daun gedi ternyata punya manfaat bagi kesehatan
Daun gedi bentuknya seperti daun pepaya

Bagi penikmat kuliner dari Sulwesi Utara, daun gedi mungkin tidak asing lagi. Ya, tanaman yang satu ini sangat sering digunakan sebagai sayuran dalam hidangan khas daerah tersebut, termasuk pada bubur Manado.

Bagi Anda yang tidak pernah mendengar atau mencicipi tanaman yang satu ini, gedi (Abelmoschus manihot L.) adalah tanaman dari suku Malvaceae yang tumbuh subur di daerah tropis seperti Indonesia. Daunnya lebar dan memiliki panjang 10-40 cm, serta bertulang daun menjari berlekuk.

Terdapat setidaknya 15 spesies tanaman gedi yang tersebar di seluruh dunia. Namun di Indonesia, terdapat tiga spesies daun gedi, yakni Abelmoschus manihot, Abelmoschus moschatus, dan Abelmoschus esculentus.

Kandungan dan manfaat daun gedi untuk kesehatan

Selain enak dikonsumsi, tidak banyak yang tahu bahwa daun gedi juga memiliki kandungan nutrisi yang berpotensi digunakan sebagai obat herbal. Daun ini pun dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti sakit ginjal, kolesterol, dan maag.

Beberapa penelitian juga pernah mengkaji kandungan daun gedi dan hubungannya dengan kesehatan manusia. Berikut beberapa temuan manfaat daun gedi tersebut:

  • Menurunkan kadar kolesterol

Salah satu kandungan daun gedi yang utama adalah polifenol berupa tanin terkondensasi, fenolik, dan flavonoid. Ketiganya terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol darah, terutama kolesterol jahat alias Low Density Lipoprotein (LDL).

Semakin tinggi LDL dalam tubuh Anda, semakin tinggi kemungkinan tubuh mengalami respons peradangan yang berujung pada munculnya sel-sel busa alias fatty streak. Fatty streak merupakan lesi awal terbentuknya aterosklerosis, yakni penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain di dalam arteri sehingga menyebabkan tersumbatnya aliran darah.

  • Melancarkan haid

Daun gedi yang direbus dipercaya memiliki sifat emenagogue alias melancarkan sirkulasi darah. Wanita dengan keluhan menstruasi yang tidak lancar kerap disarankan mengonsumsi daun ini, begitu pula ibu yang masih dalam masa nifas agar darah kotor segera keluar dari tubuh. Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut seputar klaim ini.

  • Menyembuhkan luka luar

Daun gedi juga bisa ditumbuk, kemudian dijadikan pembungkus pada luka luar. Cara ini dipercaya oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu jalan mempercepat penyembuhan dan menyamarkan bekas luka bakar. Akan tetapi, jangan gunakan daun ini pada luka terbuka. Pastikan terlebih dahulu luka sudah mengering sebelum menggunakannya.

  • Menghindarikan dari berbagai penyakit

Daun gedi mengandung saponin, alkaloid, steroid, hingga triterpenoid. Kandungan-kandungan tersebut berpotensi melindungi tubuh dari paparan berbagai penyakit mengingat daun gedi dapat bersifat antiperadangan, antivirus, antibakteri, sekaligus antijamur.

Meskipun demikian, manfaat daun gedi di atas masih sebatas pengkajian di laboratorium. Perlu penelitian lebih lanjut untuk benar-benar membuktikan khasiatnya bagi kesehatan manusia.

Efek samping konsumsi daun gedi sebagai obat herbal pun belum diketahui, begitu pula interaksinya dengan obat kimia. Jika Anda memiliki keluhan seputar penyakit-penyakit di atas, sebaiknya tetap mengutamakan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Cara mengolah daun gedi

Di Sulawesi Utara, terdapat dua jenis daun gedi yang kerap diolah menjadi sayur, yakni daun gedi merah dan gedi hijau. Kedua jenis daun ini aman dimakan dan dapat diolah menjadi makanan apa pun, salah satu yang paling sederhana adalah dikukus atau direbus, lalu disajikan sebagai sayuran pendamping maupun dicampur dalam bubur Manado.

Daun gedi juga bisa ditumis dengan menambahkan bahan-bahan sederhana, seperti bawang merah, bawang putih, cabe rawit, tomat, serta garam. Tumis terlebih dahulu bumbu aromatik tersebut, kemudian masukkan daun gedi dan masak hingga layu.

Anda juga dapat mengolah daun gedi sebagai gulai dengan menambahkan santan maupun ikan teri demi menaikkan kualitas rasanya. Seperti halnya olahan gulai lain, Anda juga bisa menggunakan rempah-rempah, seperti kunyit dan lengkuas, ke dalam campuran daun gedi.

Bagaimana, tertarik mencicipi sayuran khas Sulawesi Utara ini?

Jurnal Universitas Padjajaran. http://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/download/17524/pdf
Diakses pada 29 April 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/arteriosclerosis-atherosclerosis/symptoms-causes/syc-20350569
Diakses pada 29 April 2020

Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. https://media.neliti.com/media/publications/58556-ID-none.pdf
Diakses pada 29 April 2020

Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/266569418_Abelmoschus_manihot_Linn_ethnobotany_phytochemistry_and_pharmacology
Diakses pada 29 April 2020

Cookpad. https://cookpad.com/id/cari/daun%20gedi
Diakses pada 29 April 2020

The Ferns. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Abelmoschus+manihot
Diakses pada 29 April 2020

Artikel Terkait