logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Sex & Relationship

Usia Ideal Menikah dan Punya Anak Menurut Psikologis, Kapan?

open-summary

Usia ideal menikah bisa ditentukan oleh kesiapan mental dari masing-masing individu yang menjalaninya. Menikah saat usia matang menurunkan risiko perceraian. Namun, penelitian menyebutkan idealnya di usia 20-an.


close-summary

4.6

(10)

9 Mar 2022

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Usia ideal menikah

Anda yang tahu kesiapan diri sendiri sebelum menikah

Table of Content

  • Usia ideal menikah menurut ilmu kesehatan dan sosial
  • Dampak pernikahan dini
  • Catatan dari SehatQ

Usia ideal menikah sering dipertanyakan banyak orang. Terutama di Indonesia yang menjadi tempat pertanyaan “kapan kawin?” sering diajukan. Banyak yang menganggap dirinya masih terlalu muda untuk menikah. Sementara itu di sisi lain, pada usia yang sama, seseorang dianggap sudah pantas untuk menikah.

Advertisement

Dari sisi kesehatan dan sosial, umur yang pas untuk menikah sudah cukup sering dikaji. Hasilnya ternyata cukup jauh berbeda dari usia legal menikah di Indonesia. Di sini, usia legal menikah untuk perempuan adalah 16 tahun, dan 19 tahun untuk laki-laki. Namun, umur untuk menikah bisa ditentukan oleh kesiapan dari masing-masing individu.

Baca Juga

  • Mengenal 9 Jenis dan Tingkatan Depresi, Gejalanya Bisa Berlainan
  • Demam Panggung? Coba 7 Cara Mengatasi Grogi Ini
  • 11 Makanan Afrodisiak yang Bisa Bangkitkan Gairah Seksual

Usia ideal menikah menurut ilmu kesehatan dan sosial

Usia ideal menikah sebenarnya terjadi pada pertengahan usia 20-an hingga pertengahan usia 30-an. Berdasarkan sebuah penelitian, menikah di usia terlalu muda sangat berisiko tinggi terhadap perceraian. 

Tren perceraian tersebut kemudian terus berkurang seiring bertambahnya usia orang yang menikah. Namun, angka perceraian kembali mengalami sedikit peningkatan pada kelompok orang yang menikah pada usia pertengahan 30-an.

Pada hasil penelitian disebutkan, setelah menikah selama lima tahun, pasangan yang menikah di usia remaja memiliki risiko perceraian sebesar 32%. Sementara itu, pasangan yang menikah di usia 20-an awal, risiko perceraiannya menurun menjadi 20%.

Risiko perceraian kembali turun pada pasangan yang menikah di usia 25-29 tahun, yaitu sebesar 15%. Risiko terendah, dipercaya dimiliki oleh pasangan yang menikah di usia 30-34 tahun, yaitu sebesar 14%.

Setelah itu, pasangan yang menikah untuk pertama kali pada usia 35 tahun ke atas memiliki kenaikan risiko perceraian menjadi 19% selama lima tahun pertama pernikahan.

Pandangan ini tentunya dikembalikan kepada setiap orang yang menjalaninya. Untuk menentukan usia ideal menikah dan punya anak, Anda hanya bisa berkaca pada kesiapan diri untuk menjalani kehidupan pernikahan nanti. Anda pun bisa berpegang pada beberapa pendapat tentang topik ini.

Yayasan Pemantauan Hak Anak dan YKP pernah meminta untuk menaikkan usia menikah bagi perempuan menjadi 18 tahun. Adapun data statistik yang menyebutkan bahwa usia ideal untuk menikah itu lebih baik terjadi pada 25 tahun ke atas.

Journal of Social and Personal Relationship menyebutkan bahwa usia ideal seseorang untuk menikah adalah 25 tahun. Namun, ada juga pendapat yang menyebutkan bahwa usia ideal menikah dimulai dari 27 tahun untuk perempuan dan 29 tahun untuk laki-laki.

Baca juga: Rekomendasi Perawatan Sebelum Menikah yang Wajib Diketahui Wanita

Dampak pernikahan dini

Menurut sebuah jurnal, menikah sebelum usia 18 tahun dapat menimbulkan berbagai kerugian. Menikah di usia muda memberikan dampak yang besar untuk perempuan. Menikah hampir selalu dikaitkan dengan fungsi reproduksi. Orang yang menikah adalah anak perempuan berusia 16-17 tahun, maka seolah “kewajiban” untuk memiliki keturunan pun tetap harus dipikul.

Apabila seorang perempuan masih berusia terlalu muda untuk melewati proses tersebut, berbagai konsekuensi bisa terjadi, di antaranya:

  • Angka gangguan dan komplikasi saat proses kehamilan dan persalinan yang tinggi
  • Risiko kekurangan nutrisi
  • Risiko gangguan kesehatan yang bisa berujung pada kematian

Tidak hanya pada ibu, dampak merugikan ini pun akan dialami keturunannya kelak. Jika dibandingkan dengan bayi yang dikandung perempuan berusia 20-24 tahun, bayi pada perempuan yang berusia 19 tahun ke bawa, berada dalam kondisi berikut ini.

  • Berisiko 20-30% lebih tinggi mengalami berat badan lahir rendah.
  • Memiliki risiko kelahiran prematur 
  • Berisiko 30-40% lebih tinggi mengalami stunting.

Meningkatnya angka gangguan kesehatan pada ibu berusia remaja juga disebabkan oleh produksi ASI dan kolostrum yang sedikit. Hal ini juga dibandingkan perempuan berusia dewasa. ASI dan kolostrum sangatlah penting untuk membangun sistem imun yang baik untuk bayi.

Usia ideal menikah memang bisa berbeda antara satu sama lain. Tidak semua orang yang menikah muda pasti akan bercerai. Sebaliknya, menikah di usia ideal pun tidak mutlak menjamin pernikahan yang awet.  Namun, dari segi kesehatan maupun kesiapan psikologis, usia memang berpengaruh. Karena itu, berbagai pertimbangan perlu dilakukan sebelum Anda memutuskan untuk menikah.

Baca juga: Manfaat Menikah untuk Kesehatan

Catatan dari SehatQ

Menikah di usia ideal cenderung berhasil menurunkan angka perceraian di dalamnya. Namun, menentukan usia ideal hanya bisa dilakukan oleh kesiapan Anda dalam menjalaninya. Biarpun begitu, menikah di usia matang biasanya membuat seseorang lebih siap dalam menjalani bahtera keluarga.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar pernikahan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

hubungan seksualkesehatan mentalkesehatan wanita

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved