Mengenal USG 3D untuk Melihat Janin Lebih Jelas


USG 3 dimensi bisa menunjukkan anatomi janin dengan lebih jelas, termasuk mendeteksi kemungkinan adanya masalah. Dengan teknologi yang canggih, orangtua dapat melihat kondisi janin lebih maksimal.

0,0
03 Jan 2020|Azelia Trifiana
USG 3D untuk melihat perkembangan janinHasil USG 3D akan menunjukkan bentuk janin yang lebih jelas terlihat
Sangat wajar ketika calon orangtua baru merasa sangat antusias melihat hasil USG, terlebih USG 3D yang memberikan gambaran janin dengan lebih jelas. Berbeda dengan USG 2 dimensi, USG 3 dimensi lebih akurat menunjukkan secara jelas bentuk janin dalam kandungan.Terlepas dari kontroversi perlu tidaknya dilakukan USG 3 dimensi, banyak yang menganggapnya penting untuk mendiagnosis dini jika ada kondisi abnormal seperti sumbing atau kelainan organ dalam janin.

Kapan USG 3D bisa dilakukan?

Waktu paling tepat untuk melakukan USG 3 dimensi adalah ketika usia kehamilan berada di antara 27 hingga 32 minggu. Sebelum 27 minggu, janin hanya memiliki sedikit lemak di bawah kulitnya sehingga tulang di bagian wajah akan lebih dominan.Sementara setelah 32 minggu, ada kemungkinan kepala janin berada di bagian bawah panggul menuju jalan lahir. Bisa-bisa, tidak terlihat dalam proses perekaman USG 3 dimensi.Kemudian, dikutip dari Baby Centre, jika ibu hamil kembar, waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan USG 3 atau 4 dimensi adalah pada usia kehamilan sekitar 27 minggu, agar dapat melihat janin lebih jelas.Meski demikian, konsultasikanlah pada dokter kandungan kapan waktu terbaik untuk melakukan USG 3 dimensi. Dokter kandungan akan mempertimbangkan seluruh aspek seperti kondisi kehamilan dan juga rekam medis selama ini.Ada juga kemungkinan Anda tak bisa melihat wajah bayi dengan jelas karena posisinya. Atau apabila ada terlalu banyak air ketuban di sekitar janin, gambarannya juga menjadi tidak terlalu jelas. Antisipasi hal ini agar tidak merasa terlalu kecewa.

Apa saja manfaat USG 3 dimensi?

Sama seperti USG 2 dimensi, USG 3 dimensi menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi dan peranti lunak (software) khusus untuk menangkap gambar.Hasilnya, USG 3D akan menghasilkan gambar jaringan, organ, dan juga anatomi dari janin. Gambar dari USG 3 dimensi jauh lebih jelas ketimbang USG 2 dimensi.Prosedur pemeriksaan kehamilan ini pun sama. Dokter kandungan akan mengoleskan gel di perut calon ibu dan menggerakkan transducer ke beberapa arah.Dari sini, gelombang suara akan mengarah ke janin dalam kandungan dan memperlihatkan gambar pada monitor.Beberapa manfaat USG 3 dimensi di antaranya:
  • Mendeteksi sejak dini apabila ada masalah pada janin
  • Anatomi janin terlihat lebih jelas
  • Teknologi yang membuat calon orangtua bisa melihat janin lebih jelas
Meskipun USG 3 dimensi menawarkan kelebihan yang tidak bisa dipenuhi oleh USG 2 dimensi atau USG biasa, bukan berarti hal ini adalah kewajiban.Jenis USG 2 dimensi pun masih efektif mendeteksi potensi masalah dan memastikan janin berkembang sebagaimana mestinya.Jika ingin melakukan USG 3 dimensi pun, sebaiknya dilakukan satu kali selama periode kehamilan. Apabila dilakukan berulang kali, dikhawatirkan akan melewati batas aman janin terpapar gelombang ultrasound.Baca juga: Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi, Bukan Mitos

Bagaimana prosedur pemeriksaan USG 3D berlangsung?

Proses pemeriksaan USG 3D tidak begitu berbeda dengan USG 2D. Dokter akan meminta ibu hamil untuk berbaring terlebih dahulu di tempat tidur pemeriksaan, lalu dokter akan mengoleskan gel khusus di perut ibu hamil.Saat gel selesai dioleskan, dokter akan menempelkan alat transduser USG ke perut. Transduser adalah alat yang berfungsi untuk mengirimkan gelombang suara ke rahim dan janin agar mesin USG bisa menghasilkan gambar yang diinginkan.Prosedur pemeriksaan ini biasanya hanya berlangsung beberapa menit dan tidak menimbulkan rasa nyeri pada perut. Sama seperti pada USG 2D, pasien dapat mencetak dan membawa pulang potret gambar USG 3D.Dokter juga akan memberi tahu pasien apabila ada masalah kesehatan yang terdeteksi saat pemeriksaan.

Bagaimana cara membaca hasil USG 3D?

Pemeriksaan USG 3D maupun pemeriksaan USG 4D biasanya dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya kelainan pada tulang belakang atau kelainan wajah yang menandakan down syndrome. Cara membaca hasil USG bisa dilihat dari warna dan sejumlah istilah medis yang terdapat dalam gambar USG. Warna hitam berarti cairan, warna abu-abu berarti jaringan, dan warna putih berarti tulang.Sedangkan sejumlah istilah medis yang perlu dipahami salah satunya adalah:
  • GA (gestational age): perkiraan usia kehamilan berdasarkan pemeriksaan  panjang tungkai lengan dan kaki maupun diameter kepala janin.
  • GS (gestational sac): ukuran kantung kehamilan dan biasanya berupa bulatan hitam.
  • BPD (biparietal diameter): diameter kepala bayi.
  • HC (head circumference): keliling kepala bayi.
  • CRL (crown-rump length): panjang janin yang diukur dari ujung kepala hingga bokong bayi. 
  • AC (abdominal circumference): keliling perut bayi atau ukuran lingkar perut janin.
  • FL (femur length): panjang tulang kaki bayi.
  • EDD (estimated due date): perkiraan tanggal Anda akan melahirkan secara spontan, biasanya didapat berdasarkan hitungan usia kehamilan maksimal 280 hari (40 minggu) setelah hari pertama menstruasi terakhir.
  • LMP (last menstrual period): perhitungan yang berguna untuk mengetahui hari pertama haid terakhir (HPHT). 
Dengan memeriksa warna dan hasil USG 3 dimensi, gambaran kondisi janin akan terlihat jelas. Dokter kemudian akan melihat apakah janin dalam kondisi baik atau tidak.Baca juga: Tidak Sulit, Begini Cara Membaca Hasil USG Jenis Kelamin Bayi

Adakah risiko dalam pemeriksaan USG 3D?

Kini popularitas USG 3 dimensi dibanding pemeriksaan 4 dimensi, semakin meningkat. Permintaan semakin banyak, namun tetap penting mengingat agar hanya melakukan USG 3 dimensi dengan profesional, yaitu dokter kandungan.Memang tidak ada efek samping atau masalah langsung dari melakukan USG, meski demikian hal ini dapat membuat jaringan terlalu panas atau menimbulkan kavitasi atau gelembung gas. Namun, hal-hal ini jarang sekali terjadi.Hingga kini, penelitian masih terus berkembang untuk mencari tahu dampak jangka panjang dari frekuensi melakukan USG yang terlalu sering.Untuk itu, USG 3 dimensi atau USG jenis apapun sebaiknya hanya dilakukan apabila ada kebutuhan medis. Ketika dokter kandungan menyarankan dilakukannya USG 3 dimensi, maka boleh melakukannya.Tak kalah penting, hanya operator terlatih saja yang boleh terlibat dalam seluruh prosedur USG. Dokter kandungan akan mendampingi prosedur sembari melihat kondisi janin berdasarkan anatomi yang terlihat di monitor.Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa temui dokter kandungan terdekat atau konsultasikan melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ agar mendapatkan saran yang tepat. Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
perkembangan janinposisi janinmasalah kehamilanusg
Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/x557299/what-are-3d-and-4d-ultrasound-scans
Diakses 25 Desember 2019
Parents. https://www.parents.com/pregnancy/stages/will-i-need-a-3d-ultrasound/
Diakses 25 Desember 2019
WebMD. https://www.webmd.com/baby/3d-4d-ultrasound
Diakses 25 Desember 2019
Baby Center. https://www.babycenter.ca/x557299/what-is-a-3-d-ultrasound
Diakses pada 22 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait