Waspadai Ciri-Ciri Toxic Relationship yang Mungkin Sedang Anda Alami

(0)
01 Jul 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Ciri-ciri toxic relationship yang mudah dideteksiTerjebak dalam toxic relationship akan sangat berdampak pada kesehatan mental masing-masing pihak
Setiap orang pasti memimpikan kisah asmara yang romantis dan penuh cinta. Namun, kadangkala kenyataan berkata lain. Tidak sedikit orang-orang di luar sana yang justru terjebak dalam hubungan toxic, alias toxic relationship. Toxic relationship adalah pertanda bahwa hubungan yang Anda jalani bersama pasangan tidak berdampak baik bagi kebahagiaan dan kesehatan mental Anda. Sayangnya, banyak orang yang terjebak dalam "hubungan beracun" menyadari mereka sudah menjadi korban. Sebenarnya seperti apa, sih, ciri-ciri toxic relationship itu?

Ciri-ciri toxic relationship yang perlu diwaspadai

Toxic relationship adalah jenis hubungan asmara yang tidak sehat. Tidak sehat di sini berarti ada salah satu pihak yang lebih dirugikan; baik secara psikologis, emosional, bahkan hingga secara fisik dan materiil.Oleh karena itu, berada dalam hubungan asmara yang toxic akan menghambat Anda untuk menjalani hidup secara produktif, serta tidak merasa bahagia dan sejahtera.Padahal idealnya, masing-masing pihak yang menjalin hubungan itu berada di posisi yang sama selayaknya mitra atau partner.Yuk, kenali ciri-ciri toxic relationship di bawah ini agar Anda bisa terhindar dari dampaknya yang berpengaruh buruk bagi kesehatan mental maupun fisik.

1. Tidak pernah merasa cukup

Menurut ahli, dalam hubungan asmara yang sehat, kedua belah pihak seharusnya saling menyayangi, mendukung, menghormati, dan menerima satu sama lain. Namun, ciri-ciri toxic relationship justru kebalikannya.Pasangan yang toxic akan membuat Anda selalu merasa menjadi seorang manusia serba kekurangan. Anda selalu dibuat merasa seolah tidak cukup rupawan, tidak cukup baik, tidak cukup mengayomi, tidak cukup pintar, dan tidak cukup layak untuk bersanding dengannya.Terus-terusan diperlakukan seperti ini akan membuat Anda merasa semua Anda lakukan selalu salah dan selalu merasa perlu membuktikan kontribusi Anda agar akhirnya diakui oleh pasangan.

2. Susah menjadi diri sendiri

Tidak bisa menadi diri sendiri bisa dibilang adalah ciri-ciri yang paling khas dari toxic relationship, dan masih ada hubungannya dengan poin di atas.Usaha mati-matian yang Anda lakukan demi "menyamakan level" dengan pasangan dapat membuat Anda rela berubah menjadi orang lain. Hal ini semata-mata dilakukan agar si pasangan dapat mengakui keberadaan Anda di sisinya.Sebagai contoh begini: sebelum menjalin hubungan dengan si dia, Anda sebetulnya adalah orang yang humoris dan menggemari musik K-pop. Namun, pasangan Anda menganggap semua karakter itu sebagai kekanak-kanakan dan tidak pantas lagi di usia dewasa ini.Nah demi menyenangkan hati si dia dan membuatnya menganggap Anda adalah orang yang ideal, anda rela meninggalkan apa yang Anda sukai selama ini. Anda juga merasa harus selalu memerhatikan apa yang Anda lakukan dan ucapkan karena sangat takut akan melakukan kesalahan.

3. Direndahkan

Ciri-ciri lain yang bisa membantu menyadari bahwa Anda sedang terjebak dalam toxic relationship adalah seteiap kali Anda merasa direndahkan. Seperti apa contohnya?Hal yang paling sederhana dan langsung bisa Anda amati adalah dari komentar-komentar yang ia lontarkan. Mungkin ia pernah berujar "Masa gitu doang kamu nggak bisa sih?" ketika Anda kesulitan untuk mengerjakan sesuatu yang awam bagi Anda sendiri.Di lain waktu, ia mungkin merendahkan penampilan Anda, misalnya, "Kamu tuh nggak pantes deh pakai baju yang kayak gitu."Pasangan yang merendahkan juga akan membuat Anda senantiasa merasa enggan untuk berpendapat atau menyampaikan sesuatu karena takut diremehkan dan menghadapi reaksi negatif darinya.Selain itu, mulailah cari jalan keluar ketika ia memanggil Anda dengan kata-kata yang tidak pantas. Itu bukanlah panggilan sayang, melainkan pertanda ia tidak menganggap Anda sebagai pihak yang sejajar dalam hubungan asmara tersebut.

4. Terus dijadikan kambing hitam

Ketika ada konflik, Anda selalu merasa sebagai sumber masalah.Bukannya saling bekerja sama untuk berkompromi dan mencari solusi, pasangan justru tidak pernah mau mengakui kesalahannya dan terus menerus menyalahkan Anda dengan berbagai cara.Padahal Anda sebetulnya yakin dan tahu pasti itu bukan kesalahan Anda. Namun, cara-caranya untuk memanipulasi dan menempatkan kesalahan pada Anda justru membuat keyakinan Anda tersebut goyah dan ikut terpengaruh olehnya.Hubungan ini tidak hanya akan sangat merugikan mental Anda yang menjadi korbannya, tapi juga fisiknya. Pasalnya, Anda akan selalu berusaha untuk mencari tempat dan waktu demi berbaikan dengan pasangan.

