Ini Siklus Hidup Cacing Kremi dan Penyakit yang Bisa Ditimbulkannya

Siklus hidup cacing kremi secara lengkap dari telur hingga dewasa
Siklus hidup cacing kremi dari telur hingga dewasa terjadi di dalam tubuh manusia

Sering dengar istilah cacingan? Penyakit ini sebenarnya adalah infeksi cacing kremi atau yang dalam istilah biologis bernama Enterobius Vermicularis. Karena telur cacing kremi sangat kecil dan berpindah dari satu orang ke orang lain, maka penyakit tersebut bisa menyebar dengan mudah. Telur tersebut umumnya berdiam di area anus dan dari situ, siklus hidup cacing kremi pun dimulai.

Cacing ini berwarna putih, tipis, dan memiliki panjang sekitar 6-13 mm. Orang yang terinfeksi cacing kremi biasanya tidak merasakan gejala apapun. Namun ada beberapa orang yang merasakan gatal di area anus dan tidur pun jadi tidak nyenyak.

Biasanya, infeksi tersebut terjadi pada anak-anak usia sekolah dan mudah menyebar dari satu anak ke anak lainnya. Namun infeksi ini cukup mudah diatasi.

Siklus hidup cacing kremi dan caranya menginfeksi manusia

Infeksi cacing kremi dimulai saat seseorang tidak sengaja menghirup atau menelan telur cacing tersebut. Biasanya, telur ini bisa menyebar apabila ada orang yang sebelumnya sudah terinfeksi, tidak cuci tangan setelah buang air dan langsung menyentuh benda-benda di sekitarnya.

Ini membuat telur cacing telur cacing berpindah dari tubuh orang yang terinfeksi ke benda-benda yang ia sentuh. Di atas permukaan barang, telur cacing kremi bisa bertahan hingga 3 minggu apabila barang tersebut tidak dibersihkan.

Jadi, saat ada orang lain yang menyentuh benda tersebut dan langsung memasukkan tangannya ke mulut saat makan tanpa cuci tangan, ia akan dengan mudah terinfeksi. Di dalam tubuh, siklus hidup cacing kremi akan dimulai.
Berikut ini, rangkuman perjalanan atau siklus hidup cacing kremi secara lengkap.

  1. Cacing kremi yang ada di tubuh, bergerak menuju anus untuk bertelur.
  2. Dari anus, telur cacing akan masuk kembali ke mulut apabila orang tersebut tidak mencuci tangan setelah menyentuh area anus dan langsung makan.
  3. Setelah masuk ke mulut, telur akan bergerak menuju ke usus halus dan menetas di sana menjadi larva.
  4. Larva cacing kremi akan terus berkembang di usus halus dan saat sudah dewasa akan bergerak menuju ke bagian cecum di usus besar dan menetap di sana.
  5. Cacing kremi betina yang sudah dewasa dan bisa bertelur akan bergerak ke area anus saat malam hari dan menetaskan telurnya.
  6. Dalam waktu 4-6 jam setelah dikeluarkan dari tubuh cacing kremi dewasa, telur cacing sudah dapat menginfeksi dan siklus hidupnya pun akan kembali berulang apabila orang tersebut tidak kunjung menjaga kebersihan dirinya.

Waktu yang dibutuhkan cacing kremi untuk berkembang dari telur menjadi cacing dewasa adalah satu bulan. Sementara itu, masa hidup cacing kremi dewasa di dalam tubuh adalah dua bulan.

Gambar siklus hidup cacing kremi (sumber: CDC)
Gambar siklus hidup cacing kremi (sumber: CDC)

Apa yang akan terjadi saat terinfeksi cacing kremi?

Saat cacing kremi menginfeksi tubuh seseorang, biasanya tidak ada gejala yang timbul. Namun, pada beberapa orang, infeksi cacing kremi bisa menimbulkan beberapa kondisi berikut ini:

  • Gatal di sekitar anus, terutama saat malam hari
  • Susah tidur
  • Iritiasi di kulit sekitar anus
  • Gatal di vagina

Infeksi ini umumnya bukanlah infeksi berbahaya. Meski begitu, pada beberapa kasus, infeksi ini bisa berkembang menjadi kondisi yang cukup serius. Pada wanita, cacing kremi yang terdapat di anus bisa bergerak menuju vagina hingga masuk ke rahim, tuba falopi, dan organ-organ reproduksi lainnya.

Kondisi ini bisa menyebabkan peradangan pada vagina atau vaginitis maupun pada dinding rahim bagian dalam atau endometritis. Pada infeksi cacing kremi yang sudah parah, bisa juga terjadi komplikasi lain seperti infeksi saluran kemih dan penurunan berat badan.

Perawatan infeksi cacing kremi

Perawatan untuk menghilangkan cacing kremi termasuk cukup sederhana. Ada dua jenis perawatan utama, yaitu pemberian obat cacing dan membersihkan rumah serta lingkungan sekitar agar infeksi cacing kremi tidak menular ke lebih banyak orang.

• Pemberian obat cacing

Obat yang paling umum digunakan untuk menyembuhkan infeksi cacing kremi adalah albendazole. Obat ini hanya perlu diminum dua kali dengan dosis tertentu sesuai kondisi pasien.

Pertama, diminum begitu mengetahui adanya infeksi dan yang kedua diminum dua minggu setelahnya untuk memastikan tidak ada infeksi berulang. Terapi medikasi ini juga bisa dilakukan dengan obat mebendazole.

Karena infeksi cacing kremi seringkali terjadi bersamaan pada orang-orang yang berada dalam satu rumah, maka biasanya dokter akan menyarankan pengobatan dilakukan secara bersamaan.

• Membersihkan rumah dari cacing kremi

Selain minum obat, Anda juga perlu membersihkan barang-barang di rumah yang diduga sudah terpapar telur cacing, agar infeksi tidak meluas. Beberapa langkah kebersihan yang perlu dilakukan antara lain dengan:

  • Memastikan orang yang terinfeksi serta anggota keluarga yang berada di satu rumah rutin mencuci tangan dengan sabun dan air hangat, terutama sebelum makan.
  • Mengganti pakaian setiap hari
  • Menggunting kuku dengan rutin dan menghentikan kebiasaan mengigit kuku
  • Mengingatkan orang yang terinfeksi untuk tidak menggaruk area anus
  • Mencuci semua pakaian, seprei, selimut, di rumah yang terinfeksi dengan air hangat dan mengeringkannya dengan suhu tinggi
  • Tidak mengibas-ngibaskan pakaian dari orang yang terinfeksi untuk menghindari telur cacing menyebar di udara dan terhirup orang lain
  • Untuk sementara sebaiknya tidak membiarkan anak mandi bersama orang lain
  • Membersihkan semua permukaan benda yang disentuh orang yang terinfeksi
  • Jika ada karpet, pastikan bersihkan dengan penyedot debu.

Siklus hidup cacing kremi mudah diputus apabila Anda sekeluarga mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Jadi, biasakan untuk selalu melakukannya meski infeksi cacing kremi belum terjadi atau malah sudah sembuh dari infeksi.

CDC. https://www.cdc.gov/parasites/pinworm/biology.htmlD
Diakses pada 21 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/pinworms
Diakses pada 21 April 2020

E-Medicine Health. https://www.emedicinehealth.com/pinworms/article_em.htm
Diakses pada 21 April 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pinworm/symptoms-causes/syc-20376382
Diakses pada 21 April 2020

Artikel Terkait