Mengenal Tanda dan Penyebab Growth Spurt pada Bayi


Growth spurt pada bayi adalah hal yang umum terjadi pada si Kecil di usia-usia tertentu. Kenali tanda dan cara tepat mengatasinya ini agar bayi tidak rewel dan tetap sehat.

0,0
16 Oct 2019|Azelia Trifiana
Growth spurt pada bayi ditandai dengan bayi kerap rewelSaat menghadapi fase growth spurt pada bayi dibutuhkan kerjasama antara ibu dan ayah
Mungkin orangtua pernah merasa heran ketika bayi menyusu tak henti seolah tak pernah kenyang. Itu adalah sinyal terjadinya growth spurt pada bayi, hal yang sangat lazim terjadi di fase-fase tertentu.
Umumnya, growth spurt pada bayi terjadi saat berusia 2 minggu, 3 minggu, dan 6 minggu. Siklus ini kemudian umumnya berulang saat bayi berusia 3 bulan dan 6 bulan.Kadang, ibu salah mengartikan growth spurt sebagai tanda bayi tidak cukup kenyang karena ASI yang kurang. Seolah tak cukup, kadang orangtua memutuskan memberi susu formula sebagai tambahan demi memastikan bayi merasa kenyang.Jangan salah kaprah. Growth spurt bayi adalah siklus yang sangat wajar terjadi dan bukan sinyal ASI ibu tidak cukup

Growth spurt adalah hal normal yang terjadi pada bayi

Bayi yang rewel seringkali membuat orangtua bingung
Meski kerap membuat orangtua lebih repot atau bahkan kebingungan dengan perubahan sikap dari buah hati, growth spurt pada bayi adalah tahapan penting bagi pertumbuhan mereka. Ketika growth spurt usai, biasanya akan ada peningkatan tinggi bada, lingkar kepala hingga peningkatan berat badan yang cukup signifikan. Atau bayi jadi menguasai satu skill tertentu yang sebelumnya tidak dikuasai. Selama bayi tetap bisa merasa nyaman ketika didekap atau disusui, maka tidak ada masalah dengan growth spurt. Biasanya fase ini berlangsung satu pekan dan akan berangsur normal dengan sendirinya.

Tanda-tanda growth spurt pada bayi

Setiap bayi tumbuh dengan cara berbeda satu dengan lainnya. Begitu pula dengan fase growth spurt pada si Kecil. Waktu kapan terjadinya growth spurt bisa berbeda. Meski demikian, tanda-tandanya tetap sama seperti:
Bayi yang menyusu terus tanpa henti bisa jadi sedang mengalami growth spurt

1. Menyusu tanpa henti 

Ciri utama growth spurt pada bayi adalah ketika buah hati Anda menyusu tanpa henti. Jika biasanya mereka menyusu 2 jam sekali dengan durasi sekitar 15 menit, maka durasi menyusu saat growth spurt bisa bertambah berkali-kali lipat. Bahkan terkadang bayi tidak kunjung berhenti menyusu meski telah lebih dari 15 menit. Para ibu sebaiknya jangan salah tangkap dengan merasa ASI tidak cukup. Bagi bayi yang mendapat asupan susu formula, sinyal terjadinya growth spurt adalah mereka tampak terus menerus lapar. Komunikasikan bahwa bayi sedang berada di fase growth spurt sehingga membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat untuk membantu ibu menghadapi fase ini.

2. Bayi kerap rewel

Biasanya, bayi akan rewel seperti menangis jika ada yang belum terpenuhi. Misalnya saat merasa lapar, panas, tidak enak badan, atau popoknya belum dibersihkan. Namun saat fase growth spurt, bayi kerap lebih rewel dari biasanya. Mereka akan meminta digendong lebih sering dan merasa nyaman saat didekap orangtua.

3. Siklus tidur berubah

Tanda lain terjadinya growth spurt adalah siklus tidur berubah. Bisa jadi lebih lama, atau sebaliknya menjadi lebih singkat. Biasanya ini berhubungan dengan kondisi mereka yang lebih rewel sehingga lebih mudah terbangun.Bagi bayi yang tidur lebih lama saat fase growth spurt, ini terjadi karena protein yang disebut human growth hormone (HGH) diproduksi saat bayi sedang tidur. Ini adalah protein yang penting bagi pertumbuhan bayi.

Usia bayi mengalami growth spurt

Growth spurt dapat terjadi kapan saja. Pada bayi baru lahir, kondisi ini biasanya bertahan selama satu atau dua hari. Sedangkan pada bayi yang sudah lebih besar, bisa bertahan hingga satu minggu. Dikutip dari Baby Centre, beberapa ahli percaya bahwa growth spurt lebih berkemungkinan terjadi pada titik-titik tertentu di tahun pertama bayi Anda, yaitu:
  • pada dua minggu
  • pada tiga minggu
  • pada enam minggu
  • pada tiga bulan
  • pada enam bulan
Setiap pola growth spurt bisa berbeda, jadi cobalah untuk tidak khawatir jika bayi Anda tampaknya tidak mengalami growth spurt saat ini. Bayi Anda bisa saja memiliki lebih banyak growth spurt daripada ini, atau lebih sedikit, atau bahkan tidak mengalaminya sama sekali. Hal ini merupaka kondisi yang normal.

Cara mengatasi growth spurt pada bayi

Tentu membesarkan anak bukan hanya urusan sang ibu yang menyusui saja, atau sang ayah saja. Perlu kerja sama dari semua pihak untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan bayi tetap lancar, termasuk saat fase growth spurt.Jelas, fase growth spurt pada bayi akan lebih melelahkan. Untuk itu, pastikan Anda mengetahui beberapa trik di bawah ini:
Fase growth spurt tak hanya melelahkan bagi bayi, tetapi juga bagi ibu

1. Bagi tugas dengan pasangan/pengasuh 

Jangan ragu untuk membagi tugas dengan pasangan atau pengasuh yang membantu Anda. Misalnya jika ibu sudah kelelahan menyusu bayi, maka ayah yang bertugas mengganti popok atau menggendong bayi. Mengatur jadwal tidur bergantian juga jadi cara yang ampuh.

2. Pastikan ibu terhidrasi & cukup nutrisi

Ahli menyarankan untuk tidak lupa memastikan asupan cairan ibu tercukupi, terutama jika masih memberikan ASI eksklusif. Untuk memenuhi kebutuhan cairan, pastikan Anda tidak kurang minum air putih dan makan makanan yang bergizi dengan kandungan air tinggi. Selain cukup minum dan makan makanan bergizi, Anda juga harus menjaga kesehatan dengan cukup tidur dan olahraga.

3. Pantau kenaikan berat badan

Wajar jika orangtua merasa khawatir apakah tanda-tanda yang dirasakan bayi mereka adalah growth spurt atau bukan. Jika tidak yakin, coba pantau kenaikan berat badan bayi Anda. Buat komparasi sebelum dan sesudah fase growth spurt. Jika ada kenaikan signifikan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

4. Bawa bayi berjalan-jalan

Membawa bayi berjalan-jalan di sekitar rumah atau ke taman yang bersih juga bisa jadi cara mendistraksi seluruh fase growth spurt pada bayi. Cara ini juga ampuh untuk mengurangi rewel pada bayi. Meskipun fase ini membuat mereka menyusu lebih sering, jangan lupakan fakta bahwa mereka juga memerlukan tidur. Jangan membangunkan bayi yang sedang tidur karena di fase itulah mereka sedang bertumbuh.

5. Susui bayi lebih sering

Jika bayi masih mendapatkan ASI eksklusif, Anda bisa menyusui bayi lebih sering atau menambahkan takaran susu formula. Jika si Kecil sudah masuk masa MPASI, Anda bisa memberikan ASI dan MPASI sesuai kebutuhann dan keinginan bayi agar si Kecil tidak rewel dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi.Kondisi growth spurt pada bayi umumnya tak perlu dikhawatirkan hingga membawa bayi ke dokter. Jika Anda merasa perubahan perilaku si Kecil masih termasuk dalam sinyal terjadinya growth spurt, maka terapkan cara-cara seperti di atas untuk menanganinya.
asi eksklusifmengatasi bayi rewelperkembangan anakmerawat bayi
Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/a25012757/baby-growth-spurts
Diakses 8 Oktober 2019
Parents. https://www.parents.com/baby/development/what-are-the-signs-of-a-growth-spurt/
Diakses 8 Oktober 2019
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/breastfeeding-during-a-babys-growth-spurt-431730
Diakses 8 Oktober 2019
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/ask-heidi/baby-growth-spurts.aspx
Diakses 8 Oktober 2019
Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/a25012757/baby-growth-spurts#section2
Diakses pada 4 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait