Puasa saat hamil muda, masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli kesehatan 
Pastikan kebutuhan nutrisi Anda dan janin terpenuhi bila Anda cukup sehat dan kuat untuk puasa saat hamil muda

Saat hamil, ibu sebenarnya diperbolehkan untuk tidak menunaikan ibadah puasa Ramadan. Akan tetapi, tak sedikit para ibu hamil yang merasa sanggup untuk menjalani puasa, terutama saat usia kehamilan trimester pertama. Lantas, apakah puasa saat hamil muda aman dilakukan?  

Ibu hamil tidak diwajibkan untuk berpuasa Ramadan

puasa saat hamil muda masih menuai pro dan kontra
Puasa saat hamil masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli kesehatan

Sebenarnya, ibu hamil tidak diwajibkan menjalani puasa Ramadhan apabila merasa tidak sanggup atau khawatir terjadi sesuatu pada janin yang tengah dikandungnya. Di kalangan para ahli kesehatan sendiri, puasa saat sedang hamil, termasuk hamil muda, masih menjadi perdebatan. 

Beberapa hasil penelitian ada yang mengungkapkan bahwa ibu yang menjalani puasa saat hamil dapat berisiko membuat bayi lahir prematur serta bayi lahir dengan berat badan rendah dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak berpuasa. 

Sedangkan, hasil penelitian lainnya menyatakan bahwa ibu hamil yang berpuasa dan tidak berpuasa saat Ramadan tidak ditemukan perbedaan pada pertumbuhan bayi dan waktu kelahiran bayi.

Namun, risiko tersebut tergantung pula pada kondisi kesehatan ibu hamil secara keseluruhan. Selain itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai risiko puasa saat hamil muda bagi ibu hamil dan sang janin. 

Puasa saat hamil muda, aman atau tidak? 

Umumnya, saat usia trimester pertama kehamilan (1-13 minggu), Anda akan mengalami serangkaian keluhan kehamilan yang wajar terjadi. Mulai dari mual, muntah, lemas, pusing, tidak nafsu makan, serta tubuh ibu hamil yang masih terus beradaptasi dengan perubahan hormonal. 

Jika memaksakan diri untuk puasa saat hamil muda dengan kondisi tersebut, dikhawatirkan dapat membahayakan kondisi kesehatan Anda dan janinnya. 

Mual dan muntah secara berlebihan yang Anda alami pada trimester awal kehamilan bisa menyebabkan dehidrasi. Kondisi kekurangan cairan tubuh pada ibu hamil bisa memengaruhi fungsi kerja ginjal dan jumlah cairan yang mengelilingi bayi. 

Sementara, pada janin bisa menyebabkan kurangnya nutrisi yang masuk. Padahal, nutrisi yang cukup sangat dibutuhkan oleh janin pada awal masa pembentukan, pertumbuhan, dan penyempurnaan organ-organ tubuhnya. 

Puasa saat hamil muda aman atau tidak
Pastikan  berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum memutuskan untuk menjalani puasa

Beberapa sumber menyatakan bahwa puasa saat hamil paling aman dilakukan saat usia trimester kedua kehamilan (4-7 bulan). Pasalnya, usia kehamilan kurang dari 4 bulan dikhawatirkan masih rentan terjadi keguguran, sedangkan lebih dari 7 bulan biasanya ibu hamil sering merasa lelah sehingga membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak. 

Meski demikian, kondisi ini berbeda-beda untuk setiap ibu hamil. Maka dari itu, perlu dipastikan berdasarkan hasil konsultasi dengan dokter kandungan. 

Jadi, sebaiknya sebelum memutuskan menjalani puasa, ibu hamil harus memeriksakan diri terlebih dahulu pada dokter kandungan mengenai kondisi dirinya dan sang janin, serta menanyakan apakah Anda boleh berpuasa atau tidak. Dokter kandungan akan memberikan saran yang tepat sesuai dengan kondisi Anda dan janin.

Jika dokter kandungan menyatakan Anda cukup sehat dan kuat untuk menjalani puasa saat hamil muda, pastikan kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh Anda dan janin dapat terpenuhi dengan baik. Hal ini penting untuk mencegah kemungkinan bayi lahir dengan kondisi berat badan lahir rendah, prematur, atau kemungkinan buruk lainnya.

Tips aman menjalani puasa saat hamil muda

Menjalani puasa saat hamil muda memang bukan suatu hal yang mudah. Pasalnya, Anda harus tetap menjaga kondisi kesehatan dirinya dan janin dalam kandungan dengan cara selalu memenuhi kebutuhan nutrisi. Nah, berikut adalah tips aman menjalani puasa saat hamil muda yang perlu dilakukan:

1. Perbanyak asupan cairan 

Perlu diingat bahwa selama hamil kebutuhan cairan tubuh ibu hamil akan semakin meningkat dari hari ke hari. Jadi, jika ingin menjalankan ibadah puasa saat hamil muda, pastikan Anda minum banyak air saat sahur dan berbuka puasa. 

Ibu hamil perlu minum air putih setidaknya 8 gelas atau 2 liter per hari. Anda juga bisa memperbanyak konsumsi cairan melalui sayuran, buah-buahan, sup, dan makanan berkuah lainnya. Hindari makan makanan asin saat sahur karena dapat membuat Anda menjadi haus terus menerus. 

Hindari juga minum minuman berkafein, seperti teh, kopi, cokelat, dan minuman bersoda karena jenis minuman tersebut dapat mendorong lebih banyak cairan hilang dari tubuh serta dapat memicu timbulnya sakit kepala. 

Salah satu tips aman menjalani puasa saat hamil muda ini penting agar Anda terhindar dari dehidrasi saat puasa

2. Makan makanan bergizi

Makan makanan bergizi melalui asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral juga menjadi tips aman menjalani puasa saat hamil muda berikutnya. Jadi, pastikan Anda mengonsumsi sayuran dan buah-buahan setiap harinya saat sahur dan berbuka puasa. 

Selain itu, makanlah makanan yang mengandung asam folat, zat besi, dan kalsium, yang bisa diperoleh dari sayuran hijau, daging, telur, dan susu. Zat-zat gizi tersebut penting untuk dipenuhi pada masa awal-awal kehamilan. 

3. Perhatikan berat badan

Perhatikan berat badan sebelum dan saat sedang menjalani puasa. Saat usia trimester pertama kehamilan, Anda disarankan dapat meningkatkan berat badan 1-3 kilogram. Jika terjadi penurunan berat badan maka kemungkinan besar dapat meningkatkan risiko pada janin. 

Jadi, pertahankan berat badan Anda dan lakukan konsultasi dengan dokter kandungan sesuai jadwal. 

4. Cukup istirahat dan jangan stres

Perubahan rutinitas, kekurangan asupan minuman dan makanan, serta perbedaan waktu untuk makan dan minum bisa saja menyebabkan ibu hamil menjadi stres. 

Oleh karena itu, Anda harus mengatur waktu istirahat dengan baik agar tidak menyebabkan stres dan mengganggu kondisi kesehatan. 

informasi selengkapnya mengenai tips puasa

Jika Anda memutuskan untuk menjalani ibadah puasa saat hamil muda, lalu merasa sangat haus, merasa mual, ingin muntah, lemas, pusing, dan ingin pingsan di tengah-tengah puasa, sebaiknya segera batalkan puasa untuk mencegah kemungkinan buruk yang dapat terjadi. Konsultasikan dengan dokter kandungan bila gejala kondisi tersebut terus terjadi selama beberapa hari. 

British Nutrition Foundation. https://www.nutrition.org.uk/healthyliving/nutritionforpregnancy/ramadanpregnancy.html? 

Diakses pada 21 April 2020

Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/a1028954/fasting-in-pregnancy

Diakses pada 21 April 2020

Center for Fetal Medicine & Women’s Ultrasound. https://www.centerforfetalmedicine.com/blog/heathy-diet/fasting-during-pregnancy/

Diakses pada 21 April 2020

Health24. https://www.health24.com/Experts/Question/6-week-pregnant-amp-fasting-20100818

Diakses pada 21 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/nutrition#What-and-how-much-to-eat

Diakses pada 21 April 2020

Web Md. https://www.webmd.com/baby/guide/first-trimester-of-pregnancy#1

Diakses pada 21 April 2020

Artikel Terkait