5. Terisolasi dari dunia luar

Posesif sering dianggap sebagai tanda cinta. Namun, kenyataannya tidak. Pasangan yang posesif dan terlalu suka mengatur akan berusaha sekeras mungkin untuk mengucilkan Anda dari keluarga atau teman dekat. Bahkan, pasangan bisa sampai terus menghubungi Anda setiap beberapa jam sekali, melacak lokasi Anda, membuat "jam malam", hingga membatasi apa-apa saja yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan.Akibatnya, Anda tidak lagi merasa nyaman dan bebas untuk bersosialisasi dengan siapa pun orang yang ditemui selain pasangan. Jika hal ini sudah mulai terjadi dan Anda sudah mulai merasa terisolasi, baiknya segera cari cara untuk melepaskan diri dari jeratan si dia.
Rasa cemburu bisa jadi tanda toxic relationship
Cemburu berlebihan adalah salah satu ciri toxic relationship

6. Selalu dicemburui tanpa alasan

Cemburu bisa dibilang tanda kasih sayang. Cemburu menandakan pasangan peduli dengan Anda.Akan tetapi, tentu tidaklah tepat jika rasa cemburu ditunjukkan berlebihan, tidak masuk akal, dan terus menerus. Saat pasangan selalu menanyakan posisi Anda dan marah jika Anda tidak segera menjawab pesan singkatnya, sebaiknya Anda mulai mempertimbangkan keluar dari hubungan yang toxic ini.Rasa cemburu yang muncul pun biasanya tak hanya berkaitan dengan hubungan pasangan dengan orang lain, tapi juga yang menyangkut karir hingga penghasilan.

7. Tidak merasa didukung

Hubungan yang sehat, seharusnya dapat memberikan dampak positif di aspek-aspek kehidupan, termasuk aspek profesional, dan bukan sebaliknya. Hubungan Anda dan pasangan dapat dibilang toxic apabila tidak ada rasa saling mendukung satu sama lain untuk mencapai cita-cita atau tujuannya. Sebagai contoh, ketika Anda mengutarakan keinginan untuk pindah kerja atau naik jabatan di kantor. Pasangan Anda mungkin akan meremehkan dengan mengatakan bahwa Anda tidak cukup pantas untuk memegang jabatan itu dan tidak mampu menanggung beban pekerjaan baru, meski Anda sebetulnya memiliki kapabilitas yang baik.Menurut Gregory Kushnick, seorang psikolog asal Amerika Serikat, perkembangan diri dan keinginan pribadi untuk belajar sering dijadikan objek kecemburuan oleh pasangan karena dipandang sebagai ancaman. Ia tidak mau dan tidak rela memiliki pasangan yang lebih baik darinya.

8. Buruknya komunikasi

Di toxic relationship, konsep saling menghargai tidaklah berlaku. Sehingga, saat berkomunikasi satu sama lain atau ada perbedaan pendapat, bukanlah saran dan kritik membangun yang disampaikan, namun sarkasme, kritik tanpa dasar, dan kata-kata kasar yang keluar. Hal ini kemudian berujung pada enggannya pasangan tersebut untuk saling berbicara.[[artikel-terkait]]

Pengaruh toxic relationship terhadap kesehatan mental

Meski ciri-ciri toxoc relationship lebih sering menjerat wanita, tidak menutup kemungkinan hal yang sama bisa dialami oleh pria. Toxic relationship dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang. Semakin lama Anda berada dalam hubungan ini, makin besar risiko Anda untuk mengalami stres berat, depresi, dan gangguan kecemasan.Tidak hanya pada kesehatan mental. Toxic relationship juga tidak baik untuk kesehatan fisik. Terpengaruhnya kesehatan mental akibat toxic relationship pun akan berdampak pada sistem kekebalan tubuh.Menahan perasaan, terutama rasa marah dan kesal, seperti yang banyak dilakukan orang yang berada di dalam toxic relationship dilaporkan dapat memengaruhi kesehatan jantung dan pembuluh darah.Individu yang berada di dalam hubungan toxic memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung. Hal ini termasuk serangan jantung yang parah, dibandingkan dengan mereka yang tidak menjalani hubungan beracun.Toxic relationship umumnya berlangsung hanya seumur jagung. Namun, bukan berarti keluar dari jeratan ini adalah perkara mudah. Agar bisa melakukannya, Anda perlu terlebih dahulu mengenali ciri-ciri toxic relationship yang sedang dialami. Ketika kesadaran telah terbentuk, maka jalan untuk meninggalkan hubungan beracun tersebut akan semakin terbuka.
gangguan kecemasankekerasanmenjalin hubungan
Psychology Today.
https://www.psychologytoday.com/us/blog/high-octane-women/201108/the-hidden-health-hazards-toxic-relationships
Diakses pada 11 Februari 2019
Mental Health. https://www.mentalhealth.org.uk/publications/guide-investing-your-relationships/toxic
Diakses pada 11 Februari 2019
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/how-bad-relationships-affect-your-health-2223881
Diakses pada 11 Februari 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/toxic-relationship#signs-of-toxicity
Diakses pada 18 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait