Capai Performa Lebih Baik di Sekolah dengan Tidur Siang

Manfaat tidur siang yang sudah terbukti adalah dapat meningkatkan nilai akademis pada anak
Tidur siang juga bermanfaat bagi remaja

Kekurangan tidur dan mengantuk di siang hari banyak dialami oleh anak-anak dan remaja. Jika terlalu lama dibiarkan, kebiasaan tidur yang buruk berdampak pada fisik, emosional, dan kognitif anak yang kurang baik.

Salah satu cara mengatasinya adalah dengan tidur siang. Jam biologis tubuh tidak hanya mengatur diri untuk terjaga di pagi hari dan mengantuk di malam hari. Pada siang hari, secara alamiah tubuh akan merasa lelah sehingga membutuhkan tidur siang.

Tidur siang dapat memberikan berbagai manfaat pada tubuh, di antaranya menurunkan rasa lelah, meningkatkan mood, daya ingat yang lebih baik, bahkan berperan dalam menurunkan tekanan darah. Di sisi lain, tidur siang dapat membuat Anda merasa pusing dan kebingungan saat terbangun.

Selain itu, jika Anda memiliki insomnia atau gangguan tidur di malam hari, tidur siang dapat memperburuk hal ini. Tidur siang yang panjang dapat mengganggu waktu tidur malam Anda.

[[artikel-terkait]]

Manfaat tidur siang berdasarkan penelitian

Jika bertanya pada orangtua apakah tidur siang pada anak memiliki manfaat, sebagian besar pasti akan menjawab iya. Hal ini dirasakan terutama pada mood anak, energi dalam menjalankan aktivitas, dan performa di sekolah.

Pernyataan ini telah dibuktikan dalam berbagai penelitian pada anak, umumnya pada masa prasekolah. Akan tetapi, belum dilakukan penelitian yang menilai manfaat tidur siang pada anak yang beranjak remaja. Hal ini dikarenakan kebiasaan tidur siang umumnya terhenti saat anak beranjak remaja.

Penelitian terbaru dari Universitas Pennsylvania dan Universitas California mencoba mempelajari dampak tidur siang bagi anak yang beranjak remaja. Hal ini dilakukan di Cina, di mana warganya memiliki kebiasaan tidur siang yang dilanjutkan pada sekolah menengah, bahkan hingga dewasa.

Hasilnya didapatkan bahwa anak yang sering tidur siang akan lebih bahagia memiliki performa akademik yang lebih baik, dan lebih sedikit mengalami gangguan tingkah laku.

Sekitar 3000 anak sekolah dasar kelas 4, 5, dan 6 di Cina dilibatkan dalam penelitian ini. Data yang dikumpulkan berupa frekuensi dan durasi tidur siang, tolak ukur psikologis seperti tingkat kebahagiaan, serta pengukuran fisik berupa indeks massa tubuh dan kadar gula darah. Para guru juga dilibatkan dalam mencari data mengenai tingkah laku dan performa anak di sekolah.

Setelah data tersebut diolah, ditemukan adanya hubungan kuat antara tidur siang selama 30-60 menit setidaknya 3 kali dalam seminggu dengan hasil positif pada area tertentu. Anak yang tidur siang akan lebih bahagia, memiliki kontrol diri yang baik, dan lebih sedikit memiliki masalah tingkah laku. Selain itu, rata-rata anak memiliki nilai IQ yang lebih tinggi.

Hubungan tidur siang yang paling kuat tampak pada performa akademis anak. Anak yang tidur siang sebanyak 3 kali atau lebih dalam seminggu mengalami peningkatan performa akademis sebesar 7,6 persen. Peningkatan ini cenderung mencolok pada anak yang duduk di kelas 6 sekolah dasar.

Dengan kata lain, semakin banyak tidur di siang hari, semakin banyak keuntungan yang diperoleh anak. Hal ini mudah untuk diterapkan pada anak dan tidak mengganggu kegiatan belajar di sekolah. Keuntungan lainnya, tidur siang akan mengurangi paparan anak terhadap layar televisi yang juga berpengaruh pada kesehatan dan psikologis anak.

Penn Today. https://penntoday.upenn.edu/news/link-between-midday-naps-and-happier-children-excel-academically-fewer-behavioral-problems
Diakses pada Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/napping/art-20048319
Diakses pada Juni 2019

Sleep.org. https://www.sleep.org/articles/sleeping-during-the-day/
Diakses pada Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed