Inilah Perbedaan BPJS Kesehatan dengan Asuransi Swasta

08 Mei 2019 | Oleh
Tak seperti asuransi swasta, BPJS Kesehatan menanggung biaya pengobatan penyakit bawaan dan penyakit baru.
Berbeda dari asuransi swasta, BPJS Kesehatan menanggung pengobatan semua penyakit, termasuk penyakit bawaan sekalipun.

Kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa BPJS Kesehatan akan menggeser keberadaan asuransi swasta. Padahal kenyataannya, sampai saat ini produk asuransi kesehatan swasta, juga masih memiliki banyak peminat.

Baik BPJS Kesehatan dan asuransi swasta, sama-sama memiliki manfaat tersendiri. Berikut ini perbedaan BPJS Kesehatan dengan asuransi swasta yang perlu Anda ketahui.

1. Biaya Premi

BPJS Kesehatan:

Biaya premi merupakan besaran iuran yang perlu dibayar tiap bulan, untuk menikmati layanan berobat gratis, baik dengan memakai BPJS kesehatan maupun asuransi swasta. Namun, dua asuransi ini mempunyai perbedaan yang cukup mencolok. Premi tertinggi pada keanggotaan BPJS Kesehatan sebesar Rp 80.000.

Asuransi Swasta:

Bila pada BPJS Kesehatan biaya yang paling tinggi adalah sebesar Rp 80.000, maka tidak demikian halnya dengan asuransi kesehatan swasta. Umumnya, biaya yang perlu dikeluarkan untuk asuransi kesehatan terbilang cukup mahal, hingga mencapai ratusan ribu per bulan.

2. Plafon

BPJS Kesehatan:

BPJS Kesehatan tidak menetapkan batas limit atau plafon. Anda hanya perlu mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan. Misalnya, memilih ruang rawat inap berdasarkan kelas yang dipilih.

Asuransi Swasta:

Sementara itu, asuransi kesehatan swasta menerapkan batas limit. Maksudnya, bila peserta harus menjalani rawat inap, maka biaya yang ditangguhkan, berdasarkan batas maksimum yang sudah ditetapkan.

3. Manfaat

BPJS Kesehatan:

Walau biaya yang dikeluarkan cukup murah, BPJS Kesehatan tetap memiliki fasilitas lebih bagus. Termasuk rawat jalan, rawat inap, layanan optik, pemeriksaan kehamilan, hingga persalinan.

Asuransi Swasta:

Kebanyakan asuransi swasta memang tidak terlalu jauh berbeda dari BPJS Kesehatan, dalam hal pemberian manfaat. Namun ada pula asuransi yang mewajibkan peserta membayar kembali biaya premi yang cukup mahal, jika ingin mendapatkan fasilitas rawat jalan.

4. Pilihan Rumah Sakit

BPJS Kesehatan:

Para peserta BPJS hanya bisa menjalani perawatan di fasilitas kesehatan yang sudah menjadi rekanan. Selain itu, BPJS menggunakan sistem fasilitas kesehatan berjenjang.

Asuransi Swasta:

Sementara itu, asuransi swasta umumnya akan memberikan keleluasaan dalam memilih rumah sakit. Walau begitu, beberapa asuransi swasta hanya menanggung layanan pengobatan di rumah sakit rekanan saja.

5. Layanan

BPJS Kesehatan:

Untuk layanan, BPJS terbilang cukup rumit dan berbelit-belit. Ketika sakit, Anda terlebih dahuluharus mengunjungi fasilitas kesehatan (Faskes) Tingkat I, seperti puskesmas atau klinik. Jika tidak bisa ditangani di sana, Anda baru boleh meminta rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan, seperti rumah sakit.

Asuransi Swasta:

Dengan asuransi swasta, Anda tak pelu melalui prosedur yang berbelit-belit. Peserta bisa langsung ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

6. Penyakit Bawaan yang Ditanggung

BPJS Kesehatan:

Dalam BPJS Kesehatan, tidak ada diskriminasi. Pengobatan semua penyakit, termasuk penyakit bawaan maupun penyakit baru sekalipun, akan ditanggung oleh pihak BPJS.

Asuransi Kesehatan:

Sementara itu pada asuransi kesehatan, peserta harus melakukan medical check-up. Jika ternyata calon peserta memiliki penyakit bawaan, umumnya pihak asuransi swasta tak akan menanggung penyakit tersebut.

7. Batas Wilayah

BPJS Kesehatan:

BPJS Kesehatan merupakan asuransi nasional. Sehingga jika terpaksa menjalani perawatan di luar negeri, Anda harus menanggung biayanya sendiri.

Asuransi Swasta:

Bila sakit dan kebetulan sedang berada di luar negeri, Anda dapat memanfaatkan asuransi kesehatan yang dimiliki. Kebanyakan asuransi swasta memang bisa menanggung para peserta hingga ke luar negeri.

8. Double Claim

BPJS Kesehatan:

BPJS Kesehatan tidak menawarkan fasilitas double claim. Misalnya, Anda sakit dan dibayar asuransi kantor, maka Anda tak akan mendapat klaim lagi dari BPJS.

Asuransi Swasta:

Sementara asuransi swasta, peserta dapat melakukan double claim. Di saat sakit dan biaya ditangguhkan oleh asuransi kantor, Anda tetap bisa meminta klaim pada perusahaan asuransi.

Referensi

BPJS Kesehatan.
https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/pages/detail/2014/13
Diakses pada 18 Maret 2019

MoneySmart.
https://www.moneysmart.id/bpjs-kesehatan-dan-asuransi-kesehatan-ternyata-bedanya/
Diakses pada Oktober 2018

Cermati.
https://www.cermati.com/artikel/bpjs-kesehatan-dan-asuransi-kesehatan-mana-yang-lebih-baik
Diakses pada Oktober 2018

Suara.
https://www.suara.com/bisnis/2016/02/23/085631/5-perbedaan-antara-bpjs-dengan-asuransi-kesehatan
Diakses pada Oktober 2018

Tunaiku.
https://swara.tunaiku.com/gayahidup/yuk-ketahui-perbedaan-antara-bpjs-kesehatan-dan-asuransi-swasta
Diakses pada Oktober 2018

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top