendiri

Dalam meningkatkan EQ, Anda harus berlatih untuk mengelola emosi sendiri. Ketika ada tekanan, cobalah untuk mengelola stres dengan tetap berusaha berpikir jernih, kendalikan diri dengan baik, dan beradaptasilah dengan kondisi tersebut sesegera mungkin.

2. Berlatih memahami orang lain

Anda harus berlatih mengenal dan memahami orang lain dengan baik, terutama lewat komunikasi. Mengobrol, berbagi cerita, dan menghabiskan waktu bersama dapat membantu Anda memahami perasaan dan emosi orang lain, serta menumbuhkan rasa empati dan kenyamanan.

3. Berlatih mengembangkan keterampilan sosial

Dalam meningkatkan EQ, Anda harus berlatih mengembangkan keterampilan sosial. Hal ini dapat membuat hubungan Anda dengan orang sekitar menjadi lebih efektif dan bermanfaat. Belajarlah melihat konflik sebagai peluang untuk lebih dekat dengan orang lain dan gunakanlah humor untuk membuat keadaan menjadi lebih cair.

Terakhir, jika Anda ingin meningkatkan kemampuan SQ, berikut adalah hal yang bisa Anda lakukan:

1. Berpikir positif

Memandang hal-hal yang terjadi dalam hidup Anda dengan positif dapat meningkatkan SQ. 

Dengan berpikir positif, Anda dapat memfokuskan pikiran Anda pada hal yang lebih bermanfaat alih-alih terus memikirkan hal yang tak perlu. 

Selain itu, menghilangkan pikiran negatif juga bisa membuat Anda menjadi pribadi yang lebih santai.

2. Meditasi

Luangkan waktu untuk bermeditasi selama 5-10 menit. Anda hanya perlu duduk tenang, memejamkan mata, dan mengatur pernapasan. 

Kegiatan ini dapat membebaskan pikiran Anda, dan menumbuhkan hubungan spiritual yang lebih kuat. Anda bisa melakukannya saat bangun tidur di pagi hari.

IQ dan EQ mana yang lebih penting?

Kini, IQ bukan lagi satu-satunya faktor yang menentukan kesuksesan seseorang. Dulu, orang dengan skor IQ tinggi diasumsikan sebagai sosok yang akan sukses dan berhasil mencapai banyak hal. Meski demikian, beberapa kritik juga menyoroti bahwa skor intelegensi tinggi bukan jaminan kesuksesan seseorang.

Apa gunanya pintar jika tak bisa mengendalikan emosi atau empati kepada orang lain? Justru bisa jadi bahaya. Hingga kini IQ masih digunakan sebagai standar penting kesuksesan seseorang, utamanya jika berhubungan dengan pencapaian akademik. Namun, semakin banyak pula lembaga pendidikan hingga perusahaan yang mengharuskan seseorang

memiliki kecerdasan emosional sebagai aspek tak kalah krusial. Bahkan, penelitian menemukan bahwa potensi menjadi pemimpin berkaitan erat dengan EQ. Sosok dengan kecerdasan emosional baik cocok menjadi pemimpin atau manager sebuah perusahaan. Jangan remehkan pula peran EQ dalam dunia pekerjaan seperti jual beli produk.

Dalam penelitian psikolog Daniel Kahneman, ditemukan bahwa pembeli tak segan merogoh kocek lebih dalam untuk barang dengan kualitas lebih rendah selama transaksinya dilakukan dengan orang yang dipercaya. Nah, cara membangun kepercayaan ini yang tidak semua orang miliki. Individu dengan kecerdasan emosional baik tentu piawai melakukannya sehingga bisa membuat banyak orang menganggapnya bisa diandalkan.

Meski kecerdasan IQ dan EQ berbeda, namun keduanya merupakan hal yang penting dalam mencapai kesuksesan dalam hidup. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk senantiasa mengasah kedua kemampuan tersebut.

Advertisement

tips parentingkesehatan mentalperkembangan anak

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved