Ini Sebabnya Keputihan Berwarna Coklat Bisa Muncul

(0)
04 Aug 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Keputihan berwarna coklat yang tidak berbau, tidak perlu dikhawatirkanKeputihan berwarna coklat bisa tandakan penyakit bisa juga tidak
Keputihan berwarna coklat mungkin bisa terlihat sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan. Namun, kondisi ini sebenarnya tidak selalu menandakan gangguan di organ reproduksi Anda. Kondisi ini bisa saja muncul sebagai proses normal dalam siklus menstruasi. Sementara itu, keputihan berwarna coklat yang menandakan adanya gangguan medis, biasanya juga akan disertai dengan gejala lain yang berkaitan dengan penyakit tersebut.

Penyebab keluarnya keputihan berwarna coklat

Ada beberapa kondisi yang bisa memicu keluarnya keputihan berwarna coklat, seperti berikut ini.

1. Sisa darah menstruasi

Darah menstruasi yang perlu waktu lebih lama untuk keluar dari tubuh akan terlihat berwarna coklat, dengan tekstur kental dan terkadang menggumpal. Warna coklat itu bisa muncul karena adanya kontak darah tersebut dengan oksigen. Proses ini disebut juga sebagai oksidasi.Jika keputihan berwarna coklat keluar satu atau dua hari setelah Anda selesai menstruasi dan tidak disertai dengan gejala-gejala lainnya, maka hal tersebut tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

2. Efek samping kontrasepsi

Kontrasepsi seperti pil KB, bisa memicu keluarnya keputihan berwarna coklat saat bulan pertama pemakaiannya. Selain pil KB, kontrasepsi metode implan yang ditanamkan di lengan bagian atas juga bisa memicu kondisi ini.

3. Ovulasi

Beberapa perempuan mengalami keputihan atau sedikit perdarahan saat proses ovulasi terjadi. Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur dari ovarium.

4. Kista ovarium

Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang bisa terbentuk di salah satu atau kedua ovarium (indung telur). Kista ini sebenarnya bisa sembuh sendiri setelah beberapa bulan, namun bisa juga terus membesar hingga akhirnya menimbulkan berbagai gejala, salah satunya keputihan berwarna coklat.

5. Infeksi menular seksual

Keputihan berwarna coklat juga bisa jadi salah satu tanda infeksi menular seksual. Namun biasanya, keputihan yang keluar karena kondisi ini akan disertai juga dengan gejala lain yang mengganggu, seperti:
  • Vagina terasa seperti sensasi panas saat buang air kecil
  • Keputihan berbau
  • Nyeri saat berhubungan seksual

6. PCOS

Polycystic ovary syndrome atau PCOS adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon di tubuh perempuan. Perempuan yang mengidap kondisi ini, memiliki hormon seks laki-laki lebih banyak dari yang seharusnya.Hal ini kemudian bisa memicu berbagai gejala seperti:
  • Haid tidak teratur
  • Pertumbuhan rambut berlebih, seperti di ketiak, kumis, dan area-area tubuh lainnya
  • Berjerawat dan kulitnya berminyak
Keputihan berwarna coklat biasanya keluar bersamaan dengan haid yang tidak teratur.

7. Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik terjadi saat sel telur yang sudah dibuahi justru menempel di luar rahim. Kondisi ini bisa memicu berbagai gejala, seperti sakit perut, sakit pinggang sebelah, keputihan berwarna coklat, hingga pusing dan pingsan.

8. Keguguran

Keputihan berwarna coklat yang terjadi pada masa kehamilan, bisa menandakan keguguran apabila disertai dengan perdarahan yang cukup hebat. Ibu hamil yang mengalaminya juga dapat merasakan kram di perut bagian bawah, pusing, dan terasa seperti ingin pingsan.

9. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi yang terjadi dinding uterus atau rahim tumbuh berlebihan di luar rahim. Kondisi ini bisa memicu berbagai gejala, mulai dari nyeri hebat saat menstruasi, keputihan berwarna coklat, hingga gangguan kesuburan.

10. Perimenopause

Bagi perempuan berusia 40-50 tahun, munculnya keputihan berwarna coklat bisa dilihat sebagai tanda menopause akan segera tiba. Masa-masa ini dinamakan sebagai perimenopause. Selain keputihan, perimenopause biasanya juga akan ditandai dengan gejala lain seperti mood swing, mudah berkeringat saat malam hari, sulit tidur, dan vagina kering.

Jika keputihan berwarna coklat, apa yang harus dilakukan?

Jika Anda menyadari ada keputihan berwarna coklat yang keluar, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari gejala lain yang menyertai dan waktu kemunculannya. Apabila kondisi ini terjadi beberapa hari sebelum atau sesudah menstruasi dan tidak disertai dengan gejala lainnya, maka kemungkinan besar keputihan yang keluar memang bagian dari proses menstruasi Anda. Keputihan berwarna coklat juga normal terjadi apabila muncul saat waktunya ovulasi. Sehingga, untuk menentukan penyebab kondisi ini, ada baiknya memeriksa kalender ovulasi bulanan Anda. Jika keputihan itu terus menerus keluar dan disertai dengan gejala lain, maka sebaiknya periksakan diri ke dokter. Gejala penyakit yang bisa menyertai keputihan berwarna coklat antara lain:
  • Keputihan berbau
  • Gatal pada area kemaluan
  • Tekstur keputihan yang sangat kental
  • Nyeri
  • Demam
  • Tidak pernah mengalami kondisi serupa
Keputihan berwarna coklat tidak selalu menandakan penyakit tertentu. Apabila Anda masih punya pertanyaan lebih lanjut soal kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan dokter.
menstruasikeputihanorgan intim wanitakesehatan vagina
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321929
Diakses pada 22 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/brown-vaginal-discharge
Diakses pada 22 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/brown-discharge-after-period
Diakses pada 22 Juli 2020
Flo Health. https://flo.health/menstrual-cycle/health/vaginal-discharge/brown-vaginal-discharge
Diakses pada 22 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait