Inilah Berbagai Penyebab Sakit Pinggang pada Wanita Muda

(0)
11 Aug 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Salah satu penyebab sakit pinggang pada wanita muda adalah PMSSakit pinggang pada wanita muda dapat disebabkan beberapa kondisi
Sakit pinggang bisa menyerang siapa saja. Umumnya, sakit pinggang diidentikkan dengan masalah tulang belakang atau masalah kesehatan pada ginjal. Meski demikian, ada beberapa jenis sakit pinggang hanya dapat terjadi pada wanita, khususnya wanita muda. Berdasarkan penyebabnya, jenis sakit pinggang pada wanita muda erat kaitannya dengan gangguan kesehatan organ reproduksi dan hormon.

Penyebab sakit pinggang pada wanita muda

Berikut ini adalah penyebab sakit pinggang yang umumnya terjadi pada wanita muda.

1. Premenstrual syndrome (PMS)

PMS tidak hanya berkaitan dengan suasana hati atau kondisi emosional menjelang menstruasi saja karena kondisi ini juga menimbulkan beberapa masalah fisik yang dapat mengganggu penderitanya.PMS dapat menjadi biang keladi atau penyebab sakit pinggang pada wanita muda. Tidak hanya sakit pinggang, masalah ini juga disertai dengan beragam gejala lainnya.Gejala PMS secara fisik meliputi:
  • Nyeri pinggang
  • Badan pegal
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Perut kembung.
Selain gejala fisik, PMS juga meliputi memiliki berbagai emosional dan perilaku, seperti:
  • Perubahan suasana hati
  • Mengidam makanan tertentu
  • Cemas
  • Sulit berkonsentrasi.
Gejala PMS biasanya dimulai beberapa hari menjelang menstruasi hingga satu atau dua hari setelah menstruasi dimulai.

2. Gangguan dismorfik pramenstruasi (PMDD)

Penyebab sakit pinggang pada wanita muda lainnya adalah gangguan dismorfik pramenstruasi (PMDD). Gejala yang terjadi pada PMDD mirip dengan PMS, hanya saja lebih intens dan parah, termasuk sakit pinggang yang dialami. Gejala PMDD dapat mengganggu kualitas kehidupan sehari-hari secara signifikan.Beberapa orang mungkin mengalami kesulitan beraktivitas saat gejala-gejala PMDD terjadi. Gejala-gejala ini biasanya dimulai seminggu sebelum menstruasi dan berakhir beberapa hari setelah menstruasi.

3. Endometriosis

Pada penderita endometriosis, jaringan endometrium yang melapisi rahim tumbuh di luar rahim, seperti di ovarium, saluran tuba, dan jaringan lain yang melapisi panggul. Tidak hanya pada jaringan rahim, endometrium mungkin juga tumbuh di sekitar saluran kemih dan usus.Endometriosis juga dapat menjadi penyebab sakit pinggang pada wanita muda. Selain itu, ada beberapa gejala lainnya, seperti:
  • Kram saat menstruasi yang terasa sangat menyakitkan
  • Rasa sakit pada saat atau setelah berhubungan seks
  • Nyeri panggul
  • Rasa sakit ketika buang air besar atau buang air kecil saat menstruasi
  • Terjadi pendarahan atau bercak di luar siklus menstruasi
  • Masalah pencernaan, seperti kembung, diare, mual, atau sembelit, terutama selama menstruasi.
Kondisi endometriosis tidak hanya menjadi penyebab sakit pinggang pada wanita muda, tapi juga dapat menyebabkan penderitanya kesulitan untuk hamil.

4. Dismenore

Dismenore adalah kondisi menstruasi yang sangat menyakitkan. Walaupun dapat diatasi, kondisi dismenore bisa sangat parah pada sebagian orang.Nyeri akibat dismenore biasanya dirasakan di perut bagian bawah, pinggang, pinggul dan kaki. Rasa sakit akibat dismenore bisa terasa tumpul seperti pegal-pegal atau seperti rasa sakit yang menusuk.

5. Kehamilan

Masa kehamilan juga dapat mengebabkan perasaan tidak nyaman pada berbagai bagian tubuh, seperti pinggang, tulang ekor, bagian tengah punggung, bahkan menjalar ke kaki Anda. Hal ini dikarenakan pengaruh perubahan hormon, gravitasi, dan bertambahnya berat badan. Apalagi, jika Anda sudah memiliki masalah pinggang sebelum masa kehamilan.

Penanganan sakit pinggang pada wanita muda

Meski tidak semuanya, beberapa penyebab sakit pinggang pada wanita muda di atas dapat ditangani dengan tindakan-tindakan pertolongan pertama, seperti:
  • Kompres panas pada bagian yang sakit dengan botol atau bantalan terapi panas. Namun jika sakit pinggang disebabkan oleh ketegangan otot maupun cedera, Anda disarankan untuk kompres es
  • Mandi air hangat untuk melenturkan otot-otot pinggang
  • Olahraga dan tetap aktif, untuk memperlancar sirkulasi darah dan melenturkan otot
  • Lakukan peregangan secara perlahan dan teratur
  • Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti aspirin, ibuprofen atau naproxen, sesuai dosis yang dianjurkan
  • Menggunakan kursi penyangga pinggang (lumbar support) untuk membantu meringankan nyeri pinggang saat duduk
  • Menempatkan bantal di bawah lutut atau diantara lutut saat tidur untuk mengurangi ketegangan pada pinggang.
Apabila tindakan tersebut tidak meringankan rasa sakit, segera hubungi dokter. Khususnya jika Anda juga mengalami:
  • Demam
  • Baru mengalami trauma serius, seperti misalnya kecelakaan atau benturan hebat
  • Kebas dan kesemutan pada selangka dan kaki
  • Tidak dapat menahan buang air besar atau buang air kecil, atau malah kesulitan buang air kecil
  • Memiliki riwayat osteoporosis atau kanker, serta berat badan berkurang tanpa sebab yang jelas
  • Rasa gelisah di malam hari
  • Kelemahan kaki tiba-tiba dan terus bertambah buruk, atau rasa sakit pada kaki lebih kuat dari rasa sakit di pinggang
  • Sakit pinggang sangat mengganggu kenyamanan dan membuat Anda tidak bisa tidur
  • Memiliki gejala endometriosis
  • Rasa sakit pinggang terjadi pada masa kehamilan yang dibarengi gejala pendarahan, demam serta rasa sakit saat buang air kecil
  • Kondisi tidak membaik setelah perawatan sendiri di rumah.
Dokter mungkin akan memberikan obat pereda nyeri yang lebih kuat atau menawarkan penanganan yang lebih efektif berdasarkan penyebab sakit pinggang Anda.
penyakit wanitasakit pinggang
Healthline
https://www.healthline.com/health/lower-back-pain-causes-female
Diakses 29 Juli 2020
Woman and Home
https://www.womanandhome.com/health-and-wellbeing/lower-back-pain-205819
Diakses 29 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait