Inilah Ciri-ciri Miss V Berjamur yang Wajib Wanita Ketahui

(0)
21 Sep 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ciri-ciri miss V berjamur, termasuk sensasi terbakar saat buang air kecilCiri-ciri miss V berjamur, salah satunya gatal-gatal pada vagina dan vulva
Bukan hanya menyerang kulit, jamur juga mampu menginfeksi miss V. Kondisi ini terjadi ketika jamur Candida tumbuh secara tak terkendali di vagina. Infeksi jamur vagina dapat dialami oleh wanita pada usia berapa pun.Diperkirakan 3 dari 4 wanita pernah mengalami infeksi jamur vagina setidaknya 2 kali di sepanjang hidupnya. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengenali ciri-ciri miss V berjamur supaya bisa mendapat penanganan yang tepat.

Ciri-ciri miss v berjamur

Infeksi jamur vagina adalah infeksi jamur yang terjadi pada vagina dan vulva. Pada vagina yang sehat, umumnya ada keseimbangan antara bakteri dan jamur. Akan tetapi, ketika keseimbangan tersebut berubah maka sel-sel jamur dapat berkembang semakin banyak hingga menyebabkan vagina berjamur. Adapun ciri-ciri miss V berjamur, yaitu:

1. Gatal-gatal

Gatal-gatal yang hebat dan tak tertahankan pada vagina maupun vulva menjadi salah satu ciri umum infeksi jamur. Jika Anda menggaruknya, maka area genital tersebut bisa mengalami iritasi sehingga lecet dan perih.

2. Sensasi terbakar

Vagina berjamur dapat ditandai pula dengan sensasi terbakar saat berhubungan seksual atau buang air kecil. Rasa panas yang muncul dapat menyebabkan Anda merasa tidak nyaman ketika melakukan aktivitas tersebut.

3. Bibir vagina kemerahan

Infeksi jamur juga bisa membuat area bibir vagina mengalami ruam kemerahan. Ruam tersebut dapat ditandai dengan bintik-bintik kecil yang berkelompok. Supaya bisa mengetahui ciri-ciri miss V berjamur ini dengan jelas, Anda dapat menggunakan bantuan cermin.

4. Pembengkakan vulva

Vulva (bagian luar dari alat kelamin wanita) dapat mengalami pembengkakan saat terjadi infeksi jamur vagina. Hal ini menyebabkan vagina Anda terasa lebih besar dari sebelumnya sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

5. Keputihan tidak normal

Keputihan yang normal umumnya berwarna bening atau putih susu dengan tekstur yang encer atau sedikit kental. Akan tetapi, pada vagina berjamur, keputihan menjadi abnormal sehingga lebih kental, menggumpal, berbau tak sedap, dan berwarna kekuningan seperti keju. Terkadang, cairannya juga bisa sangat encer.

6. Nyeri pada vagina

Infeksi jamur juga bisa menyebabkan nyeri pada area vagina. Rasa nyeri tersebut dapat membuat Anda tidak nyaman untuk duduk, berjalan, berkendara, buang air kecil, hingga berhubungan seksual.Meski kebanyakan kasus infeksi jamur vagina tergolong ringan, sebagian wanita dapat mengalami infeksi parah. Jika Anda merasakan ciri-ciri miss V berjamur yang sangat mengganggu, segera periksakan diri ke dokter.

Cara mengatasi miss v berjamur

Dalam mengatasi miss V berjamur, Anda dapat menggunakan krim atau salep antijamur yang dijual bebas tanpa resep dokter. Pengobatan ini umumnya memakan waktu 1-7 hari jika digunakan dengan tepat. Akan tetapi, dokter juga dapat meresepkan obat antijamur oral, misalnya flukonazol, untuk Anda minum apabila infeksi jamur terbilang parah. Sementara, jika Anda hamil, krim atau salep antijamur biasanya masih aman untuk digunakan, tetapi hindari mengonsumsi obat antijamur oral karena dikhawatirkan dapat memengaruhi kehamilan. Di samping menggunakan obat, Anda juga harus menjaga kesehatan vagina dengan cara:
  • Membersihkan vagina setelah buang air dan berhubungan seksual
  • Tidak menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat
  • Tidak melakukan douching
  • Hindari menggunakan produk kewanitaan yang beraroma
  • Menjaga pakaian dalam tetap kering
  • Hindari menggunakan antibiotik jika tidak perlu karena bisa membunuh bakteri baik di vagina sehingga mendorong pertumbuhan jamur.
Infeksi jamur vagina berulang juga bisa dihindari dengan melakukan berbagai cara di atas, Seseorang lebih rentan mengalami infeksi jamur berulang jika menderita diabetes atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Apabila infeksi jamur terjadi setidaknya 4 kali dalam setahun, dokter mungkin akan menyarankan Anda mengonsumsi pil flukonazol mingguan selama 6 bulan untuk melawannya. Di samping itu, penggunaan obat lain yang dioleskan dalam vagina, seperti asam borat, nistatin, atau flusitosin, mungkin juga diperlukan.
infeksi jamurvagina gatalkandidiasis vaginakesehatan vagina
CDC. https://www.cdc.gov/fungal/diseases/candidiasis/genital/index.html
Diakses pada 07 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/yeast-infection/symptoms-causes/syc-20378999
Diakses pada 07 September 2020
Web MD. https://www.webmd.com/women/guide/understanding-vaginal-yeast-infection-basics#1
Diakses pada 07 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait