Ini Perbedaan Nyeri Dada Akibat GERD dan Serangan Jantung

GERD dan serangan jantung sama-sama bisa menyebabkan nyeri dada
Seorang wanita sedang mengalami nyeri dada

Asam lambung yang kembali naik bisa mengiritasi lapisan kerongkongan dan menyebabkan timbulnya heartburn. Kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman seperti panas atau terbakar di dada yang merambat naik ke leher atau kerongkongan.

Jika refluks asam lambung ini hanya terjadi sesekali, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan. Anda pun dapat mengatasi ketidaknyamanan tersebut dengan mengonsumsi obat maag atau obat untuk meredakan asam lambung yang dijual bebas.

Akan tetapi, jika gejala tersebut hingga mengganggu aktivitas maka ada kemungkinan Anda mengalami  Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit asam lambung. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases Amerika Serikat, seseorang kemungkinan menderita GERD bila mengalami refluks asam lambung lebih dari dua kali dalam seminggu selama beberapa minggu.

Faktor risiko penyakit GERD

Dr. dr. Nella Suhuyanly, Sp.PD-KGEH, dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi OMNI Hospitals Alam Sutera menyebutkan beberapa hal yang dapat menjadi faktor risiko GERD, seperti:

  • Kenaikan berat badan
  • Kebiasaan minum alkohol, minuman bersoda atau kafein
  • Merokok
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • Kehamilan
  • Hernia hiatus, yaitu mencuatnya bagian lambung ke sekitar dada
  • Gangguan jaringan ikat, misalnya skleroderma
  • Tertundanya pengosongan perut.

Bahkan beberapa faktor lain, seperti makan terlalu banyak atau makan terlalu malam, mengonsumsi makanan berlemak atau berminyak, dan memakai pakaian terlalu ketat dapat memperburuk keluhan GERD yang Anda rasakan. Selain heartburn, gejala lain yang mungkin Anda rasakan yaitu, nyeri dada, kembung, batuk atau tersedak ketika berbaring, sering bersendawa, sulit menelan, hingga cepat merasa kenyang.

Ketika mengalami serangan jantung, Anda juga dapat merasakan nyeri dada seperti terbakar yang mungkin nampak mirip dengan GERD. Akan tetapi, gejala kedua kondisi tersebut sebetulnya berbeda.

Perbedaan GERD dan serangan jantung

Memang ada beberapa penyakit yang menunjukkan gejala nyeri dada sehingga bisa membuat keliru. Oleh sebab itu, berikut cara membedakan nyeri dada akibat heartburn dan serangan jantung:

1. Heartburn

Gejala nyeri dada yang diakibatkan oleh heartburn meliputi:

  • Nyeri atau panas terasa di bawah tulang dada atau iga
  • Umumnya muncul segera setelah makan
  • Nyeri bersifat ringan dan umumnya tak menjalar
  • Gejala berkurang dengan minum antasida
  • Tak disertai gejala berupa keringat dingin, sesak napas, atau rasa akan pingsan.

2. Serangan jantung

Sementara itu, gejala nyeri dada yang disebabkan oleh serangan jantung memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Nyeri terasa membakar, menekan, atau menghimpit di tengah-tengah dada
  • Umumnya terasa ketika beraktivitas atau kelelahan
  • Nyeri terasa menjalar ke bahu, leher, lengan atau dagu
  • Gejala berkurang dengan minum obat nitrogliserin
  • Kerap disertai rasa berdebar-debar, keringat dingin, sesak napas, mual, muntah, atau rasa akan pingsan

Dari poin-poin tersebut, dapat terlihat bahwa keduanya tentu berbeda. Karena tak ada kondisi keluhan yang dapat dinyatakan aman, maka dr. Nella menyarankan jika ada keluhan GERD sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter. Selain itu, Anda juga harus memeriksakan diri ke dokter, jika perubahan gaya hidup atau konsumsi obat-obatan sederhana yang dilakukan tak mampu meredakan gejala refluks asam lambung.

Sebab jika tak segera diatasi, kondisi tersebut bisa menyebabkan berbagai masalah baru, seperti radang kerongkongan jangka panjang (esophagitis), penyempitan esofagus, ketidaknormalan sel-sel esofagus yang bisa menyebabkan kanker, dan bahkan bisa menyerang pita suara, tenggorokan, juga paru-paru.

Sementara itu, karena serangan jantung merupakan kondisi darurat medis, tentu saja harus segera mendapat pertolongan. Sebab bila tak segera mendapat pertolongan, maka kondisi ini bisa mengancam nyawa orang yang mengalaminya.

Narasumber:
Dr. dr. Nella Suhuyanly, Sp.PD-KGEH
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatolog
OMNI Hospitals Alam Sutera

OMNI Hospitals Alam Sutera

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940
Diakses pada 30 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-attack/symptoms-causes/syc-20373106
Diakses pada 30 Maret 2020

Artikel Terkait