Bekerja keras dapat melawan depresi merupakan salah satu mitos depresi
Banyak menangis merupakan salah satu mitos depresi.

Depresi merupakan salah satu penyakit mental yang umum terjadi pada orang dewasa. Saat ini, banyak mitos depresi yang terlanjur menyebar di kalangan masyarakat tanpa diketahui fakta sebenarnya.

Akibatnya, banyak penderita depresi akhirnya mengikuti mitos tersebut dan mendapatkan perawatan yang tidak sesuai. Apa saja mitos depresi yang banyak beredar? Lalu, bagaimana dengan fakta depresi yang seharusnya? Semuanya akan coba dijawab melalu penjelasan berikut.

Mitos Depresi

1. Bekerja Keras Dapat Melawan Depresi

Depresi memengaruhi satu dari enam orang pada titik tertentu dalam kehidupan mereka, jadi obat-obatan tradisional dan informasi yang setengah-setengah banyak beredar. Ada satu anggapan bahwa sibukkan diri Anda dengan bekerja, maka Anda akan merasa lebih baik.

Dalam kasus kesedihan ringan ini mungkin akan membantu, namun depresi benar-benar berbeda. Terlalu banyak bekerja sebenarnya dapat menjadi tanda depresi klinis, terutama pada pria.

2. Depresi Bukan Penyakit Sebenarnya

Depresi adalah kondisi medis yang serius. Namun banyak orang masih menyalahartikan depresi dengan kesedihan biasa.

Bukti biologis dari penyakit ini ada pada penelitian genetik, hormon, reseptor sel saraf, dan fungsi otak. Sirkuit saraf dalam otak yang mengatur suasana hati nampak berfungsi secara abnormal dalam depresi.

3. Depresi Adalah Bentuk Mengasihani Diri Sendiri

Masyarakat pada umumnya akan memuji kegigihan dan kekuatan mental seseorang, serta cepat menilai seseorang yang tak bisa melakukannya sebagai tukang ngeluh. Namun orang dengan depresi klinis tidak malas atau mengasihani diri mereka sendiri.

Depresi adalah penyakit medis, sebuah masalah kesehatan yang berhubungan dengan otak. Seperti penyakit lainnya, depresi dapat membaik dengan perawatan yang tepat.

4. Penderita Banyak Menangis

Orang yang depresi tidak selalu banyak menangis. Beberapa orang tidak menangis atau tidak terlalu sedih ketika mereka depresi. Mereka cenderung "kosong" secara emosional dan mungkin merasa tidak berguna, bahkan tanpa gejala-gejala dramatis.

Depresi yang tidak dirawat mencegah seseorang menikmati kehidupannya, dan kerap kali berdampak pada keluarga mereka juga.

Fakta Depresi

1. Siapa pun Dapat Depresi

Pilot atau supir angkot, pemalu atau mudah bergaul, semua orang dari latar belakang etnik mana pun dapat terkena depresi. Penyakit ini lebih banyak terjadi pada wanita ketimbang pria, namun wanita lebih cenderung mencari bantuan.

Depresi seringkali ditemukan pada akhir masa remaja atau usia 20-an, namun gejalanya dapat terjadi pada usia berapa pun. Pengalaman pribadi yang buruk seringkali dapat memicu depresi pada orang-orang dengan risiko penyakit ini. Atau mungkin penyakit ini dapat berkembang secara tiba-tiba.

2. Bisa Berkembang Secara Pelahan-lahan

Depresi dapat berkembang secara bertahap sehingga Anda sulit mendeteksi penyakit ini sejak awal. Hari-hari yang terasa buruk mulai menjadi rutinitas. Anda juga akan mulai membolos kuliah atau bekerja.

Salah satu gejala yang disebut dysthymia akan bertahan selama bertahun-tahun sebagai gejala kronis tingkat rendah. Depresi dapat membuat kondisi Anda lebih parah sehingga melumpuhkan karier dan hubungan kekeluargaan.

3. Riwayat Keluarga Bukanlah Takdir

Jika salah satu anggota keluarga pernah mengalami depresi, maka Anda juga memiliki kemungkinan depresi juga.

Orang-orang dengan sejarah keluarga depresi dapat menyaksikan gejala-gejala awalnya dan segera melakukan tindakan positif, entah itu mengurangi stres, lebih banyak olahraga, konseling, atau mendapatkan perawatan profesional lainnya.

4. Berpikir Positif Dapat Membantu

Berpikir positif dapat menjadi salah satu cara meringankan depresi. Prinsip berpikir positif inilah yang digunakan dalam cognitive behavioral therapy (CBT). Dengan terapi ini, penderita akan belajar mengubah pola pikir dan perilaku. 

Pikiran dan perilaku negatif diidentifikasi dan diganti dengan cara berpikir yang lebih akurat dan seimbang mengenai diri sendiri dan dunia. Baik digunakan tanpa atau dengan obat-obatan, CBT dapat membuahkan hasil bagi banyak orang.

 

WebMD. https://www.webmd.com/depression/ss/slideshow-depression-myths
Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed