Inilah Dampak Pergaulan Bebas yang Perlu Diwaspadai

(0)
25 Feb 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Dampak pergaulan bebas sangat berbahaya, terutama bagi wanitaIlustrasi seorang wanita yang menjadi korban pergaulan bebas
Di era modernisasi dan serba digital seperti saat ini, pergaulan bebas adalah salah satu hal yang kerap menjadi momok bagi setiap orangtua dengan anak usia remaja. Apalagi, dampak pergaulan bebas ini cukup menakutkan, mulai dari merusak fisik anak hingga menghancurkan masa depannya.Pergaulan bebas adalah perilaku menyimpang yang melewati batas norma yang berlaku di masyarakat, mulai dari norma agama hingga norma hukum. Banyak hal dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan ini, salah satu yang utama adalah ketidaktahuan mereka akan dampak pergaulan bebas itu sendiri.Pergaulan bebas sangat erat kaitannya dengan perilaku seks bebas. Dalam bahasa universal, seks bebas adalah perilaku seseorang yang melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu orang dalam waktu singkat.Sedangkan bila merujuk pada adat-istiadat yang berlaku di Indonesia, seks bebas ini berarti hubungan seksual yang dilakukan di luar nikah. Apa pun itu, seks bebas memiliki konsekuensi yang tidak ringan, mulai dari terjangkitnya penyakit menular seksual hingga kehamilan dini.

Apa saja dampak pergaulan bebas?

Penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba dan perilaku seks bebas seringkali menjadi dua sisi yang tak terpisahkan dalam pergaulan bebas. Para remaja itu biasanya melakukan seks bebas tanpa proteksi setelah mengonsumsi alkohol maupun narkoba.Terdapat lebih dari 30 jenis bakteri, virus, maupun parasit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual tanpa proteksi. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengelompokkannya menjadi 8 kasus dengan tingkat kejadian paling tinggi, yaitu:
  • Sipilis

Penyakit ini terjadi akibat infeksi bakteri Treponema pallidum yang sangat berbahaya bila diderita oleh ibu hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi maupun bayi lahir dalam kondisi meninggal (stillbirth).
  • Gonore

Gonore muncul karena infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae yang bila dibiarkan akan mengakibatkan penyakit peradangan panggul (PID).
  • Klamidia

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Chlamydia trachomatis yang mungkin akan membuat Anda merasakan gejala, seperti infeksi saluran pembuangan, keputihan abnormal, hingga sakit perut bagian bawah.
  • Trikomoniasis

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi parasit Trichomonas vaginalis yang akan menimbulkan gejala seperti keputihan berbau dan banyak, maupun nyeri saat berhubungan seksual dan buang air kecil.
  • Hepatitis B

Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) sehingga menyebabkan pembengkakan organ hati. Penderita hepatitis B bisa berujung pada kanker maupun penyakit kronis lainnya.
  • Herpes

Kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus herpes simplex (HSV) yang mungkin tidak menimbulkan gejala sehingga penderitanya kadang tidak menyadari keberadaan virus ini.
  • HIV/AIDS

Virus ini menyerang sistem imun manusia sehingga lebih rentan terkena infeksi penyakit tertentu. Ketika virus HIV berkembang hingga tahap 3 (paling fatal), maka Anda dikatakan terkena AIDS.
  • HPV

infeksi ini biasanya ditandai dengan kutil kemaluan dan bisa meningkatkan risiko Anda terkena kanker serviks.Sementara itu, ketika pergaulan bebas sampai mengakibatkan seorang remaja hamil, maka ia kemungkinan besar akan menjalani proses kehamilan yang berisiko. Beberapa bahaya yang mengintai pada kehamilan dini adalah:
  • Kematian ibu

Peneltian menunjukkan bahwa remaja yang mengandung berisiko lebih tinggi untuk meninggal dunia. Hal ini disebabkan tingginya risiko remaja hamil tersebut mengalami komplikasi kehamilan dibanding wanita hamil yang berusia di atas 20 tahun.
  • Eklampsia

Kondisi ini biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga dan ditandai dengan tekanan darah tinggi, retensi cairan, serta adanya protein pada urine. Jika tidak ditangani dengan benar, eklampsia dapat berujung pada kematian ibu hamil atau kerusakan pada organ dalam hingga mengakibatkan kebutaan dan kelumpuhan.
  • Sepsis

Infeksi parah yang biasanya terjadi ketika persalinan maupun upaya aborsi janin. Kemungkinan terjadinya sepsis meningkat jika ibu mengalami proses persalinan atau aborsi yang tidak lancar.
  • Aborsi

Tindakan ini bukan hanya dapat membahayakan remaja yang hamil akibat pergaulan bebas, namun pelakunya juga bisa dituntut secara pidana karena dianggap menghilangkan nyawa manusia.

Mencegah dampak pergaulan bebas pada remaja

Dampak pergaulan bebas memang tidak main-main. Sebelum anak terkena ini, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan orangtua, seperti:
  • Diskusikan dengan anak mengenai nilai-nilai yang dianut keluarga, termasuk ajarkan pendidikan seks kepada anak sedini mungkin
  • Selalu pantau penggunaan media oleh anak, termasuk apa yang ia tonton, dengarkan, atau mainkan. Hal ini untuk membendung pengaruh media yang kadang mengajarkan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai yang berlaku di keluarga
  • Berlakukan screen time
  • Ajak anak untuk berdiskusi mengenai konten media, termasuk nilai yang baik dan buruk serta apa yang boleh dan tidak boleh ditiru
  • Beri contoh pada anak mengenai hubungan orang dewasa yang sehat
  • Ajarkan anak untuk menghargai tubunnya sendiri.
Orangtua tidak selalu bisa mengontrol lingkungan tempat anak bersosialisasi, apalagi di era digital dengan segala kebebasannya. Sebaliknya, orangtua bisa menanamkan nilai-nilai agama, adat, maupun susila kepada anak agar tidak terkena dampak pergaulan bebas yang sangat mengerikan di atas.
hubungan seks beresikonarkoba
Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/334598536_KONDISI_DAN_EDUKASI_PERGAULAN_BEBAS_DIKALANGAN_REMAJA
Diakses pada 24 Februari 2020
Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/326252095_Sexual_Promiscuity
Diakses pada 24 Februari 2020
UIN Alauddin. http://repositori.uin-alauddin.ac.id/1228/1/AISYAH.pdf
Diakses pada 24 Februari 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/real-healing/201208/overexposed-and-under-prepared-the-effects-early-exposure-sexual-content
Diakses pada 24 Februari 2020
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sexually-transmitted-infections-(stis)
Diakses pada 24 Februari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/246491
Diakses pada 24 Februari 2020
The National Academies Press. https://www.nap.edu/read/2220/chapter/9#151
Diakses pada 24 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait